POLITEKNIKJAMBIPOLITEKNIKJAMBI

Jurnal INOVATORJurnal INOVATOR

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi jumlah dan konfigurasi rangkaian Peltier pada sistem pendingin termoelektrik (Thermoelectric Cooling/TEC) terhadap performansi cooling box. Penelitian dilakukan secara eksperimen dengan menggunakan modul Peltier tipe TEC1-12706 sebanyak dua hingga empat buah, yang disusun dalam konfigurasi kelistrikan seri dan paralel. Variabel yang diamati meliputi konsumsi daya listrik dan capaian suhu terendah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konfigurasi rangkaian kelistrikan seri menghasilkan konsumsi daya listrik lebih tinggi dibandingkan rangkaian kelistrikan paralel dengan selisih persentase peningkatan konsumsi daya listrik sebesar 24,2% pada penggunaan 4 buah peltier. Capaian suhu terendah konfigurasi rangkaian kelistrikan seri tercatat 9,71% lebih rendah dibandingkan konfigurasi rangkaian kelistrikan paralel. Dari hasil penelitian dapat dilihat juga bahwa semakin banyak jumlah peltier yang digunakan mengakibatkan semakin besar kapasitas perpindahan panas yang terjadi. Secara keseluruhan, konfigurasi rangkaian kelistrikan seri dinilai lebih optimal karena mampu mencapai temperatur kabin terendah meskipun memerlukan konsumsi daya listrik yang lebih tinggi.

(1) Konfigurasi rangkaian kelistrikan seri pada modul Peltier menghasilkan konsumsi daya listrik yang lebih tinggi dibandingkan konfigurasi paralel.(2) Namun, konfigurasi seri memberikan suhu kabin yang lebih rendah, sehingga performansi pendinginan lebih optimal meskipun dengan konsumsi energi yang lebih besar.

Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi kombinasi optimal antara jumlah modul Peltier dan konfigurasi seri‑paralel menggunakan pendekatan optimisasi multi‑objektif untuk menyeimbangkan antara performa pendinginan dan efisiensi energi; selanjutnya, studi dapat meneliti pengaruh penggunaan bahan isolasi termal tambahan serta desain heatsink yang berbeda untuk meningkatkan penurunan suhu sambil mengurangi kebutuhan daya; terakhir, penting untuk menguji sistem pendingin berbasis TEC ini pada kondisi lingkungan yang beragam dan beban termal yang realistis, seperti penyimpanan vaksin atau makanan, guna menilai keandalan, skala, dan penerapan praktisnya dalam situasi dunia nyata.

  1. RANCANG BANGUN SISTEM THERMOELECTRIC COOLER MENJADI PENDINGIN RUANGAN DENGAN DAMPAK TERHADAP PENGGUNAAN... journal.eng.unila.ac.id/index.php/jitet/article/view/4686RANCANG BANGUN SISTEM THERMOELECTRIC COOLER MENJADI PENDINGIN RUANGAN DENGAN DAMPAK TERHADAP PENGGUNAAN journal eng unila ac index php jitet article view 4686
  2. INVESTIGASI EKSPERIMENTAL PERFORMA SISTEM PENDINGIN MULTI-TERMOELEKTRIK DENGAN KONFIGURASI TERMAL SERI... jurnal.polindra.ac.id/index.php/jtt/article/view/427INVESTIGASI EKSPERIMENTAL PERFORMA SISTEM PENDINGIN MULTI TERMOELEKTRIK DENGAN KONFIGURASI TERMAL SERI jurnal polindra ac index php jtt article view 427
  3. RANCANG BANGUN AIR COOLER DENGAN MENGGUNAKAN MODUL TERMOELEKTRIK PELTIER TYPE TEC-12706 | Jurnal Pendidikan... ejournal.undiksha.ac.id/index.php/JPTM/article/view/26516RANCANG BANGUN AIR COOLER DENGAN MENGGUNAKAN MODUL TERMOELEKTRIK PELTIER TYPE TEC 12706 Jurnal Pendidikan ejournal undiksha ac index php JPTM article view 26516
Read online
File size318.95 KB
Pages4
DMCAReport

Related /

ads-block-test