UNIRA MALANGUNIRA MALANG

Journal of Governance InnovationJournal of Governance Innovation

Dalam menghadapi kemacetan di Kota Malang pemerintah telah menerapkan kebijakan-kebijakan seperti pengadaan bus sekolah, rekayasa lalu lintas, dan penataan lahan parkir. Penelitian ini berfokus pada bagaimana kebijakan pemerintah Kota Malang dalam menangani kemacetan dalam sudut pandang Sound Governance dengan mengedepankan lima dimensi terkait yakni proses, struktur, organisasi dan institusi, kebijakan, dan internasional, penelitian ini bertujuan untuk meninjau kebijakan penanganan kemacetan di Kota Malang dalam kacamata Sound Government. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, dimana data primer bersumber dari wawancara dan observasi, sedang data skunder bersumber dari penelitian terdahulu serta dokumen pemerintah terkait. Sehingga ditemuakan hasil bahwasanya kebijakan penguraian kemacetan di Kota Malang belum sepenuhnya mengedepankan konsep sound governance yang Dimana dari kelima dimensi terdapat dimensi internasional yang belum terpenuhi sehingga diperlukan kolaborasi lebih lanjut dari berbagai sektor guna mendapatkan hasil yang sesuai harapan.

Penanganan kemacetan di Kota Malang membutuhkan perhatian intensif dan kebijakan kolaboratif yang melibatkan banyak pihak, termasuk peran internasional melalui kerja sama bilateral dan investasi untuk memperkuat sistem transportasi.Diperlukan penguatan regulasi pembangunan serta penataan kawasan strategis guna mencegah munculnya titik kemacetan baru.Meskipun pemerintah telah mengimplementasikan prinsip sound governance pada beberapa dimensi, kurangnya kebijakan yang mengintegrasikan aspek internasionalisasi mengakibatkan dampak kebijakan kurang optimal.

Penelitian lanjutan dapat menguji bagaimana integrasi kebijakan transportasi Kota Malang dengan standar internasional mempengaruhi efektivitas pengurangan kemacetan, misalnya dengan membandingkan indikator kepadatan lalu lintas sebelum dan sesudah adopsi praktik global. Selanjutnya, studi komparatif antara model kolaborasi antar‑sektor (pemerintah, swasta, masyarakat) dalam penataan lahan parkir dan pengembangan transportasi umum dapat mengidentifikasi faktor kunci keberhasilan yang dapat direplikasi di kota lain. Penelitian lain dapat mengembangkan model simulasi dinamis untuk mengevaluasi dampak peningkatan layanan transportasi publik, seperti bus rapid transit atau LRT, terhadap perilaku pilihan moda perjalanan warga Malang. Analisis biaya‑manfaat yang melibatkan investor domestik dan asing pada proyek infrastruktur transportasi dapat memberikan rekomendasi kebijakan investasi yang berkelanjutan dan berorientasi pada kesejahteraan publik. Kajian longitudinal mengenai persepsi masyarakat terhadap kebijakan sound governance selama periode lima tahun dapat mengungkap perubahan tingkat kepuasan dan partisipasi publik dalam proses perencanaan transportasi. Akhirnya, penelitian tindakan (action research) yang melibatkan komunitas lokal dalam perancangan dan implementasi program mobilitas berkelanjutan dapat menghasilkan solusi praktis yang sekaligus memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.

  1. Vol 2, No 2 (2017). vol oktober table contents artikel analisis produksi jeruk pamelo madu bageng pati... jurnal.untidar.ac.id/index.php/REP/issue/view/61Vol 2 No 2 2017 vol oktober table contents artikel analisis produksi jeruk pamelo madu bageng pati jurnal untidar ac index php REP issue view 61
  2. Road traffic congestion in the developing world | Proceedings of the 2nd ACM Symposium on Computing for... doi.org/10.1145/2160601.2160616Road traffic congestion in the developing world Proceedings of the 2nd ACM Symposium on Computing for doi 10 1145 2160601 2160616
  3. ANALISIS DAMPAK EKONOMI DAN SOSIAL AKIBAT KEMACETAN LALU LINTAS DI JALAN RAYA BOGOR-JAKARTA | Tamara... doi.org/10.31002/rep.v2i3.529ANALISIS DAMPAK EKONOMI DAN SOSIAL AKIBAT KEMACETAN LALU LINTAS DI JALAN RAYA BOGOR JAKARTA Tamara doi 10 31002 rep v2i3 529
Read online
File size869.45 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test