IDEREACHIDEREACH
Journal of Social ContemplativaJournal of Social ContemplativaPenelitian ini bertujuan untuk mengkaji dinamika kebijakan pembangunan desa berkelanjutan di Indonesia selama satu dekade terakhir, khususnya sejak diberlakukannya Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa hingga masa RPJMN 2020–2024. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi literatur terhadap dokumen kebijakan nasional, peraturan perundang-undangan, serta publikasi akademik dan institusional yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi pergeseran paradigma pembangunan desa dari pendekatan fisik ke arah yang lebih mendalam dan berkelanjutan, terutama melalui penerapan konsep SDGs Desa. Namun, pelaksanaan di tingkat desa masih menghadapi tantangan besar, seperti rendahnya kapasitas kelembagaan, lemahnya sistem monitoring dan evaluasi, serta fragmentasi regulasi antar kementerian. Selain itu, masih terdapat kesenjangan antara perencanaan kebijakan dan kondisi riil masyarakat desa, terutama dalam aspek lingkungan dan ekonomi berkelanjutan. Penelitian ini merekomendasikan penguatan kapasitas lokal, harmonisasi kebijakan lintas sektor, dan sistem evaluasi berbasis indikator keberlanjutan agar prinsip pembangunan berkelanjutan benar-benar terwujud di tingkat desa.
Penelitian ini menunjukkan bahwa dalam kurun waktu satu dekade terakhir (2015–2025), kebijakan nasional terkait pembangunan desa di Indonesia telah mengalami perkembangan yang signifikan menuju arah yang lebih berkelanjutan.Sejak diberlakukannya Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, pemerintah telah memberikan perhatian besar terhadap penguatan otonomi desa, pembangunan berbasis potensi lokal, dan pelibatan masyarakat secara partisipatif.Integrasi prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan mulai tampak secara lebih eksplisit melalui dokumen perencanaan nasional seperti RPJMN, serta regulasi teknis seperti Permendes tentang prioritas penggunaan dana desa.Salah satu capaian penting adalah hadirnya SDGs Desa yang menjadi kerangka kerja nasional dalam mengarahkan pembangunan desa secara lebih komprehensif dan kontekstual.SDGs Desa memberikan acuan bagi desa untuk mengembangkan kebijakan yang tidak hanya fokus pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menekankan keadilan sosial, pelestarian lingkungan, serta penguatan kelembagaan lokal.Namun demikian, hasil studi juga menegaskan bahwa implementasi kebijakan pembangunan desa berkelanjutan masih menghadapi berbagai tantangan.Rendahnya kapasitas sumber daya manusia dan kelembagaan di tingkat desa, kurangnya sistem evaluasi yang menyeluruh, serta tumpang tindih regulasi antarkementerian menjadi hambatan yang terus berulang.Di sisi lain, upaya penguatan kelembagaan seperti pengembangan Indeks Desa Membangun dan digitalisasi data desa menjadi langkah positif yang perlu diperluas dan diperkuat.Kebijakan nasional telah memberikan fondasi yang cukup kuat bagi pembangunan desa berkelanjutan.Namun, untuk mewujudkan desa-desa yang benar-benar berdaya, lestari, dan inklusif, diperlukan komitmen jangka panjang dari pemerintah pusat maupun daerah untuk menyelaraskan regulasi, memperkuat kapasitas desa, serta membangun sistem evaluasi pembangunan yang lebih partisipatif dan berbasis bukti.Tanpa penguatan pada aspek implementasi, keberlanjutan pembangunan desa berisiko menjadi sekadar wacana normatif tanpa dampak nyata bagi masyarakat desa.
Untuk melanjutkan penelitian ini, ada beberapa saran yang dapat dipertimbangkan. Pertama, perlu dilakukan evaluasi lebih mendalam terhadap efektivitas implementasi kebijakan pembangunan desa berkelanjutan di tingkat desa. Penelitian ini dapat fokus pada studi kasus di beberapa desa yang mewakili berbagai kondisi, seperti desa dengan kapasitas kelembagaan yang kuat dan desa dengan keterbatasan sumber daya. Dengan demikian, dapat diidentifikasi tantangan dan peluang yang spesifik bagi setiap desa dalam mencapai pembangunan berkelanjutan. Kedua, penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi peran dan kontribusi masyarakat desa dalam proses perencanaan dan implementasi kebijakan. Partisipasi masyarakat adalah kunci dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan. Penelitian ini dapat menganalisis bagaimana partisipasi masyarakat dapat ditingkatkan dan bagaimana peran mereka dapat dimaksimalkan dalam proses pembangunan desa. Ketiga, penelitian juga dapat mengkaji lebih lanjut tentang harmonisasi kebijakan lintas sektor. Koordinasi yang efektif antara kementerian dan lembaga terkait adalah penting untuk memastikan bahwa kebijakan pembangunan desa berkelanjutan dapat dilaksanakan secara konsisten dan terintegrasi. Dengan demikian, penelitian ini dapat mengusulkan strategi dan mekanisme untuk meningkatkan harmonisasi kebijakan lintas sektor, sehingga pembangunan desa dapat berjalan dengan lebih efektif dan efisien.
| File size | 506.73 KB |
| Pages | 9 |
| DMCA | Report |
Related /
RESCOLLACOMMRESCOLLACOMM Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian pustaka yang berfokus pada analisis kebijakan Outcome-Based Education dalam lembagaStudi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian pustaka yang berfokus pada analisis kebijakan Outcome-Based Education dalam lembaga
UMBERAUUMBERAU Untuk mencapai tujuan pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, diperlukan perbaikan tata kelola yang lebih partisipatif, integratif, dan responsifUntuk mencapai tujuan pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, diperlukan perbaikan tata kelola yang lebih partisipatif, integratif, dan responsif
UMTSUMTS Pemberdayaan mantan sopir angkot yang dilakukan oleh Dinas Perhubungan Kota Surabaya melalui program transportasi feeder Wira-Wiri Suroboyo telah berjalanPemberdayaan mantan sopir angkot yang dilakukan oleh Dinas Perhubungan Kota Surabaya melalui program transportasi feeder Wira-Wiri Suroboyo telah berjalan
APPISIAPPISI Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus untuk memperoleh pemahaman mendalam mengenai fenomena yang diteliti.Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus untuk memperoleh pemahaman mendalam mengenai fenomena yang diteliti.
SAINTISPUBSAINTISPUB Konsep-konsep matematika dapat dikaitkan dengan nilai-nilai Islam, seperti kejujuran dalam statistik, istiqamah dalam garis lurus, atau keadilan dalamKonsep-konsep matematika dapat dikaitkan dengan nilai-nilai Islam, seperti kejujuran dalam statistik, istiqamah dalam garis lurus, atau keadilan dalam
STIESASTIESA Tiga faktor utama yaitu partisipasi pemilik usaha, kekuatan pasar kompetitif, dan peniruan memiliki hubungan positif dan signifikan secara statistik terhadapTiga faktor utama yaitu partisipasi pemilik usaha, kekuatan pasar kompetitif, dan peniruan memiliki hubungan positif dan signifikan secara statistik terhadap
PENERBITPENERBIT Dalam konteks pertahanan maritim, kesiapan unsur-unsur armada merupakan faktor yang sangat vital. Komando Armada II (Koarmada II), sebagai salah satu komandoDalam konteks pertahanan maritim, kesiapan unsur-unsur armada merupakan faktor yang sangat vital. Komando Armada II (Koarmada II), sebagai salah satu komando
UMNUUMNU Berdasarkan hasil dan pembahasan menunjukkan bahwa peserta pelatihan masih mengalami kendala dalam melakukan publikasi artikel ilmiah. Berdasarkan diskusiBerdasarkan hasil dan pembahasan menunjukkan bahwa peserta pelatihan masih mengalami kendala dalam melakukan publikasi artikel ilmiah. Berdasarkan diskusi
Useful /
IJNMSIJNMS Lansia harus mampu melakukan Kegiatan Sehari-hari (ADL) dan rutin menghadiri pos kesehatan lansia (Posyandu) serta berinteraksi secara sosial dengan masyarakatLansia harus mampu melakukan Kegiatan Sehari-hari (ADL) dan rutin menghadiri pos kesehatan lansia (Posyandu) serta berinteraksi secara sosial dengan masyarakat
APPISIAPPISI Hasil analisis sensoris menunjukkan bahwa sampel B unggul dalam aroma, rasa, dan penilaian keseluruhan, sementara sampel A memiliki warna terbaik, danHasil analisis sensoris menunjukkan bahwa sampel B unggul dalam aroma, rasa, dan penilaian keseluruhan, sementara sampel A memiliki warna terbaik, dan
IDEREACHIDEREACH Integrasi teknologi modern dengan pendekatan partisipatif memiliki potensi untuk memperkuat tata kelola dan mendukung upaya pemberantasan korupsi secaraIntegrasi teknologi modern dengan pendekatan partisipatif memiliki potensi untuk memperkuat tata kelola dan mendukung upaya pemberantasan korupsi secara
UMKUNINGANUMKUNINGAN Setiap dongeng memuat alur yang sama yaitu eksposisi, komplikasi, dan resolusi. Penokohan dalam setiap dongeng mengandung tokoh, watak beserta cara penyampaianSetiap dongeng memuat alur yang sama yaitu eksposisi, komplikasi, dan resolusi. Penokohan dalam setiap dongeng mengandung tokoh, watak beserta cara penyampaian