STIESASTIESA

ACCRUALS (Accounting Research Journal of Sutaatmadja)ACCRUALS (Accounting Research Journal of Sutaatmadja)

Teknik evaluasi kinerja dalam penelitian ini bertujuan untuk menemukan faktor-faktor yang mendorong penerapan teknik evaluasi kinerja pada usaha kecil dan menengah (UKM) di industri peternakan Indonesia. Penelitian ini menguji hubungan antara tiga faktor kelembagaan (Imitasi, Paksaan, dan Normalitas), empat faktor kontingensi (Kekuatan pasar kompetitif, Partisipasi pemilik usaha, Teknologi maju, dan Kualifikasi akuntan) terhadap penerapan teknik evaluasi kinerja. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan menyebarkan kuesioner kepada 129 responden. Data dianalisis menggunakan program SPSS. Hasil menunjukkan hubungan yang signifikan secara statistik antara Kekuatan pasar kompetitif, Partisipasi pemilik usaha, dan Imitasi terhadap penerapan teknik evaluasi kinerja. Pemilik usaha, tekanan pasar kompetitif, dan peniruan merupakan faktor-faktor penting yang berhubungan positif dengan penerapan teknik evaluasi kinerja di UKM peternakan Indonesia. Pemerintah perlu mengeluarkan kebijakan yang mendukung dan mendorong pemilik usaha untuk menerapkan teknik evaluasi kinerja secara aktif dalam kegiatan bisnis mereka.

Tiga faktor utama yaitu partisipasi pemilik usaha, kekuatan pasar kompetitif, dan peniruan memiliki hubungan positif dan signifikan secara statistik terhadap penerapan teknik evaluasi kinerja pada UKM industri peternakan di Indonesia.Faktor-faktor lain seperti paksaan, normalitas, teknologi maju, dan kualifikasi akuntan belum menunjukkan hubungan yang signifikan.Semakin fluktuatif lingkungan bisnis, semakin besar kebutuhan UKM untuk menerapkan sistem evaluasi kinerja yang komprehensif.

Pertama, perlu dilakukan penelitian tentang bagaimana pelatihan berkelanjutan bagi pemilik usaha dapat meningkatkan penerapan sistem evaluasi kinerja, khususnya dalam menghadapi persaingan pasar yang semakin ketat. Kedua, perlu dikaji lebih dalam mengapa teknologi maju belum berdampak signifikan, dengan studi yang mengeksplorasi kesiapan digital dan hambatan adopsi teknologi di kalangan UKM peternakan. Ketiga, penelitian lanjutan dapat menguji peran universitas dan lembaga pendidikan dalam memperkenalkan metode evaluasi kinerja modern kepada akuntan muda, untuk melihat apakah perubahan kurikulum dapat mengatasi keterbatasan normalitas institusional. Penelitian-penelitian ini dapat memberikan gambaran lebih lengkap tentang hambatan sistemik dan peluang intervensi kebijakan. Pendekatan kualitatif seperti studi kasus mendalam atau wawancara terbuka dengan pemilik dan akuntan UKM dapat melengkapi temuan kuantitatif sebelumnya. Selain itu, membandingkan temuan di sektor peternakan dengan sektor lain seperti pertanian atau manufaktur ringan bisa mengungkap perbedaan kontekstual yang relevan. Fokus pada pelibatan pemerintah daerah dalam fasilitasi pelatihan juga bisa menjadi arah baru. Penelitian dapat menguji efektivitas program insentif atau pendampingan teknis dalam mendorong adopsi sistem evaluasi. Dengan memahami dinamika mikro ini, kebijakan yang lebih tepat sasaran dan relevan dapat dirancang untuk mendukung UKM di sektor strategis. Temuan dari studi-studi lanjutan tersebut dapat digunakan untuk membangun model penerapan evaluasi kinerja yang adaptif terhadap kondisi lokal.

Read online
File size272.6 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test