UNIKOMUNIKOM

Telekontran : Jurnal Ilmiah Telekomunikasi, Kendali dan Elektronika TerapanTelekontran : Jurnal Ilmiah Telekomunikasi, Kendali dan Elektronika Terapan

Distance Meaasuring Equipment (DME) merupakan salah satu peralatan navigasi penerbangan yang berfungsi untuk memberikan panduan jarak kepada pesawat terhadap bandara yang akan dituju. Kondisi setiap peralatan yang digunakan dalam penerbangan perlu dipastikan selalu dalam keadaan normal dengan melakukan pemeliharaan sesuai prosedur. Tingginya kompleksitas dan presisi dalam pemeliharaan dapat mempengaruhi kemampuan mengingat atau beban kognitif seorang teknisi. Tujuan dari penelitian ini adalah merancang prosedur pemeliharaan DME melalui media visualiasi dalam bentuk aplikasi Augmented Reality untuk meningkatkan efektivitas kegiatan pemeliharaan bagi teknisi. Penelitian ini menggunakan menggunakan metode prototype dengan untuk merancang aplikasi Augmented Reality DME yang sesuai dengan kebutuhan pengguna. Informasi yang ditampilkan yaitu pemeriksaan indikator, pengukuran fasilitas penunjang dan pembacaan nilai parameter DME. Pengguna dapat mengakses prosedur pemeliharaan DME melalui perangkat android. Hasil evaluasi aplikasi Augmented Reality DME menggunakan pengujian Functional suitability didapatkan bahwa semua fitur atau menu dapat beroperasi dengan baik tanpa error. Dengan demikian, aplikasi ini dapat digunakan untuk membantu teknisi dalam meningkatkan efektivitas prosedur pemeliharaan DME Merek Thales 435.

Penelitian menunjukkan bahwa aplikasi Augmented Reality untuk prosedur pemeliharaan front panel DME dapat dirancang dengan metode prototype, mencakup fitur Daily Maintenance, Weekly Maintenance, dan Read Monitor Parameter, serta menggunakan Unity, Vuforia, dan SketchUp Pro.Pengujian fungsional, sudut, dan jarak menunjukkan semua menu dan fitur berfungsi baik pada perangkat Android, memberikan panduan penggunaan yang efektif.Dengan visualisasi AR, proses pemeliharaan DME menjadi lebih efektif, memudahkan teknisi mengakses prosedur secara praktis melalui smartphone.

Penelitian selanjutnya dapat menguji sejauh mana aplikasi Augmented Reality meningkatkan efisiensi pemeliharaan dibandingkan dengan prosedur konvensional yang masih mengandalkan manual book, dengan merancang percobaan terkontrol yang melibatkan teknisi berpengalaman dan novice, kemudian mengukur beban kognitif menggunakan skala NASA‑TLX, waktu penyelesaian setiap tahap pemeliharaan, serta tingkat kesalahan atau kegagalan prosedural pada kedua metode. Selain itu, penting untuk memperluas cakupan aplikasi dengan mengembangkan modul AR tidak hanya untuk front panel DME tipe Thales 435, tetapi juga untuk peralatan navigasi lain seperti VOR, ILS, dan ADS‑B, serta menyesuaikannya pada platform iOS selain Android, sehingga dapat dievaluasi kemampuan skalabilitas, interoperabilitas, dan konsistensi tampilan visual pada berbagai perangkat seluler. Selanjutnya, penelitian dapat menyelidiki penerapan algoritma pembelajaran adaptif yang secara dinamis menyesuaikan tingkat kompleksitas petunjuk AR berdasarkan profil keahlian teknisi, misalnya dengan menyediakan penjelasan tambahan bagi pengguna baru dan opsi ringkas bagi yang berpengalaman, kemudian menilai dampaknya terhadap waktu pelatihan, retensi pengetahuan, dan frekuensi kesalahan selama operasi pemeliharaan. Dengan menjawab tiga pertanyaan penelitian tersebut, diharapkan teknologi AR dapat terbukti lebih unggul secara ilmiah, memperluas aplikasi praktisnya, dan memberikan dasar kebijakan bagi industri penerbangan untuk mengadopsi solusi berbasis realitas tertambah.

Read online
File size469.86 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test