UMBERAUUMBERAU

ECO-BUILD; Economy Bring Ultimate Information All About Development JournalECO-BUILD; Economy Bring Ultimate Information All About Development Journal

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas kebijakan pemerintah daerah dalam mendorong pembangunan ekonomi berkelanjutan melalui pengembangan ekowisata di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Kabupaten Berau dikenal memiliki potensi besar dalam sektor ekowisata, terutama dengan keberadaan destinasi unggulan seperti Kepulauan Derawan dan Kampung Labuan Cermin. Pemerintah daerah telah mengadopsi sejumlah kebijakan strategis dalam dokumen seperti RIPPDA dan RPJMD untuk mengembangkan ekowisata yang berkelanjutan. Namun, efektivitas kebijakan tersebut masih menjadi pertanyaan, terutama dalam hal implementasi, pemerataan manfaat, dan pelestarian lingkungan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, studi dokumen kebijakan, serta observasi lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun kebijakan telah menunjukkan arah yang sesuai dengan prinsip pembangunan berkelanjutan, pelaksanaannya masih menghadapi tantangan. Keterlibatan masyarakat lokal belum merata, aspek konservasi lingkungan masih lemah, dan koordinasi antar-stakeholder masih belum optimal. Analisis menggunakan teori kebijakan publik, teori pembangunan berkelanjutan, dan teori ekowisata menunjukkan bahwa kebijakan yang telah ada cenderung bersifat normatif dan belum cukup efektif dalam mencapai tujuan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan. Dengan demikian, diperlukan perbaikan tata kelola, peningkatan kapasitas masyarakat lokal, serta mekanisme evaluasi dan pengawasan yang lebih baik agar kebijakan ekowisata di Kabupaten Berau benar-benar dapat mendorong pembangunan ekonomi yang berkelanjutan dan berkeadilan.

Penelitian ini menunjukkan bahwa kebijakan pemerintah daerah Kabupaten Berau dalam pengembangan ekowisata telah menunjukkan arah yang mendukung pembangunan ekonomi berkelanjutan, terutama melalui regulasi dan program strategis.Namun, efektivitas kebijakan tersebut masih belum optimal, terutama karena adanya kelemahan koordinasi antar-stakeholder, keterbatasan kapasitas sumber daya manusia lokal, serta kurangnya sistem evaluasi dan pengawasan yang memadai.Untuk mencapai tujuan pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, diperlukan perbaikan tata kelola yang lebih partisipatif, integratif, dan responsif terhadap kebutuhan lokal serta tantangan lingkungan.

Berdasarkan temuan penelitian, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan studi mendalam mengenai faktor-faktor yang menghambat partisipasi aktif masyarakat lokal dalam pengelolaan ekowisata, termasuk analisis terhadap sistem nilai, pengetahuan, dan keterampilan yang dibutuhkan. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan model tata kelola ekowisata yang adaptif dan responsif terhadap perubahan lingkungan dan sosial-ekonomi, dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan secara aktif. Ketiga, penting untuk mengeksplorasi potensi pemanfaatan teknologi digital dalam meningkatkan efisiensi dan transparansi pengelolaan ekowisata, serta memperluas jangkauan promosi dan pemasaran destinasi wisata Berau. Dengan menggabungkan ketiga saran ini, diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi kebijakan yang lebih komprehensif dan berkelanjutan untuk mendukung pengembangan ekowisata di Kabupaten Berau, sehingga memberikan manfaat ekonomi yang merata bagi masyarakat lokal, sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.

Read online
File size460.92 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test