UMKUNINGANUMKUNINGAN

Just a moment...Just a moment...

Penelitian ini didasari oleh keingintahuan bagaimana dan dengan cara apa seorang pengarang mampu menghasilkan sebuah karya yang memuaskan bagi pembaca. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori M.H Abrams dan konsep Isnéndés mengenai faktor-faktor mental yang mempengaruhi karyanya, yaitu; kontemplasi, spontanitas, intuisi, pengalaman, intelegensi, integrasi, kapribadian, émosi, konsep seni, kakuatan batin, imajinasi, dan rasa. Sumber data yang digunakan adalah kumpulan cerpen yang berjudul Nganjang ka Pagéto karya H.D Bastaman. Metode dan teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif, teknik kepustakaan, dan studi dokumentasi, sedangkan analisisnya menggunakan penelitian kualitatif. Instrumen yang digunakan terbagi menjadi dua, yaitu instrumen untuk mengumpulkan data dan instrumen untuk mengolah data. Hasil dari penelitian ini yaitu unsur ekspresif dan prosés kréatif Bastaman, dari ekspresivitas Bastaman membawakan kesederhanaan dan memusatkan pembaca kepada tokoh dalam memperlihatkan keadaan masyarakat sekitar, juga menceritakan aspek psikologis tokoh dalam setiap carponnya. Dari proses kreatifnya terlihat bahwa dasar pemikiran Bastaman adalah pengalaman, seterusnya diproses dan diolah agar berwujud cerita dan ditambah fantasi melewati imajinasi Bastaman. Buku kumpulan cerpen yang ditulis H.D Bastaman termasuk karya yang tinggi akan nilainya, karena banyak nilai-nilai psikologis, nilai kehidupan, dan nilai sosial masyarakat. Dari hasil penelitian ini kita mengetahui bahwa hasil karya sastra banyak dipengaruhi oleh aspek pengarang dan lingkungan sekitarnya.

Penelitian ini mempunyai tujuan untuk mencari proses kreatif dan kajian ekspresif H.D Bastaman pada saat mengarang buku “Nganjang ka Pagéto (Pergi ke Masa Datang).Utamanya unsur-unsur ekspresif penulis buku kumpulan cerpen “Nganjang ka Pagéto (Pergi ke Masa Datang) serta Teknik proses kreatif penulis.Penelitian ini menggunakan metode deskriptif, dan menggunakan Teknik studi pustaka, wawancara dan dokumentasi.Tiori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu proses kreatif dan kajian ekspresif M.Dari hasil penelitian, menemukan unsur-unsru ekspresif H.spontanitas, intelegensi, intuisi, kontémplasi, pangalaman, integrasi, kapribadian, emosi, konsep seni, kakuatan batin, imajinasi, dan rasa.Unsur-unsur tersebut jadi bahan proses kreatif penulis dalam menyusun karyanya.Kontemplasi Bastaman terlihat dari keadaan masyarakat yang sederhana dan memusatkan pembaca terhadap tokoh denga menggunakan kata Kuring.Spontaninas Bastaman terlihat setiap dari nama-nama pelaku pada cerpennya, ditambah keadaan-keadaan setiap sederhana keadaan masyarakat memperlihatkan sekitarnya.Intuisi Bastaman memberikan bantuan setiap dalam menceritakan certinya, karena hampir setiap cerita terkait sosial dan psikologi manusia.D Bastaman terlihat dalam setiap cerpennya, karena memang Bastaman lah yang banyak mengalami kejadiannya sewaktu belum pension dari Pendidikan tinggi, selain dari dua cerpennya yang mengambil dari pengalaman kakak dan pasiennya sewaktu jadi psikolog.Intelegensi Bastaman pun mempengaruhi dan terlihat dalam buku ini, latar belakang dirinya sebagai psikolog mempengaruhi tiap cerpennya.Integritas Bastaman terlihat dari telatennya Bastaman menyesuaikan dirinya setiap cerpennya.Kepribadiannya pun terlihat dalam setiap alu cerita, kesederhanaan hidup, santun, dan pintar.Dari rasa dan emosi Bastaman yang terlihat pada setiap cerpennya berbeda karena setiap cerpen memiliki ide cerita yang tidak sama, latar belakang sosial yang sederhana memperlihatkan keunggulan Bastaman dalam memperlihatkannya.Dalam konsep seni Bastaman tidak banyak menggunakan gaya bahasa, hal itu karena latar belakang Bastaman selaku pelaku akademis yang biasa menulis non fiksi.Selaku orang yang mengalami kejadian setiap cerpennya, wajar bila dalam buku kumpulan cerita ini mempunyai kekuatan batin dan sikap lebih subjektif.Imajinasi Bastaman banyak menjadikan sosial yang pengalaman masyarakat ditambah fantasi jadi cerita-cerita yang luar biasa dalam buku “Nganjang ka Pagéto (Pergi ke Masa Datang).

Penelitian lanjutan dapat dilakukan dengan menganalisis perbandingan proses kreatif H.D Bastaman dengan penulis cerpen Sunda lainnya untuk melihat keunikan dan kesamaan dalam ekspresi sastra. Selain itu, penelitian bisa fokus pada dampak penggunaan bahasa lokal dalam cerita terhadap pemahaman pembaca tentang nilai-nilai budaya dan sosial. Terakhir, penelitian dapat mengeksplorasi hubungan antara pengalaman pribadi penulis dengan tema psikologis dalam karya sastra Sunda, khususnya dalam konteks modernisasi masyarakat saat ini.

  1. Hubungan Kemampuan Berpikir Kreatif dengan Kemampuan Menulis Cerpen (Studi Korelasional pada Siswa SMA... doi.org/10.30998/sap.v1i3.1180Hubungan Kemampuan Berpikir Kreatif dengan Kemampuan Menulis Cerpen Studi Korelasional pada Siswa SMA doi 10 30998 sap v1i3 1180
Read online
File size358.97 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test