UBBGUBBG

Jurnal PenjaskesrekJurnal Penjaskesrek

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan: 1) perbedaan pengaruh antara Gaya Mengajar Praktik dan Gaya Mengajar Inklusif terhadap hasil belajar dribbling sepakbola; 2) perbedaan pengaruh antara tingkat motivasi tinggi dan rendah terhadap hasil belajar dribbling sepakbola; 3) adanya interaksi antara gaya mengajar dan motivasi terhadap hasil belajar dribbling sepakbola. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan desain faktorial 2 × 2. Populasi penelitian terdiri dari 175 siswa, sedangkan sampel yang diambil sebanyak 44 siswa dengan teknik purposive sampling, terdiri atas 22 siswa dengan motivasi tinggi dan 22 siswa dengan motivasi rendah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada pre‑test dribbling menggunakan Gaya Mengajar Praktik, rata‑rata skor pre‑test sebesar 62,70, sedangkan pada post‑test rata‑rata skor meningkat menjadi 85,23 (peningkatan 22,53 poin). Pada Gaya Mengajar Inklusif, rata‑rata skor pre‑test sebesar 62,72 dan post‑test sebesar 82,98 (peningkatan 20,25 poin).

Secara umum, gaya mengajar Praktik dan motivasi siswa terbukti menjadi variabel yang signifikan memengaruhi peningkatan hasil belajar dribbling dalam permainan sepakbola.Meskipun gaya mengajar Inklusif menawarkan pendekatan pembelajaran yang menyenangkan, efektivitasnya lebih rendah dibandingkan gaya Praktik, terutama pada siswa dengan motivasi tinggi.Oleh karena itu, guru perlu memperhatikan faktor motivasi dan mempertimbangkan penerapan gaya mengajar yang sesuai, seperti gaya Praktik, untuk mengoptimalkan hasil belajar dribbling pada siswa SMA.

Penelitian selanjutnya dapat menyelidiki efek kombinasi gaya mengajar Praktik dan Inklusif (model blended) terhadap peningkatan kemampuan dribbling pada siswa dengan tingkat motivasi yang berbeda, sehingga dapat mengidentifikasi strategi pengajaran yang paling efektif. Selain itu, penting untuk mengevaluasi retensi jangka panjang keterampilan dribbling setelah penerapan intervensi gaya mengajar dan motivasi selama satu semester atau lebih, guna mengetahui seberapa lama manfaat yang diperoleh tetap bertahan. Penelitian juga dapat menguji penggunaan media pembelajaran digital berbasis game untuk meningkatkan motivasi intrinsik siswa serta memperoleh peningkatan yang signifikan dalam keterampilan dribbling dibandingkan metode konvensional. Sebagai variabel tambahan, faktor lingkungan sekolah seperti dukungan fasilitas dan kebijakan kebugaran dapat dimasukkan dalam model analisis untuk menilai kontribusi mereka terhadap hasil belajar dribbling. Dengan mengeksplorasi pertanyaan-pertanyaan tersebut, studi lanjutan diharapkan dapat memberikan panduan praktis bagi pendidik dalam merancang program pengajaran fisik yang adaptif, motivasional, dan berkelanjutan.

  1. Students’ Motivation In Learning Physical Education Using The Game-Based Method | Medical : Jurnal... doi.org/10.69836/medical-jkk.v2i1.296StudentsAo Motivation In Learning Physical Education Using The Game Based Method Medical Jurnal doi 10 69836 medical jkk v2i1 296
  2. The effect of teaching style on affective and cognitive motivation in physical education | Jurnal Keolahragaan.... journal.uny.ac.id/index.php/jolahraga/article/view/41399The effect of teaching style on affective and cognitive motivation in physical education Jurnal Keolahragaan journal uny ac index php jolahraga article view 41399
  3. Estudio de salud y condición física de jugadores de fútbol de Semarang: el papel... doi.org/10.47197/retos.v61.108184Estudio de salud y condiciyn fysica de jugadores de fytbol de Semarang el papel doi 10 47197 retos v61 108184
Read online
File size281.17 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test