UMKUNINGANUMKUNINGAN

Just a moment...Just a moment...

Artikel ini membahas tradisi Réak dan Bénjang Lugay Pusaka di Kampung CiJambé. Tujuan penelitian ini mengkaji nilai-nilai filosofis yang terkandung dalam kesenian tradisional Réak dan Bénjang Lugay Pusaka di Kampung Cijambé. Kesenian ini tidak hanya menjadi bentuk ekspresi budaya, tetapi juga sarana pelestarian kearifan lokal dan spiritualitas masyarakat setempat. Melalui pendekatan kualitatif dengan observasi langsung, wawancara mendalam, dan studi literatur, penelitian ini mengungkap bahwa Réak dan Bénjang memiliki nilai-nilai filosofis yang mencerminkan harmoni antara manusia, alam, dan Sang Pencipta. Kesenian ini juga menjadi media pendidikan moral, penguatan identitas budaya, serta pengikat solidaritas komunitas. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pelestarian budaya tradisional sekaligus memperkaya khazanah ilmu pengetahuan dalam bidang antropologi dan filsafat budaya.

Tradisi Réak dan Bénjang Lugay Pusaka bukan sekadar hiburan semata, melainkan cerminan dari nilai-nilai luhur budaya Sunda yang masih dilestarikan di Kampung Cijambé.Tradisi ini mengandung filosofi yang kaya, mulai dari gotong royong, kekompakan, hingga penghormatan terhadap leluhur.Selain itu, Réak dan Bénjang memiliki dimensi spiritual yang mencerminkan harmoni antara budaya lokal dan nilai-nilai agama.Kehadiran seni tradisional ini juga menjadi simbol identitas kolektif masyarakat setempat, menunjukkan nilai-nilai estetika, kreativitas, kerja keras, dan kesadaran.Pelestarian tradisi Reak dan Benjang berperan sebagai jembatan penghubung antara generasi tua dan muda, sekaligus memperkuat rasa kebersamaan dan kepribadian lokal di tengah arus modernisasi.

Penelitian lanjutan dapat menggali bagaimana media digital berdampak pada pelestarian Réak dan Bénjang di era modern, dengan membandingkan partisipasi generasi muda versus tua. Selain itu, penting untuk mengeksplorasi peran pendidikan formal dalam menyampaikan nilai-nilai filosofis kesenian ini kepada anak-anak, seperti melalui kurikulum sekolah atau pelatihan komunitas. Terakhir, peneliti bisa membandingkan struktur filosofis Réak dan Bénjang dengan kesenian tradisional daerah lain di Indonesia untuk melihat kesamaan atau perbedaan dalam menggambarkan harmoni manusia, alam, dan spiritualitas.

Read online
File size1 MB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test