UMKUNINGANUMKUNINGAN

Just a moment...Just a moment...

Sejarah Artikel: Diterima : 20-12-2023 Direvisi : 04-04-2024 Disetujui : 05-04-2024 Dipublikasik : 30-04-2024 Latar belakang dari penelitian ini adalah adanya keharmonisasian tata kelola sistem kemasyarakatan yang masih dilakukan di Kasepuhan Ciptagelar sampai saat ini. Oleh karena itu, penelitian ini mendeskripsikan 1) bagaimana pemimpin kasepuhan mengelola kasepuhan dan pemerintahannya, 2) tugas dan fungsi setiap rorokan, 3) hubungan antara rorokan adat dan kasepuhan. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode étnografis, dengan menggunakan pendekatan kualitatif yang mempunyai tujuan untuk meneliti keadaan, dengan cara langsung terjun ke dalam kehidupan masyarakat yang ditelitinya. Teknik yang digunakan yaitu tehnik observasi-partisipatif, wawancara, dan dokumentasi. Sumber data penelitian meliputi tiga hal, yaitu orang (person), tempat (place), dan kertas (paper). Hasil penelitian yang diperoleh ialah rorokan adat atau sistem kemasyarakatan Kasepuhan Ciptagelar meliputi Abah sebagai pemimpin Kasepuhan yang mempunyai kebijakan untuk mengatur seluruh aktivitas yang ada di Kasepuhan. Rorokan adat sebagai Barés Kolot yang menjalankan titipan kegiatan adat. Setiap rorokan mempunyai peran dan fungsinya masing-masing. Oleh karena itu, sistem kemasyarakatan diturunkan secara turun-temurun dari para leluhurnya yang dipadupadankan dengan perkembangan disetiap jaman, tanpa menghilangkan tatanan adat yang sudah digunakan. Tatanan adat ini mempunyai aturan husus yang tidak bisa dilanggar. Kesimpulan dari penelitian ini adalah suatu masyarakat, maupun masyarakat adat pada umumnya mempunyai struktur kemasyarakatan yang meliputi pemimpin dan warga masyarakat. Tidak hanya manusia yang mempunyai peran dan fungsinya masing-masing tapi seluruh benda yang diciptakan di dunia, termasuk pepohonan, hewan, tanah, air dan lainnya juga mempunyai peran dan fungsinya yang tidak bisa dihilangkan dan tertukar kegunaannya. Hal ini bisa dijadikan gambaran yang ada pada masyarakat dalam menjalankan kehidupan sehari-hari.

Suatu masyarakat, maupun masyarakat adat pada umumnya mempunyai struktur kemasyarakatan yang meliputi pemimpin dan warga masyarakat.Tidak hanya manusia yang mempunyai peran dan fungsinya masing-masing tapi seluruh benda yang diciptakan di dunia, termasuk pepohonan, hewan, tanah, air dan lainnya juga mempunyai peran dan fungsinya yang tidak bisa dihilangkan dan tertukar kegunaannya.Hal ini bisa dijadikan gambaran yang ada pada masyarakat dalam menjalankan kehidupan sehari-hari.

Penelitian lanjutan dapat fokus pada dampak modernisasi terhadap struktur tradisional rorokan di Kasepuhan Ciptagelar, seperti bagaimana teknologi informasi memengaruhi peran rorokan dalam pengelolaan sumber daya alam. Selain itu, penting untuk mengeksplorasi peran perempuan dalam sistem kemasyarakatan tradisional ini, terutama dalam konteks pertanian dan upacara adat, yang belum sepenuhnya dijelaskan dalam studi sebelumnya. Penelitian juga bisa membandingkan sistem rorokan di Kasepuhan Ciptagelar dengan komunitas adat lain di Indonesia untuk memahami keunikan dan kesamaan dalam struktur sosial tradisional. Dengan memperdalam aspek ini, penelitian lanjutan dapat memberikan wawasan lebih luas tentang adaptasi budaya dalam era globalisasi.

Read online
File size323.62 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test