UMCUMC

SOSFILKOM : Jurnal Sosial, Filsafat dan KomunikasiSOSFILKOM : Jurnal Sosial, Filsafat dan Komunikasi

Tujuan mengadakan penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak tentang relokasi pemukiman dari persepsi masyarakat terhadap pembangunan Waduk Jatigede dalam perspektif perubahan sosial pada di Desa Sukamenak, Kecamatan Darmaraja, Kabupaten Sumedang. serta faktor-faktor apa sajakah yang mempengaruhi timbulnya persepsi yang muncul di benak masyarakat yang terkena dampak pembangunan Waduk Jatigede. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus, dimana penelitian kualitatif bertujuan untuk meneliti pada kondisi objek alamiah serta mendapatkan pemahaman yang sifatnya umum, dan Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan teknik purposive sampling.. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa dampak pembangunan waduk jatigede di desa sukamenak secara umum persepsi tentang relokasi pemukiman warga terhadap arah perubahan sosial masyarakat desa sudah cukup sesuai dengan kriteria faktor penerimaan dalam teori persepsi. Umumnya konsep diri yang dimiliki oleh warga yang berada di daerah relokasi di desa sukamenak sangat baik dan positif. Begitu pula dengan nilai dan sikap, nilai dan sikap yang dimiliki warga desa sukamenak sangat menerima dan terbuka terhadap perubahan. Namun harapan dari warga masyarakat yang terkena dampak pembangunan waduk jatigede ini sangat tinggi, mereka sangat berharap agar pemerintah dapat memenuhi harapa dari warga masyarakat yang tinggal di daerah relokasi di desa sukamenak. Karena secara perbandingan, tempat tinggal mereka yang sekarang tidak lebih baik jika dibandingkan dengan tempat tinggal warga yang terkena dampak pembangunan waduk jatigede sebelumnya. Sadangkan variabel lain yaitu arah perubahan sosial lebih ke arah perubahan sosial yang kurang begitu baik (regresif), karena dari segi lokasi, daerah relokasi menjadi sulit terjangakau. Selain itu belum memadainya faktor akses pendukung seperti sarana prasarana maupun akses transportasi yang belum sepenuhnya sesuai harapan menjadi penilaiannya bahwa arah perubahan sosial lebih condong ke regresif bukan progresif. Berdasarkan kesimpulan studi, maka meningkatkan sarana maupun prasarana perlu dilakukan di daerah relokasi dengan program-program peningkatan dan pemberdayaan ekonomi namun pelaksanaannya tetap dikoordinatori oleh pemerintah.

Persepsi masyarakat terdampak relokasi Waduk Jatigede di Desa Sukamenak menunjukkan penerimaan yang cukup baik terhadap lingkungan baru serta nilai dan sikap yang positif, namun kondisi tempat tinggal dan lingkungan saat ini dinilai tidak lebih baik dari sebelumnya.Masyarakat kehilangan sumber mata pencarian dari pertanian dan berharap adanya dukungan untuk penghidupan layak di sektor ekonomi baru seperti pariwisata.Perubahan sosial yang terjadi lebih dominan mengarah ke kondisi regresif, terutama karena minimnya akses ke fasilitas umum dan pusat-pusat ekonomi, pemerintahan, dan pendidikan di daerah relokasi yang baru.

Penelitian lanjutan dapat mendalami dampak jangka panjang relokasi Waduk Jatigede terhadap perubahan sosial ekonomi masyarakat secara kuantitatif. Studi ini dapat mengukur bagaimana tingkat pendapatan, diversifikasi mata pencarian, dan tingkat kesejahteraan keluarga berubah setelah beberapa tahun relokasi, serta membandingkannya dengan data sebelum penggusuran atau dengan komunitas serupa yang tidak direlokasi. Pertanyaan penelitian bisa meliputi: Sejauh mana masyarakat terdampak berhasil beradaptasi dengan model ekonomi baru seperti pariwisata atau industri kecil, mengingat latar belakang mereka sebagai petani? Selain itu, penelitian selanjutnya juga perlu mengevaluasi efektivitas program pemberdayaan ekonomi dan pembangunan infrastruktur yang telah atau akan dilaksanakan oleh pemerintah di daerah relokasi. Penting untuk menganalisis apakah program-program tersebut mampu menciptakan lapangan kerja yang berkelanjutan dan memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, terutama dalam hal akses transportasi, fasilitas umum, dan ketersediaan air bersih. Terakhir, sebuah studi komparatif mengenai model partisipasi masyarakat dalam perencanaan dan pelaksanaan pembangunan di lokasi relokasi akan sangat berharga. Penelitian ini dapat mengidentifikasi bentuk-bentuk partisipasi efektif yang mampu memperkuat kemandirian komunitas dan memastikan bahwa kebijakan pembangunan benar-benar responsif terhadap kebutuhan dan aspirasi warga.

Read online
File size223.8 KB
Pages20
DMCAReport

Related /

ads-block-test