INTERNATIONALPUBLISHERINTERNATIONALPUBLISHER

Neo Journal of economy and social humanitiesNeo Journal of economy and social humanities

Studi ini bertujuan untuk menganalisis dampak pembangunan ekonomi dan kebijakan fiskal terhadap emisi CO2 di Indonesia. Dengan menggunakan data deret waktu dari tahun 2009 hingga 2019 yang mencakup 20 provinsi di Indonesia sebelum pandemi COVID-19, studi ini menganalisis data dengan pendekatan panel dinamis. Hasil menunjukkan bahwa dalam jangka pendek, Produk Regional Domestik Bruto (PDB) dan populasi memiliki pengaruh negatif terhadap emisi CO2, sedangkan dalam jangka panjang, PDB dan populasi memiliki efek positif terhadap emisi CO2. Dana Alokasi Umum (DAU) menunjukkan efek positif terhadap emisi CO2 dalam jangka pendek tetapi memiliki efek negatif dalam jangka panjang. Pengeluaran pendidikan memiliki efek negatif terhadap emisi CO2 dalam jangka pendek, sementara dalam jangka panjang, tidak memiliki pengaruh signifikan. Pengeluaran kesehatan menunjukkan tidak ada pengaruh terhadap emisi CO2 baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Investasi Asing Langsung (FDI) memiliki efek negatif terhadap emisi CO2 dalam kedua periode. Berdasarkan temuan ini, kebijakan yang perlu dipertimbangkan di masa depan adalah memperkuat kebijakan transfer Dana Alokasi Umum ke daerah yang lebih mendukung inisiatif lingkungan, serta mendorong investasi asing yang berfokus pada teknologi hijau dan berkelanjutan. Selain itu, alokasi dana untuk sektor pendidikan dapat diprioritaskan untuk pengembangan kebijakan yang mendukung pengurangan emisi CO2, sementara pengeluaran kesehatan dapat dialokasikan ke program yang mengintegrasikan keberlanjutan lingkungan.

Dalam jangka pendek, PDB dan populasi memiliki pengaruh negatif terhadap emisi CO2.Namun, dalam jangka panjang, PDB dan populasi memiliki pengaruh positif terhadap emisi CO2.Dana Alokasi Umum (DAU) memiliki efek positif terhadap emisi CO2 dalam jangka pendek tetapi efek negatif dalam jangka panjang.Pengeluaran pendidikan memiliki efek negatif terhadap emisi CO2 dalam jangka pendek, sementara pengeluaran kesehatan tidak memiliki pengaruh signifikan.FDI memiliki efek negatif terhadap emisi CO2 dalam kedua periode.Untuk mengurangi dampak negatif jangka panjang PDB dan pertumbuhan populasi terhadap emisi CO2, kebijakan yang mengutamakan energi terbarukan dan efisiensi energi perlu diperkuat.

Penelitian lanjutan dapat mengkaji efektivitas pemanfaatan Dana Alokasi Umum (DAU) dalam mengurangi emisi CO2 di berbagai provinsi Indonesia dengan pendekatan regional. Selain itu, perlu dilakukan analisis lebih mendalam tentang peran Investasi Asing Langsung (FDI) dalam mendukung teknologi hijau dan pengurangan emisi CO2. Terakhir, penelitian dapat mengembangkan model kebijakan pendidikan yang lebih terarah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang keberlanjutan lingkungan dan pengurangan emisi.

  1. Structuring economic incentives to reduce emissions from deforestation within Indonesia | PNAS. structuring... pnas.org/doi/full/10.1073/pnas.1109034109Structuring economic incentives to reduce emissions from deforestation within Indonesia PNAS structuring pnas doi full 10 1073 pnas 1109034109
  2. Nexus between Green Investment, Fiscal Policy, Environmental Tax, Energy Price, Natural Resources, and... doi.org/10.3390/su151813591Nexus between Green Investment Fiscal Policy Environmental Tax Energy Price Natural Resources and doi 10 3390 su151813591
  3.  . 0 mdpi.com/2071-1050/10/4/1047A 0 mdpi 2071 1050 10 4 1047
Read online
File size463.52 KB
Pages15
DMCAReport

Related /

ads-block-test