MALANGKOTAMALANGKOTA

PANGRIPTAPANGRIPTA

Desa Wisata Keramik Dinoyo merupakan pusat kerajinan penting di Kota Malang yang menghadapi dinamika produksi dan tantangan keberlanjutan pascaperekonomian. Penelitian ini bertujuan menganalisis pola produksi, kendala regenerasi pengrajin, serta peran komunitas dan institusi pariwisata dalam mendukung kelangsungan usaha keramik. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik triangulasi data (wawancara semi-struktur, observasi, dan dokumentasi). Hasil menunjukkan bahwa perekonomian lokal masih bergantung pada produksi dan penjualan keramik, tetapi terjadi penurunan jumlah pengrajin aktif, keterbatasan diversifikasi produk, dan adopsi digital marketing yang rendah. Temuan juga menunjukkan potensi wisata edukasi dan modal sosial komunitas sebagai aset, tetapi pemanfaatannya terhambat oleh regenerasi sumber daya manusia yang lemah dan dukungan institusi yang tidak terkoordinasi. Analisis memastikan bahwa keberlanjutan pusat ini ditentukan oleh sinergi tiga faktor: inovasi produk dan pemasaran, program regenerasi keterampilan, serta intervensi institusional/politik lokal. Artikel ini merekomendasikan intervensi terpadu berupa pelatihan desain dan pemasaran digital, program magang untuk generasi muda, serta penguatan kolaborasi komunitas-pemerintah untuk revitalisasi berkelanjutan.

Penelitian ini menunjukkan bahwa Desa Wisata Keramik Dinoyo masih memiliki peran penting dalam mendukung perekonomian lokal meskipun menghadapi penurunan kinerja pasca-pandemi.Penurunan jumlah pengrajin aktif, keterbatasan inovasi desain, dan kurangnya pemasaran digital melemahkan daya saing produk.Kondisi ini diperparah oleh rendahnya minat generasi muda untuk melanjutkan tradisi kerajinan, sehingga keberlanjutan keterampilan lokal terancam jangka panjang.Namun, Dinoyo masih memiliki modal sosial yang kuat, kualitas produk yang diakui, dan potensi wisata edukasi yang dapat menjadi aset untuk pemulihan.Hasil penelitian membenarkan hipotesis bahwa keberlanjutan pusat kerajinan ditentukan oleh tiga faktor utama.inovasi produk dan pemasaran, regenerasi pengrajin, serta dukungan institusional dan kebijakan lokal.Dengan pendekatan terpadu, Dinoyo tidak hanya dapat bertahan dari tekanan eksternal tetapi juga bertransformasi menjadi model pariwisata berbasis kerajinan yang berkelanjutan dan inklusif untuk pengembangan ekonomi lokal.

Untuk memperkuat keberlanjutan industri kreatif seperti Dinoyo, diperlukan penelitian lanjutan yang fokus pada tiga arah. Pertama, evaluasi dampak integrasi teknologi digital dalam proses produksi keramik, terutama dalam meningkatkan efisiensi dan daya saing produk. Kedua, studi tentang strategi kolaborasi antara lembaga pendidikan dan komunitas pengrajin untuk menciptakan program pelatihan berbasis kebutuhan pasar modern. Ketiga, analisis peran kebijakan lokal dalam menyediakan insentif fiskal dan infrastruktur yang mendukung pengembangan usaha kecil menengah berbasis seni. Penelitian-penelitian ini dapat memberikan dasar untuk pengambilan keputusan yang lebih tepat dalam memastikan keberlanjutan ekonomi lokal dan pelestarian warisan budaya.

Read online
File size247.14 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test