USIUSI

JURNAL AGRILINK: KAJIAN AGRIBISNIS DAN RUMPUN ILMU SOSIOLOGI PERTANIANJURNAL AGRILINK: KAJIAN AGRIBISNIS DAN RUMPUN ILMU SOSIOLOGI PERTANIAN

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan bagaimana kinerja kerja perawat di PTPN IV, Wilayah 2, Perkebunan Bah Jambi dipengaruhi oleh langkah-langkah keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Langkah-langkah ini termasuk penyediaan alat pelindung diri (APD), pelatihan dan program peningkatan kesadaran, serta pemantauan dan kepatuhan terhadap peraturan. Untuk penelitian kuantitatif asosiatif-kausal ini, survei dilakukan terhadap seluruh staf perawat, yang terdiri dari 48 individu di 9 departemen. Setelah data dikumpulkan melalui observasi, wawancara terstruktur, dan penyebaran kuesioner dengan skala 1–5, regresi linier berganda digunakan untuk menganalisisnya. Hasil uji parsial (uji-t) menunjukkan bahwa ketiga variabel independen tersebut memiliki pengaruh yang signifikan secara keseluruhan: penyediaan APD (X1) memiliki pengaruh positif dan signifikan (t = 2,983; p = 0,005), pelatihan dan kesadaran (X2) memiliki pengaruh positif dan signifikan (t = 3,317; p = 0,002), dan pemantauan dan kepatuhan (X3) memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja (t = 3,681; p = 0,001). Dengan koefisien determinasi (R2) 0,659 Hal ini menunjukkan bahwa variabel-variabel ini secara kolektif bertanggung jawab atas 65,9% variasi dalam kinerja karyawan.

Penyediaan alat pelindung diri (APD) memiliki dampak positif dan signifikan secara parsial terhadap kinerja kerja staf perawatan di PTPN IV Wilayah 2 Kebun Bah Jambi.Pelatihan dan sosialisasi K3 meningkatkan pemahaman operasional, mengurangi kesalahan teknis, dan meningkatkan efisiensi serta ketepatan waktu dalam penyelesaian tugas pemeliharaan.Variabel pengawasan dan kepatuhan K3 menjadi penentu paling dominan dalam model penelitian ini, karena keberhasilan operasional keselamatan kerja di lapangan sangat bergantung pada konsistensi mandor dalam melakukan monitoring operasional secara persuasif maupun represif.

Untuk meningkatkan kinerja karyawan perawatan secara berkelanjutan, ada tiga saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, peneliti dapat mengeksplorasi pengaruh gaya kepemimpinan manajerial terhadap motivasi dan disiplin kerja karyawan dalam konteks penerapan K3. Kedua, studi lanjutan bisa fokus pada hubungan antara kompensasi insentif dan tingkat kepuasan kerja, serta bagaimana hal ini memengaruhi kepatuhan terhadap protokol K3. Ketiga, penelitian dapat menggabungkan faktor ergonomis alat kerja pertanian dengan analisis risiko kesehatan jangka panjang pekerja, khususnya dalam lingkungan perkebunan sawit yang ekstrem. Ketiga arah ini memperluas perspektif penelitian dari aspek K3 ke faktor-faktor eksternal yang saling terkait dalam meningkatkan produktivitas dan keamanan kerja.

Read online
File size506.43 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test