UCYUCY

Journal Competency of BusinessJournal Competency of Business

Transformasi digital mendorong usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) ritel untuk mengadopsi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) sebagai strategi peningkatan kinerja pemasaran. Namun, faktor-faktor yang menentukan keberhasilan adopsi AI dan dampaknya terhadap marketing performance UMKM ritel digital di Indonesia masih belum banyak diteliti secara empiris. Penelitian ini bertujuan menguji pengaruh dimensi teknologi (AI capability, biaya implementasi, keunggulan relatif, kompleksitas, dan kompatibilitas), dimensi organisasi (dukungan organisasi dan modal manusia berkelanjutan), dan dimensi lingkungan (permintaan pasar dan dukungan pemerintah) terhadap marketing performance UMKM ritel digital di Daerah Istimewa Yogyakarta menggunakan kerangka Technology-Organization-Environment (TOE). Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional survey dengan 150 responden dan dianalisis menggunakan Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Hasil menunjukkan bahwa delapan dari sembilan hipotesis terdukung, dengan model menjelaskan 61,7% variansi marketing performance. AI capability dan permintaan pasar merupakan prediktor terkuat, sementara dukungan pemerintah tidak berpengaruh signifikan. Penelitian ini berkontribusi secara teoritis dengan mengintegrasikan AI capability sebagai sub-dimensi inti dalam kerangka TOE dan mengkonseptualisasikan marketing performance secara multidimensional untuk konteks UMKM ritel digital di negara berkembang.

Penelitian ini mengkaji pengaruh dimensi teknologi, organisasi, dan lingkungan dalam kerangka Technology-Organization-Environment (TOE) terhadap kinerja pemasaran UMKM ritel digital di Daerah Istimewa Yogyakarta.Analisis PLS-SEM terhadap 150 responden menunjukkan bahwa delapan dari sembilan hipotesis penelitian signifikan.Kapabilitas teknologi AI, keunggulan relatif, kompatibilitas, dan dimensi biaya implementasi memiliki dampak positif terhadap kinerja pemasaran, sementara dimensi kompleksitas memiliki dampak negatif.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan UMKM dalam menggunakan AI, persepsi manfaat teknologi, dan kesesuaian teknologi dengan sistem bisnis merupakan faktor penting dalam meningkatkan kinerja pemasaran.Dimensi organisasi, dukungan organisasi, dan modal manusia berkelanjutan juga terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pemasaran.Dari sisi dimensi lingkungan, permintaan pasar dan pelanggan berpengaruh signifikan terhadap kinerja pemasaran, sementara dukungan pemerintah tidak berpengaruh signifikan.Secara keseluruhan, model penelitian mampu menjelaskan 61,7% varians dalam kinerja pemasaran, menunjukkan kekuatan relatif kerangka TOE dalam menjelaskannya dalam konteks UMKM ritel digital berbasis AI.

Berdasarkan hasil penelitian, berikut adalah saran penelitian lanjutan: Pertama, perlu dilakukan penelitian longitudinal untuk memahami perubahan kinerja pemasaran UMKM dalam jangka waktu yang lebih lama. Kedua, penelitian dapat diperluas ke area lain di Indonesia untuk menguji validitas eksternal temuan ini. Ketiga, penelitian dapat menambahkan variabel lain seperti kesiapan digital, kapabilitas inovasi, atau kapabilitas dinamis untuk memperkaya model penelitian TOE dan berbasis AI. Keempat, penelitian dapat fokus pada pengembangan kapabilitas AI dan kompetensi SDM digital sebagai bagian dari strategi transformasi digital marketing UMKM. Kelima, penelitian dapat mengeksplorasi dampak langsung program digitalisasi pemerintah terhadap kinerja pemasaran UMKM di tingkat operasional. Keenam, penelitian dapat menyelidiki agilitas pemasaran digital atau kapabilitas dinamis untuk pemahaman yang lebih komprehensif mengenai dampak AI terhadap kinerja pemasaran UMKM.

Read online
File size704.74 KB
Pages19
DMCAReport

Related /

ads-block-test