TRISAKTITRISAKTI
Jurnal Manajemen dan Pemasaran JasaJurnal Manajemen dan Pemasaran JasaMeskipun kecerdasan buatan (AI) diakui sebagai batas inovatif dalam perbankan, aktivasi skala penuhnya terbatas oleh kurangnya pemahaman tentang perilaku adopsi pengguna, terutama di antara demografi spesifik di pasar berkembang. Studi ini mengeksplorasi indikator perilaku yang memengaruhi adopsi AI di antara calon pengguna perbankan digital di Indonesia yang tergolong Generasi Z. Fondasi teoritis dari Unified Theory of Acceptance of Technology (UTAUT2) dan Technology Acceptance Model (TAM), data dari 414 responden, serta teknik Structural Equation Modeling (SEM) digunakan untuk mengidentifikasi indikator perilaku adopsi AI. Temuan empiris menunjukkan bahwa motivasi intrinsik (kemudahan penggunaan yang dirasakan, kebermanfaatan, ekspektasi kinerja, ekspektasi usaha, dan motivasi hedonis) secara signifikan mendorong adopsi AI di kalangan Generasi Z dalam perbankan digital Indonesia. Penting untuk dicatat, faktor eksternal seperti pengaruh sosial dan kondisi fasilitas, serta variabel demografi seperti gender dan usia, ditemukan tidak signifikan, menantang model yang telah mapan dalam konteks ini. Sebaliknya, tingkat pendidikan dan peran pekerjaan muncul sebagai pendorong signifikan. Studi ini menyempurnakan kerangka kerja terintegrasi UTAUT2 dan TAM dengan menunjukkan bagaimana karakteristik unik Generasi Z dalam ekonomi digital yang berkembang membentuk kembali pengaruh faktor eksternal, sehingga menetapkan kondisi batas krusial untuk model-model ini. Temuan ini menawarkan wawasan yang dapat ditindaklanjuti bagi para profesional perbankan untuk merancang strategi dan kebijakan pemasaran digital yang ditargetkan dan sesuai dengan demografi penting ini, terutama dalam konteks yang mirip dengan tahap perkembangan digital Indonesia.
Studi ini menemukan bahwa motivasi intrinsik, meliputi kemudahan penggunaan, kebermanfaatan, ekspektasi kinerja dan usaha, serta motivasi hedonis, secara signifikan mendorong adopsi AI oleh Generasi Z dalam perbankan digital Indonesia, sementara faktor eksternal seperti pengaruh sosial, kondisi fasilitas, gender, dan usia, ditemukan tidak signifikan.Temuan ini menyempurnakan kerangka UTAUT2 dan TAM dengan mengidentifikasi kondisi batas pengaruh faktor eksternal pada populasi digital-native di pasar berkembang.Implikasinya, regulator dan bank disarankan untuk memprioritaskan nilai intrinsik dan fungsionalitas layanan AI, serta mempertimbangkan penelitian lanjutan yang lebih mendalam mengenai aspek teknologi spesifik dan motivasi intrinsik Gen Z.
Melihat temuan studi ini yang menyoroti motivasi intrinsik sebagai pendorong utama adopsi AI di kalangan Generasi Z Indonesia, serta peran faktor eksternal yang tidak signifikan, ada beberapa arah penelitian lanjutan yang menarik. Pertama, akan sangat bermanfaat untuk mendalami bagaimana aspek desain spesifik dari fitur AI di perbankan, seperti personalisasi layanan atau tingkat transparansi dalam pengambilan keputusan oleh AI, secara khusus memengaruhi motivasi hedonis dan persepsi kebermanfaatan di mata Generasi Z. Misalnya, apakah Generasi Z merasa lebih terlibat dengan AI yang memiliki kepribadian tertentu, atau apakah mereka lebih menghargai sistem yang secara jelas menjelaskan alasan di balik rekomendasi finansialnya? Penelitian ini dapat menggunakan pendekatan kualitatif untuk menangkap nuansa ini. Kedua, temuan bahwa pengaruh sosial, gender, dan usia tidak signifikan dalam adopsi AI oleh Generasi Z sangatlah menarik. Studi selanjutnya dapat mengeksplorasi alasan di balik ketidaksignifikan ini, mungkin dengan menyelidiki norma sosial digital yang unik di kalangan Generasi Z, tingkat kemandirian dalam membuat keputusan keuangan, atau bagaimana faktor privasi online membentuk persepsi mereka terhadap rekomendasi dari lingkaran sosial. Ketiga, mengingat konteks Indonesia sebagai pasar berkembang dengan kematangan digital yang tidak merata, studi longitudinal diperlukan. Penelitian semacam ini dapat melacak bagaimana pola adopsi AI oleh Generasi Z berkembang seiring waktu, terutama saat infrastruktur digital dan kebijakan regulasi perbankan terus berevolusi. Apakah faktor-faktor eksternal yang saat ini tidak signifikan akan mulai menunjukkan pengaruhnya setelah adopsi AI menjadi lebih umum, atau justru motivasi intrinsik akan semakin dominan?.
| File size | 430.14 KB |
| Pages | 16 |
| DMCA | Report |
Related /
PPSDPPPSDP Penelitian ini meneliti peran manajemen inovasi dalam memfasilitasi penerapan ekosistem sekolah cerdas yang didukung AI, dengan memanfaatkan pendekatanPenelitian ini meneliti peran manajemen inovasi dalam memfasilitasi penerapan ekosistem sekolah cerdas yang didukung AI, dengan memanfaatkan pendekatan
IUQIBOGORIUQIBOGOR Studi ini menyimpulkan bahwa dampak AI dimaksimalkan ketika dikombinasikan dengan faktor manusia, seperti kepercayaan diri guru dan kepemimpinan institusional.Studi ini menyimpulkan bahwa dampak AI dimaksimalkan ketika dikombinasikan dengan faktor manusia, seperti kepercayaan diri guru dan kepemimpinan institusional.
LAKASPIALAKASPIA Implikasi kebijakan dari penelitian ini menekankan pentingnya pendekatan holistik dalam pengembangan AI untuk pendidikan, dengan fokus pada penguatan literasiImplikasi kebijakan dari penelitian ini menekankan pentingnya pendekatan holistik dalam pengembangan AI untuk pendidikan, dengan fokus pada penguatan literasi
AIBPMAIBPM Model yang dihasilkan menjelaskan 29,8 % varians sikap konsumen dan 44,5 % varians niat perilaku, menandakan adopsi sistem AI dalam makanan cepat sajiModel yang dihasilkan menjelaskan 29,8 % varians sikap konsumen dan 44,5 % varians niat perilaku, menandakan adopsi sistem AI dalam makanan cepat saji
UNANDUNAND Hasil menunjukkan bahwa mahasiswa perempuan unggul pada 26 dari 35 item strategi tradisional, khususnya menulis kata baru, mengikuti kelas bahasa InggrisHasil menunjukkan bahwa mahasiswa perempuan unggul pada 26 dari 35 item strategi tradisional, khususnya menulis kata baru, mengikuti kelas bahasa Inggris
JURNALEDUKASIAJURNALEDUKASIA Sampel terdiri dari 64 mahasiswa Desain Komunikasi Visual di Universitas Negeri Makassar. Analisis data dilakukan dengan teknik deskriptif. Hasil menunjukkanSampel terdiri dari 64 mahasiswa Desain Komunikasi Visual di Universitas Negeri Makassar. Analisis data dilakukan dengan teknik deskriptif. Hasil menunjukkan
IAPAIAPA Teknologi AI potensial yang dapat diterapkan pada layanan yang diidentifikasi termasuk analisis prediktif, pembelajaran mendalam, jaringan saraf, RNN,Teknologi AI potensial yang dapat diterapkan pada layanan yang diidentifikasi termasuk analisis prediktif, pembelajaran mendalam, jaringan saraf, RNN,
PELITA BANGSAPELITA BANGSA Hasil penelitian menunjukkan bahwa atribut ramah halal secara signifikan meningkatkan citra destinasi, yang secara positif memengaruhi adopsi AI dan niatHasil penelitian menunjukkan bahwa atribut ramah halal secara signifikan meningkatkan citra destinasi, yang secara positif memengaruhi adopsi AI dan niat
Useful /
MASOEMUNIVERSITYMASOEMUNIVERSITY Inisiatif ini bertujuan untuk mengatasi kurangnya pemahaman para pengusaha muda mengenai pemanfaatan AR 3D untuk menambah pengetahuan dan berinovasi agarInisiatif ini bertujuan untuk mengatasi kurangnya pemahaman para pengusaha muda mengenai pemanfaatan AR 3D untuk menambah pengetahuan dan berinovasi agar
MASOEMUNIVERSITYMASOEMUNIVERSITY Metode pelaksanaan meliputi observasi lapangan, identifikasi permasalahan bersama mitra desa, dan implementasi pengelolaan konten website. Hasil kegiatanMetode pelaksanaan meliputi observasi lapangan, identifikasi permasalahan bersama mitra desa, dan implementasi pengelolaan konten website. Hasil kegiatan
JURNALEDUKASIAJURNALEDUKASIA Peran guru sebagai desainer pembelajaran yang bermakna dan berpusat pada siswa sangatlah krusial. Penelitian masa depan dapat mengeksplorasi efek jangkaPeran guru sebagai desainer pembelajaran yang bermakna dan berpusat pada siswa sangatlah krusial. Penelitian masa depan dapat mengeksplorasi efek jangka
JURNALEDUKASIAJURNALEDUKASIA Evaluasi pembelajaran sastra cenderung menitikberatkan pada aspek kognitif dan kurang memperhatikan potensi sastra sebagai media bagi penguatan karakterEvaluasi pembelajaran sastra cenderung menitikberatkan pada aspek kognitif dan kurang memperhatikan potensi sastra sebagai media bagi penguatan karakter