PNLPNL

Journal of Welding TechnologyJournal of Welding Technology

Prediksi akurat dari stress titik panas struktural (SHSS) adalah hal penting untuk mengevaluasi sambungan las. Studi ini membandingkan metode International Institute of Welding (IIW) Linear Stress Extrapolation (LSE) dan Haibach menggunakan analisis elemen hingga yang dilakukan dengan perangkat lunak open-source CalculiX. Tiga representasi geometri las (tanpa las, chamfer, dan fillet) dan dua kepadatan mesh (halus dan kasar) diinvestigasi, menghasilkan enam model elemen hingga. Kedua metode SHSS diterapkan untuk mengevaluasi prediksi stress, sensitivitas mesh, efek geometri las, dan kinerja komputasi. Metode IIW LSE secara konsisten memprediksi SHSS yang lebih tinggi daripada metode Haibach, sedangkan penyempurnaan mesh menghasilkan variasi di bawah 4%. Sebaliknya, geometri las memiliki pengaruh yang lebih besar terhadap prediksi SHSS, dengan model chamfer menghasilkan stress tertinggi. Mesh halus membutuhkan waktu komputasi sekitar lima hingga enam kali lebih lama daripada mesh kasar sementara hanya memberikan perbaikan marginal dalam prediksi SHSS. Representasi geometri las ditemukan memiliki pengaruh yang lebih besar pada prediksi SHSS daripada kepadatan mesh. Metode IIW LSE direkomendasikan untuk penilaian struktural konservatif, sedangkan metode Haibach cocok untuk analisis teknik awal yang memerlukan post-processing yang lebih sederhana.

Studi ini membandingkan metode IIW Linear Stress Extrapolation (LSE) dan Haibach untuk evaluasi stress titik panas struktural (SHSS) menggunakan model elemen hingga dengan representasi geometri las dan kepadatan mesh yang berbeda.Metode IIW LSE secara konsisten memprediksi nilai SHSS yang lebih tinggi daripada metode Haibach, sementara kedua metode menunjukkan sensitivitas rendah terhadap penyempurnaan mesh, dengan perbedaan SHSS di bawah 4%.Representasi geometri las memiliki pengaruh yang lebih besar pada prediksi SHSS daripada kepadatan mesh, dengan model chamfer menghasilkan nilai stress tertinggi.Mesh halus meningkatkan waktu komputasi sekitar lima hingga enam kali dibandingkan dengan mesh kasar, tetapi hanya memberikan perbaikan marginal dalam prediksi SHSS.Hasil ini menunjukkan bahwa metode IIW LSE lebih cocok untuk penilaian struktural konservatif dan verifikasi desain, sedangkan metode Haibach menawarkan alternatif yang efisien untuk evaluasi struktural awal dengan kompleksitas post-processing yang lebih rendah.

Untuk penelitian lanjutan, perlu dilakukan perbandingan lebih lanjut antara metode IIW LSE dan Haibach pada konfigurasi sambungan las yang lebih kompleks, kondisi beban yang berbeda, dan penilaian umur lelah. Selain itu, studi ini dapat dikembangkan untuk mengeksplorasi pengaruh geometri las yang lebih realistis dan efek dari berbagai strategi penyempurnaan mesh pada prediksi SHSS. Penelitian lebih lanjut juga dapat dilakukan untuk mengevaluasi kinerja metode IIW LSE dan Haibach pada aplikasi spesifik, seperti desain struktur yang tahan lelah atau penilaian integritas struktural pada sistem pipa.

  1. Comparative Analysis of Compressive Strength of Steel Tubing Pipe Welding Results Using SMAW and MIG... doi.org/10.52088/ijesty.v5i1.644Comparative Analysis of Compressive Strength of Steel Tubing Pipe Welding Results Using SMAW and MIG doi 10 52088 ijesty v5i1 644
  2. Client Challenge. client challenge javascript disabled browser please enable proceed required part site... doi.org/10.1007/s40194-014-0170-7Client Challenge client challenge javascript disabled browser please enable proceed required part site doi 10 1007 s40194 014 0170 7
  3. Client Challenge. client challenge javascript disabled browser please enable proceed required part site... doi.org/10.1007/s40194-025-02314-wClient Challenge client challenge javascript disabled browser please enable proceed required part site doi 10 1007 s40194 025 02314 w
Read online
File size1.13 MB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test