PNLPNL
Journal of Welding TechnologyJournal of Welding TechnologyPenelitian ini bertujuan untuk menentukan pengaruh variasi kekuatan arus dan jenis elektroda terhadap jenis cacat las pada pengelasan SS400 steel menggunakan metode penetrant cair dan ultrasonik. Hasil uji penetrant cair menunjukkan enam jenis cacat, yaitu retak, porositas, fusi tidak lengkap, inklusi slag, over spatter, dan undercut, sedangkan uji ultrasonik menemukan empat jenis cacat, yaitu retak, penetrasi tidak lengkap, fusi tidak lengkap, dan inklusi slag. Data uji menunjukkan bahwa penggunaan arus 120 A dan 110 A dengan elektroda E7016 menghasilkan cacat paling banyak, sementara arus 100 A dengan elektroda E7018 menghasilkan parameter pengelasan optimal yang melindungi dari cacat. Variasi arus dan jenis elektroda memengaruhi jumlah dan jenis cacat las yang muncul, yang dipengaruhi oleh proses pengelasan, jumlah arus, diameter dan jenis elektroda, polaritas listrik, serta tingkat penetrasi.
Hasil identifikasi cacat las dari uji penetrant cair menunjukkan enam jenis cacat, yaitu retak, porositas, fusi tidak lengkap, inklusi slag, over spatter, dan undercut, sedangkan uji ultrasonik menemukan empat jenis cacat, yaitu retak, penetrasi tidak lengkap, fusi tidak lengkap, dan inklusi slag.Berdasarkan uji penetrant cair dan ultrasonik pada pengelasan sambungan butt joint dengan elektroda E7016, cacat paling banyak ditemukan pada arus 110 A dan 120 A.Penggunaan elektroda E7018 pada arus 100 A merupakan parameter pengelasan optimal yang menghasilkan jumlah cacat las terkecil dalam proses pengelasan SMAW.
Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi pengaruh variasi jenis elektroda lainnya terhadap cacat las, seperti elektroda dengan lapisan flux berbeda. Selain itu, studi tentang efek variasi posisi pengelasan (misalnya, posisi vertikal atau overhead) terhadap jenis dan frekuensi cacat las bisa menjadi arah penelitian baru. Terakhir, perlu dilakukan penelitian komparatif antara metode non-destructive testing (NDT) seperti radiografi dengan metode penetrant cair dan ultrasonik untuk mengevaluasi akurasi deteksi cacat las. Ketiga saran ini bertujuan untuk memperluas pemahaman tentang faktor-faktor yang memengaruhi kualitas pengelasan dan meningkatkan efektivitas metode inspeksi.
| File size | 310.77 KB |
| Pages | 5 |
| DMCA | Report |
Related /
PNLPNL Kesimpulan penelitian ini mengonfirmasi bahwa Inspeksi Partikel Magnetik (MPI) adalah langkah kontrol kualitas yang efektif sebelum Ultrasonic TestingKesimpulan penelitian ini mengonfirmasi bahwa Inspeksi Partikel Magnetik (MPI) adalah langkah kontrol kualitas yang efektif sebelum Ultrasonic Testing
PNLPNL Hasil penelitian menunjukkan bahwa posisi las 1G menghasilkan kualitas sambungan las terbaik dengan cacat las minimal dan laju korosi terendah sebesarHasil penelitian menunjukkan bahwa posisi las 1G menghasilkan kualitas sambungan las terbaik dengan cacat las minimal dan laju korosi terendah sebesar
PNLPNL Data perbandingan uji tarik menjelaskan bahwa tegangan tarik tertinggi dari variasi arus pengelasan 80 A, 100 A, dan 120 A adalah 625,27 MPa. MenggunakanData perbandingan uji tarik menjelaskan bahwa tegangan tarik tertinggi dari variasi arus pengelasan 80 A, 100 A, dan 120 A adalah 625,27 MPa. Menggunakan
PNLPNL ER308LSi dengan arus 100 A memiliki distorsi maksimal 11,89 mm (kanan)/11,32 mm (kiri). ER316LSi dengan arus 120 A menunjukkan distorsi tertinggi mencapaiER308LSi dengan arus 100 A memiliki distorsi maksimal 11,89 mm (kanan)/11,32 mm (kiri). ER316LSi dengan arus 120 A menunjukkan distorsi tertinggi mencapai
STAI AL-HIDAYAHSTAI AL-HIDAYAH Implikasi: Implikasi praktis meliputi desain jadwal yang realistis, pengembangan instrumen monitoring berbasis logbook, serta penyisipan aktivitas spacedImplikasi: Implikasi praktis meliputi desain jadwal yang realistis, pengembangan instrumen monitoring berbasis logbook, serta penyisipan aktivitas spaced
UNPADUNPAD Kesimpulan: Studi ini menggambarkan fungsi ventrikel kiri berdasarkan hasil GLS pada pasien CGL-CP yang menerima imatinib dan nilotinib. Studi ini menunjukkanKesimpulan: Studi ini menggambarkan fungsi ventrikel kiri berdasarkan hasil GLS pada pasien CGL-CP yang menerima imatinib dan nilotinib. Studi ini menunjukkan
UNPADUNPAD Durasi terapi triple pasca-PCI harus diminimalkan tergantung pada risiko perdarahan dan iskemia. Kasus Infark Kardio-Serebral (CCI) menunjukkan tantanganDurasi terapi triple pasca-PCI harus diminimalkan tergantung pada risiko perdarahan dan iskemia. Kasus Infark Kardio-Serebral (CCI) menunjukkan tantangan
UINFASBENGKULUUINFASBENGKULU Dalam ayat 3 berbicara tentang kebolehan poligami, dalam ayat 129 membicarakan tentang kesulitannya dan ketidak mampuan seorang suami untuk berbuat adilDalam ayat 3 berbicara tentang kebolehan poligami, dalam ayat 129 membicarakan tentang kesulitannya dan ketidak mampuan seorang suami untuk berbuat adil
Useful /
PNLPNL Kerangka kerja numerik yang terintegrasi terdiri dari penilaian weldability CET, pemodelan termal 2D Rosenthal, dan FEA termomekanik dikembangkan untukKerangka kerja numerik yang terintegrasi terdiri dari penilaian weldability CET, pemodelan termal 2D Rosenthal, dan FEA termomekanik dikembangkan untuk
STAI AL-HIDAYAHSTAI AL-HIDAYAH Metode: Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan tipe penelitian fenomenologis, serta pengumpulan data melalui observasi,Metode: Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan tipe penelitian fenomenologis, serta pengumpulan data melalui observasi,
UNPADUNPAD Kuesioner didistribusikan sebelum dan setelah kader kesehatan menerima pendidikan vitamin D dengan dua metode yang berbeda. Analisis data dilakukan menggunakanKuesioner didistribusikan sebelum dan setelah kader kesehatan menerima pendidikan vitamin D dengan dua metode yang berbeda. Analisis data dilakukan menggunakan
PPMSCHOOLPPMSCHOOL Metode z-score dibagi menjadi 2 (dua) sesuai dengan strategi investasi, yaitu growth dan value sebagai preferensi investor dalam memilih portofolio. PopulasiMetode z-score dibagi menjadi 2 (dua) sesuai dengan strategi investasi, yaitu growth dan value sebagai preferensi investor dalam memilih portofolio. Populasi