PNLPNL

Journal of Welding TechnologyJournal of Welding Technology

Arus pengelasan adalah salah satu parameter penting dalam proses pengelasan, karena arus yang tidak tepat akan menyebabkan cacat pengelasan pada material yang dilas, sehingga mengurangi kekuatan sambungan las. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan efek variasi arus pada sambungan las SMAW material ASTM A240 Grade 304L terhadap sifat mekanik. Penelitian ini menggunakan material ASTM A240 Grade 304L dengan variasi arus pengelasan 80 A, 100 A, dan 120 A menggunakan pengelasan SMAW dan menggunakan elektroda E308-16 dengan diameter 3,2 mm. Spesimen diuji untuk komposisi kimia, uji visual, uji penetran, dan uji tarik. Data perbandingan uji tarik menjelaskan bahwa tegangan tarik tertinggi dari variasi arus pengelasan 80 A, 100 A, dan 120 A adalah 625,27 MPa. Menggunakan arus pengelasan 100 A, tegangan yield tertinggi adalah 337,35 MPa, menggunakan arus pengelasan 100 A, dan perpanjangan tertinggi adalah 38,34% menggunakan arus pengelasan 100 A. Dari data hasil uji tarik untuk material ASTM A240 Grade 304L, hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa data material tanpa pengelasan memiliki kekuatan tarik terendah dibandingkan dengan kelompok variasi arus pengelasan. Dan nilai kekuatan tarik tertinggi ada pada kelompok variasi arus 100 A.

Setelah melakukan investigasi secara eksperimental dan numerik tentang efek variasi arus pengelasan pada sifat mekanik sambungan las SMAW material ASTM A240 Grade 304L, dapat disimpulkan bahwa arus pengelasan berbanding lurus dengan nilai panas masukan.arus pengelasan yang lebih tinggi menghasilkan panas masukan yang lebih tinggi.Variasi arus pengelasan, atau panas masukan, sangat mempengaruhi kekuatan tarik sambungan las ASTM A240 Grade 304L.Parameter panas masukan optimal dalam penelitian ini dicapai pada arus pengelasan 100 A dan tegangan 27 V, yang menghasilkan kekuatan tarik tertinggi sebesar 625,37 MPa.Untuk perbandingan, kekuatan tarik material tanpa pengelasan adalah 591,63 MPa, sedangkan kekuatan tarik sebesar 620,96 MPa, 625,37 MPa, dan 623,99 MPa diperoleh pada arus pengelasan 80 A, 100 A, dan 120 A, masing-masing.Permukaan retak dari uji tarik semua spesimen dilas terletak di daerah logam las.Perilaku ini disebabkan oleh kekuatan tarik elektroda E308-16 yang sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan material dasar, di mana kekuatan tarik logam dasar sekitar 588,9 MPa, sedangkan elektroda mencapai sekitar 600 MPa.

Berdasarkan hasil penelitian ini, saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan adalah: (1) Menganalisis pengaruh variasi arus pengelasan pada sifat mekanik sambungan las material lain selain ASTM A240 Grade 304L, seperti baja karbon rendah atau baja tahan karat lainnya. (2) Meneliti efek variasi arus pengelasan pada sifat mekanik sambungan las dengan menggunakan metode pengelasan yang berbeda, seperti pengelasan gas tungsten (GTAW) atau pengelasan busur logam gas (GMAW). (3) Mengkaji pengaruh variasi arus pengelasan pada sifat mekanik sambungan las dengan menggunakan elektroda yang berbeda, seperti elektroda dengan diameter yang lebih besar atau komposisi kimia yang berbeda.

  1. VARIASI ARUS DAN SUDUT PENGELASAN PADA MATERIAL AUSTENITIC STAINLESS STEEL 304 TERHADAP KEKUATAN TARIK... ejurnal.itats.ac.id/index.php/iptek/article/view/40VARIASI ARUS DAN SUDUT PENGELASAN PADA MATERIAL AUSTENITIC STAINLESS STEEL 304 TERHADAP KEKUATAN TARIK ejurnal itats ac index php iptek article view 40
Read online
File size908.17 KB
Pages5
DMCAReport

Related /

ads-block-test