PNLPNL

Journal of Welding TechnologyJournal of Welding Technology

Kombinasi baja tahan karat SS304 dan baja karbon rendah SS400 digunakan secara luas di sektor otomotif dan konstruksi karena menggabungkan sifat las yang baik dengan ketahanan korosi yang baik. Namun, perbedaan sifat fisik dan mekanis dari kedua material ini berpotensi memengaruhi kualitas sambungan las, terutama ketika mempertimbangkan variasi posisi las. Studi ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh posisi las 1G, 2G, dan 3G terhadap cacat las dan laju korosi sambungan las Metal Inert Gas (MIG). Hasil uji menunjukkan bahwa posisi las 1G menghasilkan cacat las ter sedikit dibandingkan 2G dan 3G, serta memiliki laju korosi terendah sebesar 0,0789 mmpy. Perbedaan ini dipengaruhi oleh stabilitas kolam las, efek gravitasi, dan potensi cacat las yang lebih rendah pada posisi 1G. Dengan demikian, posisi las memainkan peran penting dalam menentukan kualitas dan ketahanan korosi sambungan las MIG pada material tidak serupa, khususnya SS304 dan baja karbon rendah SS400.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa posisi las 1G menghasilkan kualitas sambungan las terbaik dengan cacat las minimal dan laju korosi terendah sebesar 0,0789 mmpy.Posisi 1G juga menunjukkan ketahanan korosi yang lebih baik dibandingkan posisi 2G dan 3G.Perbedaan ini disebabkan oleh stabilitas kolam las, efek gravitasi, dan potensi cacat las yang lebih rendah pada posisi 1G.Oleh karena itu, posisi las 1G dianjurkan untuk pengelasan MIG pada material tidak serupa, yaitu SS304 dan baja karbon rendah SS400.

Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi parameter pengelasan lainnya, seperti variasi arus dan kecepatan las, untuk memperbaiki kualitas sambungan las pada posisi 2G dan 3G. Selain itu, studi tentang penggunaan material alternatif, seperti baja tahan karat berbeda atau campuran logam, dapat dilakukan untuk membandingkan kinerja sambungan las dalam kondisi korosi yang berbeda. Terakhir, penelitian tentang dampak jangka panjang dari korosi pada sambungan las MIG di lingkungan ekstrem, seperti suhu tinggi atau paparan kimia agresif, bisa menjadi arah studi baru yang relevan dengan aplikasi industri.

  1. Pengaruh Arus Pengelasan Smaw pada Dissimilar Logam Stainless Steel 201 dan Baja 1040 Terhadap Sifat... doi.org/10.58227/jesta.v3i2.237Pengaruh Arus Pengelasan Smaw pada Dissimilar Logam Stainless Steel 201 dan Baja 1040 Terhadap Sifat doi 10 58227 jesta v3i2 237
  2. Analisis Variasi Desain Beriket Towing Bar Menggunakan Metode Elemen Hingga Terhadap Nilai Keamanan Desain... journal.atim.ac.id/index.php/jemmtec/article/view/776Analisis Variasi Desain Beriket Towing Bar Menggunakan Metode Elemen Hingga Terhadap Nilai Keamanan Desain journal atim ac index php jemmtec article view 776
  3. Prosiding Seminar Teknologi Kebumian dan Kelautan (SEMITAN). prosiding seminar teknologi kebumian kelautan... doi.org/10.31284/j.semitan.2022.3262Prosiding Seminar Teknologi Kebumian dan Kelautan SEMITAN prosiding seminar teknologi kebumian kelautan doi 10 31284 j semitan 2022 3262
Read online
File size807.13 KB
Pages5
DMCAReport

Related /

ads-block-test