UNPADUNPAD

International Journal of Integrated Health SciencesInternational Journal of Integrated Health Sciences

Tujuan: Menggambarkan kasus Infark Kardio-Serebral (CCI) pada pasien laki-laki dengan riwayat nyeri dada yang diidentifikasi menggunakan elektrokardiografi, tomografi otak, dan Intervensi Koroner Perkutan (PCI). Metode: Seorang pria berusia 69 tahun datang dengan riwayat nyeri dada selama 13 jam sebelum masuk ke ruang gawat darurat. Elektrokardiografi, tomografi otak, dan PCI dilakukan, mengarah pada diagnosis CCI. Hasil: Elektrokardiografi menunjukkan elevasi ST di anterolateral, fibrilasi atrium, dan hemiparesis sisi kiri yang terjadi pada hari kedua. Tomografi otak menunjukkan infark akut stroke, sedangkan PCI menunjukkan penyakit vaskular tunggal dengan stenosis parah di LAD dan pemasangan stent di proksimal-mid LAD. Terapi yang diberikan adalah antiplatelet dan antikoagulan. Diskusi: Infark Miokard Akut (AMI) dan Stroke Iskemik Akut (AIS) memiliki jendela terapi sempit, dan intervensi terlambat dapat menyebabkan morbiditas dan kematian. Antiplatelet dan antikoagulan yang digunakan dalam PCI untuk AMI meningkatkan risiko perdarahan, dan AIS dengan trombolitik meningkatkan risiko ruptur dinding jantung dalam AMI. Pengobatan Direct Oral Anticoagulant (DOAC) seharusnya mengurangi iskemia dan mengurangi perdarahan. Titik waktu optimal untuk memulai terapi antikoagulan mungkin antara 4-14 hari setelah onset stroke. Durasi terapi triple pasca-PCI harus diminimalkan tergantung pada risiko perdarahan dan iskemia.

Kasus Infark Kardio-Serebral (CCI) menunjukkan tantangan manajemen dalam menggabungkan terapi untuk Infark Miokard Akut (AMI) dan Stroke Iskemik Akut (AIS).Waktu optimal untuk antikoagulan setelah stroke adalah 4-14 hari.Terapi triple pasca-PCI harus disesuaikan dengan risiko perdarahan dan iskemia.Studi lanjutan diperlukan untuk memvalidasi strategi pengobatan yang efektif dan aman.

Penelitian lanjutan diperlukan untuk mengevaluasi waktu optimal penggunaan antikoagulan setelah stroke iskemik. Studi juga dapat menginvestigasi efektivitas kombinasi terapi trombolitik dan intervensi koroner pada pasien CCI. Selain itu, diperlukan penelitian tentang dampak jangka panjang penggunaan DOAC dibandingkan VKA pada pasien dengan fibrilasi atrium dan riwayat AMI. Penelitian ini dapat membantu menyusun panduan manajemen yang lebih spesifik untuk kasus langka seperti CCI. Evaluasi risiko dan manfaat terapi triple pasca-PCI juga menjadi fokus penting. Studi tentang faktor risiko yang memengaruhi keberhasilan intervensi diperlukan. Penelitian ini dapat mengurangi komplikasi yang terkait dengan pengobatan kombinasi. Pengembangan protokol standar untuk kasus CCI diperlukan untuk meningkatkan hasil klinis. Penelitian tentang interaksi obat antara antikoagulan dan antiplatelet perlu dilakukan. Studi lanjutan harus mempertimbangkan karakteristik populasi pasien yang berbeda.

  1. DOI Name 10.15850 Values. doi name values index type timestamp data hs serv 49z crossref desc 55z journal... doi.org/10.15850DOI Name 10 15850 Values doi name values index type timestamp data hs serv 49z crossref desc 55z journal doi 10 15850
Read online
File size1.44 MB
Pages5
DMCAReport

Related /

ads-block-test