STIA LK DUMAISTIA LK DUMAI

Jurnal Pengabdian Masyarakat STIA LK (PESAT)Jurnal Pengabdian Masyarakat STIA LK (PESAT)

Meskipun Indonesia telah membuat kemajuan dalam mengatasi masalah kemiskinan, status gizi, dan kesehatan dewasa, tantangan-tantangan tersebut tetap menjadi perhatian utama dalam mencapai tujuan pembangunan nasional. Fokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya melalui percepatan penurunan stunting, tercermin dalam hasil survei status gizi balita tahun 2022 dengan prevalensi stunting mencapai 21,6 persen, terutama tinggi di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan angka 35,3 persen. Kota Dumai, meskipun berhasil menurunkan angka stunting sebesar 10,2 persen pada tahun 2022, masih memerlukan kerjasama lintas sektor untuk mencegah peningkatan kembali angka stunting. Dalam konteks ini, Kampung Keluarga Berkualitas (Kampung KB) di Kota Dumai diidentifikasi sebagai potensi pemberdayaan masyarakat untuk mengatasi masalah stunting, dengan dukungan dari Instruksi Presiden Nomor 3 Tahun 2022 dan inovasi program GAZING (Gazebo Infaq Stunting). Pentingnya pencegahan stunting melibatkan perbaikan gizi, aspek lingkungan, dan promosi gaya hidup sehat, tercermin dalam kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang memberikan pemahaman dan bantuan alat masak di Kampung KB Kelurahan Laksamana, memperkuat agenda strategis pencegahan stunting dalam pembangunan sumber daya manusia.

Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) bertajuk Urgensitas Upaya Pencegahan Stunting di Kampung Keluarga Berkualitas (KB) Kelurahan Laksamana Kecamatan Dumai Kota telah berhasil dilaksanakan dengan baik.Kegiatan ini diikuti oleh 25 orang peserta yang berasal dari berbagai kalangan masyarakat di Kelurahan Laksamana.Hasil menunjukkan bahwa seluruh peserta mampu memahami pentingnya mencegah dan menurunkan angka stunting.Pendekatan holistik dan kolaboratif yang diterapkan dalam kegiatan ini, terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang stunting.Pelibatan seluruh lapisan masyarakat dan berbagai sektor terkait, seperti kader kesehatan, PKK, bidan, puskesmas, dan pemerintah kelurahan, menjadi kunci utama dalam mencapai keberhasilan kegiatan ini.Kampung Keluarga Berkualitas (KB) berperan sebagai platform yang memfasilitasi implementasi lima pilar strategis dalam pencegahan stunting, yaitu.gizi dan nutrisi yang baik, perawatan kesehatan yang adekuat, pelayanan air bersih dan sanitasi yang memadai, pendidikan dan kesadaran masyarakat, serta kolaborasi lintas sektor.Kegiatan PKM ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif dalam upaya pencegahan stunting di Kelurahan Laksamana.Peningkatan pengetahuan dan kesadaran masyarakat, serta penerapan lima pilar strategis secara berkelanjutan, diharapkan dapat menurunkan angka stunting di wilayah tersebut.

Untuk penelitian lanjutan, dapat diusulkan beberapa ide sebagai berikut: 1. Menganalisis efektivitas program GAZING (Gazebo Infaq Stunting) dalam mencegah stunting di Kampung Keluarga Berkualitas (Kampung KB) Kota Dumai. Penelitian ini dapat mengeksplorasi bagaimana program GAZING dapat meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang stunting, serta bagaimana inovasi ini dapat diterapkan di wilayah lain. 2. Meneliti peran kolaborasi lintas sektor dalam pencegahan stunting. Penelitian ini dapat fokus pada bagaimana kerjasama antara pemerintah, stakeholder, sektor swasta, perguruan tinggi, dan masyarakat dapat menciptakan dampak positif dalam menurunkan angka stunting. 3. Mengkaji implementasi lima pilar strategis dalam pencegahan stunting di Kampung Keluarga Berkualitas (KB) Kelurahan Laksamana. Penelitian ini dapat mengevaluasi bagaimana pilar-pilar tersebut diterapkan secara holistik dan berkelanjutan, serta bagaimana keberhasilannya dalam menurunkan angka stunting di wilayah tersebut.

Read online
File size311.81 KB
Pages4
DMCAReport

Related /

ads-block-test