STIA LK DUMAISTIA LK DUMAI

Jurnal Pengabdian Masyarakat STIA LK (PESAT)Jurnal Pengabdian Masyarakat STIA LK (PESAT)

Salah satu ancaman terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia adalah masalah percepatan penurunan stunting. Berdasarkan hasil survei status gizi balita pada tahun 2022, prevalensi stunting Indonesia sebesar 21,6 persen. Kampung Keluarga Berkualitas (Kampung KB) diharapkan menjadi sebuah potensi untuk pemberdayaan masyarakat dan keluarga dalam upaya penurunan stunting. Oleh karena itu, kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini dilaksanakan sebagai salah satu peran aktif dosen untuk terjun ke masyarakat dalam mendharmabaktikan ilmu pengetahuan dan keahliannya yang konstruktif untuk lebih meningkatkan pemberdayaan masyarakat dalam pencegahan stunting.

Kegiatan PKM tentang pencegahan stunting telah dilaksanakan dengan sukses dan mencapai tujuannya.Seluruh peserta, baik kader posyandu maupun masyarakat, mampu memahami pentingnya mencegah dan menurunkan angka stunting.Hal ini terlihat dari antusiasme mereka dalam mengikuti kegiatan dan aktifnya mereka dalam diskusi dan tanya jawab.Kegiatan PKM ini menggunakan pendekatan holistik dan kolaboratif.Pendekatan holistik berarti bahwa kegiatan ini tidak hanya fokus pada aspek kesehatan, tetapi juga aspek lain yang dapat mempengaruhi stunting, seperti gizi, pendidikan, dan sanitasi.Pendekatan kolaboratif berarti bahwa kegiatan ini melibatkan berbagai pihak terkait, seperti pemerintah, akademisi, organisasi non-pemerintah, dan masyarakat.Dalam upaya mencegah stunting, KB menjadi platform yang memfasilitasi implementasi lima pilar strategis, yaitu.gizi dan nutrisi yang baik, perawatan adekuat, pelayanan air bersih dan sanitasi yang memadai, pendidikan dan kesadaran masyarakat, serta kolaborasi lintas sektor.Setelah PKM ini dilakukan, diharapkan kader posyandu dan masyarakat mampu menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak-anak secara optimal, dan generasi yang lebih sehat dan berkualitas tercipta di masa depan.

Untuk penelitian lanjutan, dapat diusulkan beberapa ide sebagai berikut: Pertama, bagaimana peran dan strategi Kampung Keluarga Berkualitas (Kampung KB) dalam mencegah stunting secara efektif, dengan mempertimbangkan aspek-aspek seperti gizi, pendidikan, dan sanitasi. Kedua, bagaimana kolaborasi antara pemerintah, akademisi, organisasi non-pemerintah, dan masyarakat dapat ditingkatkan untuk mencegah stunting secara holistik dan berkelanjutan. Ketiga, bagaimana inovasi dan intervensi spesifik dapat diterapkan dalam pencegahan stunting, terutama dalam hal pemberian makanan bergizi dan edukasi kepada masyarakat. Dengan menggabungkan ketiga ide penelitian ini, diharapkan dapat ditemukan strategi yang lebih komprehensif dan efektif dalam mencegah stunting di masyarakat.

Read online
File size266.8 KB
Pages5
DMCAReport

Related /

ads-block-test