LSAMA ACEHLSAMA ACEH

Kalam: Jurnal Agama dan Sosial HumanioraKalam: Jurnal Agama dan Sosial Humaniora

Kajian ini bertujuan untuk mengungkapkan tentang transformasi pakaian adat perkawinan Aceh pasca pemberlakuan syariat Islam, faktor pendorong berubahnya pakaian adat perkawinan Aceh, dan respon masyarakat terhadap perubahan pakaian adat perkawinan Aceh. Data dikumpulkan melalui wawancara langsung dengan informan dari kalangan penata rias, perancang busana, dan tokoh masyarakat di Banda Aceh dan Aceh Besar, juga diperoleh dari artikel, dan buku, data dianalisis dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Hasil kajian menunjukkan bahwa pasca pemberlakuan Islam banyak terjadi perubahan dalam bentuk, motif, warna dan cara penggunaan pakaian adat Aceh, terjadi penyesuaian agar bisa tetap sejalan dengan nilai-nilai kesopanan dan ajaran agama, perubahan ini dipengaruhi oleh arus globalisasi, penerapan syariat Islam, dan kemajuan industri mode yang semakin pesat dan modern. Tanggapan masyarakat umumnya menerima perubahan tersebut selama nilai-nilai adat istiadat, dan syariat Islam masih tetap terjaga.

Pakaian adat perkawinan di Aceh telah menjadi simbol identitas sosial, khususnya bagi kalangan bangsawan.Namun, seiring berjalannya waktu, pakaian adat ini mengalami banyak perubahan akibat dinamika sosial, masuknya nilai-nilai luar, serta pengaruh kebijakan lokal seperti pemberlakuan syariat Islam.Transformasi pakaian adat pengantin Aceh bukan sekadar soal estetika, tetapi juga menyangkut persoalan identitas, nilai, dan cara masyarakat memaknai tubuh serta peran sosial di tengah perubahan zaman dalam membentuk identitas budaya masa kini.

Penelitian lanjutan dapat fokus pada dampak media sosial terhadap penyebaran tren pakaian adat Aceh di kalangan generasi muda. Selain itu, membandingkan transformasi pakaian adat Aceh dengan daerah lain di Indonesia yang juga mengalami pengaruh syariat Islam dan globalisasi. Penelitian juga bisa mengeksplorasi peran perempuan dalam menjaga identitas budaya melalui inovasi desain pakaian adat yang tetap mematuhi nilai-nilai agama. Dengan mempelajari aspek ini, diharapkan dapat memberikan wawasan baru tentang interaksi antara tradisi, agama, dan modernitas dalam konteks budaya lokal. Penelitian lebih lanjut juga perlu menggali bagaimana faktor ekonomi memengaruhi keputusan masyarakat dalam memilih pakaian adat yang sesuai dengan norma syariat dan tren saat ini. Selain itu, studi tentang pengaruh pendidikan terhadap pemahaman masyarakat tentang makna simbolik pakaian adat dapat menjadi arah penelitian yang menarik. Penelitian juga bisa mengevaluasi kebijakan pemerintah daerah dalam mengatur standar pakaian adat yang ramah terhadap norma agama dan budaya. Dengan memperdalam aspek-aspek ini, diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi yang bermanfaat untuk pelestarian budaya Aceh di era modern. Penelitian lanjutan juga perlu mempertimbangkan peran teknologi dalam proses modifikasi pakaian adat, seperti penggunaan digital printing atau aplikasi teknologi lainnya dalam desain. Terakhir, studi tentang persepsi generasi muda terhadap perubahan pakaian adat dapat memberikan gambaran tentang keberlanjutan identitas budaya Aceh di masa depan.

  1. NEOLIBERALISASI PENDIDIKAN ISLAMI DI ACEH: Analisis Kritis Terhadap Qanun Aceh Nomor 5 Tahun 2008 | JURNAL... doi.org/10.22373/jid.v14i1.486NEOLIBERALISASI PENDIDIKAN ISLAMI DI ACEH Analisis Kritis Terhadap Qanun Aceh Nomor 5 Tahun 2008 JURNAL doi 10 22373 jid v14i1 486
  2. DESAIN BUSANA PESTA BERNUANSA ETNIS ACEH | Imaji: Jurnal Seni dan Pendidikan Seni. desain busana pesta... doi.org/10.21831/imaji.v18i2.26062DESAIN BUSANA PESTA BERNUANSA ETNIS ACEH Imaji Jurnal Seni dan Pendidikan Seni desain busana pesta doi 10 21831 imaji v18i2 26062
Read online
File size376.38 KB
Pages17
DMCAReport

Related /

ads-block-test