EASTASOUTH INSTITUTEEASTASOUTH INSTITUTE

ESLEESLE

Studi ini bertujuan menganalisis transformasi nilai-nilai sastra tradisional menjadi sikap dan perilaku siswa. Sastra tradisional sebagai bagian dari warisan budaya nasional mengandung nilai moral, etis, sosial, dan religius yang relevan dengan pembentukan karakter generasi muda. Namun, globalisasi dan perkembangan cepat teknologi informasi telah mengurangi apresiasi siswa terhadap karya sastra tradisional. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analitik deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam dengan guru dan siswa, serta analisis dokumen pembelajaran. Analisis data mengikuti model interaktif Miles dan Huberman, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan validasi melalui triangulasi sumber dan teknik. Temuan menunjukkan bahwa integrasi sastra tradisional dalam pembelajaran Bahasa Indonesia dan kegiatan ekstrakurikuler dapat menanamkan nilai seperti kerja sama, rasa hormat, tanggung jawab, dan kejujuran pada siswa. Perubahan terlihat dalam peningkatan disiplin, rasa hormat timbal balik, dan partisipasi aktif dalam kegiatan sosial sekolah. Studi ini merekomendasikan penguatan kurikulum berbasis kearifan lokal untuk meningkatkan pendidikan karakter melalui sastra tradisional.

Penelitian ini menunjukkan bahwa sastra tradisional memiliki peran strategis dalam membentuk sikap dan perilaku positif siswa di sekolah.Nilai-nilai seperti kejujuran, rasa hormat, tanggung jawab, dan kerja sama yang terkandung dalam karya sastra tradisional dapat diinternalisasi melalui pembelajaran yang direncanakan dan interaktif.Perubahan nilai ini terlihat dalam perubahan perilaku siswa, termasuk meningkatnya sopan santun dalam komunikasi, perhatian terhadap orang lain, disiplin dalam menyelesaikan tugas, dan kesadaran akan pentingnya memperhatikan budaya sendiri.Integrasi sastra tradisional dalam aktivitas pembelajaran tidak hanya memperkaya wawasan siswa tetapi juga memperkuat pendidikan karakter yang relevan dengan kebutuhan masa kini.Dengan demikian, penerapan sastra tradisional di sekolah bukan hanya upaya untuk melestarikan budaya, tetapi juga investasi strategis dalam membangun karakter generasi muda yang berakar pada nilai-nilai mulia bangsa sekaligus adaptif terhadap perkembangan saat ini.

Penelitian lanjutan dapat fokus pada pengembangan format digital untuk menyajikan cerita tradisional agar lebih menarik bagi generasi muda, seperti komik digital atau animasi pendek. Selain itu, penting untuk mengeksplorasi peran komunitas lokal dalam memperkuat program pendidikan berbasis kearifan budaya, misalnya melalui kerja sama dengan seniman tradisional atau lembaga adat. Terakhir, studi jangka panjang diperlukan untuk mengevaluasi dampak jangka panjang integrasi sastra tradisional dalam kurikulum terhadap pembentukan karakter siswa, termasuk membandingkan hasilnya dengan metode pembelajaran konvensional.

  1. Penanaman Nilai Karakter Dengan Metode Bermain Peran Cerita Legenda Malin Kundang Untuk Anak Sekolah... doi.org/10.38035/rrj.v6i6.1162Penanaman Nilai Karakter Dengan Metode Bermain Peran Cerita Legenda Malin Kundang Untuk Anak Sekolah doi 10 38035 rrj v6i6 1162
  2. Peran Guru sebagai Role Model dalam Penanaman Nilai Kejujuran di YPI Qowwiy Azizi | Journal of Sustainable... doi.org/10.63477/jose.v2i2.187Peran Guru sebagai Role Model dalam Penanaman Nilai Kejujuran di YPI Qowwiy Azizi Journal of Sustainable doi 10 63477 jose v2i2 187
Read online
File size373.25 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test