LSAMA ACEHLSAMA ACEH

Kalam: Jurnal Agama dan Sosial HumanioraKalam: Jurnal Agama dan Sosial Humaniora

Persaingan global pendidikan tinggi yang menuntut perguruan tinggi tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu mengelola komunikasi institusional secara strategis guna membangun reputasi menuju World Class University. Dalam konteks tersebut, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh menghadapi kebutuhan untuk menyelaraskan capaian akademik dengan persepsi publik melalui fungsi hubungan masyarakat. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi kehumasan dalam membentuk dan membingkai citra institusi serta mengidentifikasi faktor pendukung dan tantangan yang dihadapi. Studi menggunakan kerangka Teori Citra Frank Jefkins dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam terhadap informan internal dan eksternal, serta dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa humas menerapkan strategi komunikasi terencana melalui publikasi capaian akademik, pengelolaan media digital resmi, dan penguatan relasi media untuk memperoleh legitimasi eksternal. Namun, keterbatasan sumber daya manusia dan teknis, belum terintegrasinya sistem komunikasi, serta dominasi konten seremonial menghambat optimalisasi citra substantif. Disarankan penguatan kelembagaan humas, peningkatan kapasitas profesional, dan integrasi komunikasi berbasis substansi akademik agar reputasi institusi terbentuk secara kredibel dan berkelanjutan.

Penelitian ini menunjukkan bahwa strategi kehumasan Universitas Islam Negeri Ar-Raniry berperan dalam meningkatkan visibilitas dan legitimasi institusi melalui publikasi capaian akademik serta relasi dengan media eksternal sebagai upaya validasi eksternal yang membantu mengubah klaim internal menjadi pengakuan publik.Namun, pembentukan citra tidak semata ditentukan oleh intensitas komunikasi, melainkan oleh kesesuaian antara narasi yang disampaikan dengan kualitas akademik yang nyata.Dominasi konten seremonial berisiko membuat komunikasi hanya menampilkan aktivitas formal kampus, sementara kontribusi akademik yang substantif kurang terlihat, sehingga reputasi institusi tidak terbentuk secara andal.Temuan ini menegaskan adanya batas peran humas dalam proses pencitraan kelembagaan.Humas tidak dapat secara mandiri menciptakan reputasi tanpa dukungan mutu akademik, tata kelola manajerial, serta infrastruktur yang memadai.Reputasi perguruan tinggi pada dasarnya merupakan hasil sinergi antara kualitas institusi dan pengelolaan komunikasi yang profesional.Tanpa integrasi tersebut, publikasi dan citra cenderung hanya menghasilkan dampak jangka pendek dan belum tentu memperkuat posisi institusi dalam persaingan global.Bagi PTKIN yang mengusung visi WCU, penelitian ini memberikan pelajaran bahwa internasionalisasi reputasi tidak cukup dicapai melalui pencitraan, tetapi harus bertumpu pada penguatan substansi akademik yang dikomunikasikan secara kredibel.Oleh karena itu, penguatan kelembagaan humas melalui dukungan kebijakan pimpinan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta sistem komunikasi yang terintegrasi menjadi prasyarat penting agar humas dapat berperan strategis dalam mendukung transformasi institusi secara berkelanjutan.

Berdasarkan temuan penelitian, berikut adalah saran penelitian lanjutan: Pertama, perlu dilakukan kajian mendalam mengenai strategi komunikasi institusional yang efektif dalam membangun citra perguruan tinggi Islam menuju World Class University. Kajian ini dapat mencakup analisis terhadap berbagai strategi komunikasi yang digunakan oleh humas, termasuk publikasi capaian akademik, pengelolaan media digital, dan penguatan relasi media. Kedua, penelitian selanjutnya dapat fokus pada peran humas dalam membangun hubungan dengan media eksternal. Bagaimana humas dapat memanfaatkan media massa untuk membangun legitimasi institusional dan meningkatkan visibilitas akademik di tingkat global. Ketiga, penting untuk meneliti lebih lanjut mengenai tantangan dan hambatan yang dihadapi oleh humas dalam upaya membangun citra institusi. Kajian ini dapat mencakup analisis terhadap keterbatasan sumber daya manusia dan teknis, belum terintegrasinya sistem komunikasi, serta dominasi konten seremonial yang menghambat optimalisasi citra substantif. Dengan demikian, penelitian lanjutan dapat memberikan kontribusi teoretis dan praktis yang lebih komprehensif dalam pengembangan kajian hubungan masyarakat di perguruan tinggi Islam, khususnya dalam konteks persaingan global pendidikan tinggi.

  1. Media Massa Serambi Indonesia: Antara Industri Dan Idealisme | Al-Hikmah Media Dakwah, Komunikasi, Sosial... doi.org/10.32505/hikmah.v14i1.6200Media Massa Serambi Indonesia Antara Industri Dan Idealisme Al Hikmah Media Dakwah Komunikasi Sosial doi 10 32505 hikmah v14i1 6200
  2. Analisis Strategi Differensiasi Citra Perusahaan dalam Pemasaran Sebagai Upaya Untuk Menciptakan Keunggulan... doi.org/10.21043/bisnis.v5i2.3020Analisis Strategi Differensiasi Citra Perusahaan dalam Pemasaran Sebagai Upaya Untuk Menciptakan Keunggulan doi 10 21043 bisnis v5i2 3020
  3. PERAN RETORIKA DALAM MEDIA SOSIAL DAN PENGARUHNYA TERHADAP PEMILIH MUDA PADA PEMILIHAN UMUM | Kalam:... journal.lsamaaceh.com/index.php/kalam/article/view/200PERAN RETORIKA DALAM MEDIA SOSIAL DAN PENGARUHNYA TERHADAP PEMILIH MUDA PADA PEMILIHAN UMUM Kalam journal lsamaaceh index php kalam article view 200
Read online
File size484.9 KB
Pages21
DMCAReport

Related /

ads-block-test