IAIN MADURAIAIN MADURA
ASSHAHIFAHASSHAHIFAHMekanisme checks and balances merupakan bagian integral dari prinsip separation of powers melalui konsep trias politica yang dikembangkan oleh Montesquieu. Gagasan ini secara filosofis menekankan bahwa kekuasaan negara tidak boleh hanya terpusat pada satu organ kekuasaan saja, karena berpotensi melahirkan tirani dan penyalahgunaan kekuasaan (abuse of power). Dalam sistem pemerintahan presidensial, mekanisme checks and balances idealnya berjalan melalui relasi yang seimbang antara cabang eksekutif, legislatif, dan yudikatif, tetapi dalam praktik tidak demikian, sering kali mengalami distorsi akibat konfigurasi politik koalisi yang sangat dominan. Pada sisi lain, konsep judicial review yang diamanahkan kosntitusi melalui UUD 1945 yang memberikan kewenangan pada Mahkamah Konstitusi dan Mahkamah Agung kerap menemukan problema. Penelitian ini merumuskan dua fokus; bagaimana hakikat prinsip checks and balances dalam sistem emerintahan presidensial, yang multi partai, dan bagaimana upaya penguatan mekanisme checks and balances dalam sistem pemerintahan presidesial yang multi partai melalui judicial review?. Penelitian ini merupakan jenis penelitian hukum normatif dengan beberapa pendekatan yang digunakan; pendekatan perundang-undangan (statute approach), pendekatan sejarah (historical approach), pendekatan perbandingan (comparative approach), serta pendekatan konseptual (conceptual approach).
Berdasarkan uraian pada pembahasan sebelumnya maka dapat dikemukakan beberapa hal sebagai kesimpulan.Hakikat mekanisme checks and balances dalam sistem pemerintahann tidak dapat dilepaskan dari akar konseptual doktrin trias politica yang pertama kali dirumuskan secara sistematis oleh John Locke dan kemudian dikembangkan oleh Montesquieu.Gagasan ini menjadi fondasi utama dalam pembentukan semua sistem pemerintahan modern, lebih-lebih dalam sistem presidensial, di mana mekanisme checks and balances berfungsi sebagai mekanisme normatif dan praktis untuk menjaga stabilitas politik sekaligus menjamin tegaknya prinsip negara hukum dan demokrasi konstitusional.Mekanisme checks and balances merujuk pada mekanisme saling mengawasi (mutual control) dan saling mengimbangi (mutual balancing) antar cabang kekuasaan negara guna mencegah konsentrasi kekuasaan pada satu lembaga yang berpotensi melahirkan tirani dan penyalah gunaan kekuasaan (abuse of power).Dengan demikian, mekanisme checks and balances menjadi prinsip konstitusional yang menempatkan lembaga-lembaga kekuasaan negara dalam hubungan dialektis—tidak absolut.Karenanya dapat disimpulkan bahwa mekanisme checks and balances merupakan elemen fundamental dalam menjalankan semua sistem pemerintahan modern.penelitian ini menemukan tiga konsep utama, upaya menguatkan mekanisme checks and balances dalam sistem pemerintahan presidesial yang multi partai melalui judicial review yaitu, Pertama.mekonstruksi desain kelembagaan judicial review di Indonesia dengan menyatukan sistem judicial review (integrated constitutional review) yang terintegrasikan pada satu lembaga, yakni pada Mahkamah Konstitusi.Hal ini guna menghindari munculnya dualisme kewenangan, yang selama ini diatur dalam konstitusi.Kedua, menguatkan Independensi Mahkamah Konstitusi (Independent Constitutional Court) yang dapat menjadi salah satu aktor menguatnya mekanisme checks and balances.Tentu hal ini dapat dilakukan dengan mereformasi rekrutmen hakim dengan berbasis pada merit sistem (kompetensi dan profesionalitas), transparansi, dan independensi kelembagaan.Ketiga, menguatkan daya ikat dan efektivitas putusan judicial review di Indonesia.Tentu hal ini dapat dilakukan dengan cara membentuk compliance mechanism untuk constitutional compliance monitoring system (CCMS) untuk memastikan implementasi semua putusan judicial review.
Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, keterbatasan, dan bagian saran penelitian lanjutan, berikut adalah saran penelitian lanjutan yang baru:. . 1. Rekonstruksi Desain Kelembagaan Judicial Review: Penelitian ini mengusulkan integrasi sistem judicial review pada satu lembaga, yaitu Mahkamah Konstitusi. Hal ini bertujuan untuk menghindari dualisme kewenangan dan menciptakan kesatuan interpretasi terhadap konstitusi. Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi desain kelembagaan yang optimal untuk mewujudkan sistem judicial review yang terintegrasi dan efektif.. . 2. Menguatkan Independensi Mahkamah Konstitusi: Penelitian ini menekankan pentingnya independensi Mahkamah Konstitusi dalam menjaga keseimbangan kekuasaan. Penelitian lanjutan dapat fokus pada mekanisme rekrutmen hakim konstitusi yang berbasis merit sistem, transparansi, dan independensi kelembagaan. Bagaimana sistem rekrutmen yang ideal dapat memastikan hakim konstitusi yang independen dan terhindar dari konflik kepentingan?. . 3. Penguatan Daya Ikat dan Efektivitas Putusan Judicial Review: Penelitian ini mengusulkan pembentukan mekanisme compliance mechanism untuk memastikan implementasi putusan judicial review. Penelitian lanjutan dapat menyelidiki bagaimana mekanisme ini dapat diwujudkan secara efektif, termasuk dengan melibatkan lembaga-lembaga negara yang menjadi adresat putusan, seperti DPR dan Pemerintah. Bagaimana mekanisme ini dapat menjamin kepatuhan terhadap putusan Mahkamah Konstitusi dan mencegah praktik legislative delay atau legislative resistance?.
| File size | 601.69 KB |
| Pages | 26 |
| DMCA | Report |
Related /
UADUAD Program pembelajaran sosial dan emosional (SEL) semakin diakui perannya dalam mendorong perkembangan holistik siswa. Artikel ini mengevaluasi manfaat SELProgram pembelajaran sosial dan emosional (SEL) semakin diakui perannya dalam mendorong perkembangan holistik siswa. Artikel ini mengevaluasi manfaat SEL
UNTANUNTAN Hasil penelitian berdasarkan analisis dengan menggunakan regresi linier berganda yaitu dengan uji F secara simultan atau bersama-sama variabel independenHasil penelitian berdasarkan analisis dengan menggunakan regresi linier berganda yaitu dengan uji F secara simultan atau bersama-sama variabel independen
STHBSTHB Dampak studi ini adalah pentingnya memperkuat pelaksanaan non-diskriminasi yang dialami penyandang disabilitas di dunia kerja. Penyandang disabilitas memilikiDampak studi ini adalah pentingnya memperkuat pelaksanaan non-diskriminasi yang dialami penyandang disabilitas di dunia kerja. Penyandang disabilitas memiliki
UADUAD Dengan metode pembelajaran langsung dan bermain, proyek ini tidak hanya meningkatkan kesadaran anak-anak tentang makanan sehat dan pentingnya diet seimbangDengan metode pembelajaran langsung dan bermain, proyek ini tidak hanya meningkatkan kesadaran anak-anak tentang makanan sehat dan pentingnya diet seimbang
IAIN MADURAIAIN MADURA Dalam perspektif Hukum Tata Negara, KP3 tidak dapat dikualifikasikan sebagai lembaga negara maupun lembaga negara bantu (state auxiliary organ), melainkanDalam perspektif Hukum Tata Negara, KP3 tidak dapat dikualifikasikan sebagai lembaga negara maupun lembaga negara bantu (state auxiliary organ), melainkan
DINASTIREVDINASTIREV Selain itu, maraknya praktik dinasti politik serta penunjukan wakil kepala daerah sebagai pejabat tanpa dasar pengaturan yang tegas turut menimbulkan ketimpanganSelain itu, maraknya praktik dinasti politik serta penunjukan wakil kepala daerah sebagai pejabat tanpa dasar pengaturan yang tegas turut menimbulkan ketimpangan
DINASTIREVDINASTIREV Melalui metode yuridis normatif, penelitian ini menganalisis kerangka hukum yang mengatur mekanisme restorative justice serta dampaknya terhadap jaminanMelalui metode yuridis normatif, penelitian ini menganalisis kerangka hukum yang mengatur mekanisme restorative justice serta dampaknya terhadap jaminan
DINASTIREVDINASTIREV Era Society 5. 0 merupakan era dimana masyarakat dapat menyelesaikan berbagai tantangan dan permasalahan sosial dengan memanfaatkan berbagai inovasi yangEra Society 5. 0 merupakan era dimana masyarakat dapat menyelesaikan berbagai tantangan dan permasalahan sosial dengan memanfaatkan berbagai inovasi yang
Useful /
USIUSI Penelitian dilakukan dengan penanaman caisim pada polybag dengan sistem irigasi tetes. Pengamatan dilakukan terhadap morfologi tanaman caisim yaitu tinggiPenelitian dilakukan dengan penanaman caisim pada polybag dengan sistem irigasi tetes. Pengamatan dilakukan terhadap morfologi tanaman caisim yaitu tinggi
USIUSI Faktor utama yang menyebabkan ketidaklayakan homestay adalah usia usaha yang masih muda dan kurangnya strategi pemasaran. Sementara itu, usaha keripikFaktor utama yang menyebabkan ketidaklayakan homestay adalah usia usaha yang masih muda dan kurangnya strategi pemasaran. Sementara itu, usaha keripik
DINASTIREVDINASTIREV Kolaborasi ini turut memperkuat diplomasi ekonomi digital dan menjadi model kerja sama sistem pembayaran lintas batas yang inklusif dan berkelanjutan.Kolaborasi ini turut memperkuat diplomasi ekonomi digital dan menjadi model kerja sama sistem pembayaran lintas batas yang inklusif dan berkelanjutan.
DINASTIREVDINASTIREV Fenomena ini menunjukkan betapa pentingnya peran kerjasama internasional, namun pada saat yang sama menunjukkan keterbatasan implementasi hukum dalam mengatasiFenomena ini menunjukkan betapa pentingnya peran kerjasama internasional, namun pada saat yang sama menunjukkan keterbatasan implementasi hukum dalam mengatasi