DINASTIREVDINASTIREV

Jurnal Ilmu Hukum, Humaniora dan PolitikJurnal Ilmu Hukum, Humaniora dan Politik

Perdagangan internasional di kawasan Asia Pasifik telah berkembang pesat sebagai motor pertumbuhan ekonomi regional. Namun, di balik arus barang dan modal yang semakin terbuka, terdapat celah hukum yang dimanfaatkan oleh entitas korporasi untuk melakukan berbagai bentuk kejahatan ekonomi lintas batas. Studi ini menelaah bagaimana perdagangan internasional berpotensi menjadi jalur bagi korporasi untuk melakukan praktik ilegal seperti penghindaran pajak, pencucian uang, penyelundupan, hingga manipulasi harga transfer, dengan menggunakan skema sah yang berlindung di balik perjanjian dagang dan kelemahan sistem hukum nasional.

Penelitian ini mengungkapkan bahwa perdagangan internasional, meskipun memberikan kontribusi besar terhadap perekonomian, juga membuka celah bagi kejahatan ekonomi korporasi yang semakin kompleks, terutama dalam konteks perdagangan lintas batas.Dari analisis yang dilakukan terhadap kasus-kasus terkini di Asia Pasifik, terutama di Singapura, terlihat jelas bahwa praktik pencucian uang dan korupsi yang melibatkan korporasi besar memanfaatkan struktur perusahaan cangkang dan ketidakpastian regulasi untuk memperlancar operasi mereka.Fenomena ini menunjukkan betapa pentingnya peran kerjasama internasional, namun pada saat yang sama menunjukkan keterbatasan implementasi hukum dalam mengatasi kejahatan tersebut, baik dari sisi mekanisme hukum nasional maupun transnasional.

Untuk mengatasi kejahatan ekonomi korporasi dalam perdagangan internasional, diperlukan penguatan kerangka hukum domestik terkait perdagangan internasional dan kejahatan ekonomi, termasuk pengawasan terhadap perusahaan-perusahaan besar yang terlibat dalam transaksi internasional. Selain itu, perlu ada peningkatan kerjasama internasional dan penandatanganan perjanjian bilateral dan multilateral yang lebih spesifik terkait perdagangan internasional dan pengawasan keuangan. Penguatan sistem pengawasan dan pembentukan lembaga khusus yang mengawasi perdagangan internasional dan kejahatan ekonomi korporasi juga sangat penting. Pendidikan dan pelatihan bagi aparat penegak hukum juga perlu ditingkatkan, terutama dalam bidang kejahatan ekonomi lintas negara. Penerapan teknologi blockchain dan artificial intelligence (AI) dapat membantu dalam mendeteksi pola transaksi mencurigakan. Dengan langkah-langkah ini, Indonesia dapat menjadi lebih siap dalam menghadapi ancaman kejahatan ekonomi lintas negara dan melindungi integritas ekonomi domestik dalam arena perdagangan global.

  1. Frontiers | ASEAN cooperation to combat transnational crime: progress, perils, and prospects. frontiers... doi.org/10.3389/fpos.2024.1304828Frontiers ASEAN cooperation to combat transnational crime progress perils and prospects frontiers doi 10 3389 fpos 2024 1304828
Read online
File size344.23 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test