IAIN MADURAIAIN MADURA
ASSHAHIFAHASSHAHIFAHPengawasan pupuk bersubsidi merupakan instrumen penting dalam menjamin efektivitas kebijakan subsidi pemerintah guna mendukung ketahanan pangan nasional. Pemerintah telah membentuk Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida (KP3) sebagai mekanisme koordinasi pengawasan, namun berbagai permasalahan seperti kelangkaan pupuk, ketidaktepatan sasaran, penjualan di atas Harga Eceran Tertinggi (HET), dan penyalahgunaan distribusi masih sering terjadi. Penelitian ini bertujuan menganalisis kedudukan dan desain kelembagaan KP3 dalam sistem penyelenggaraan pemerintahan serta mengkaji problematika kelembagaan yang memengaruhi efektivitas pengawasan pupuk bersubsidi dalam perspektif Hukum Tata Negara.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Komisi Pengawas Pupuk dan Pestisida (KP3) merupakan forum koordinasi antarlembaga yang dibentuk untuk mendukung pengawasan terhadap pengadaan, penyaluran, dan penggunaan pupuk bersubsidi serta peredaran pestisida dalam sistem penyelenggaraan pemerintahan.Dalam perspektif Hukum Tata Negara, KP3 tidak dapat dikualifikasikan sebagai lembaga negara maupun lembaga negara bantu (state auxiliary organ), melainkan sebagai forum koordinasi yang menjalankan fungsi publik melalui sinergi berbagai instansi pemerintah.Kedudukan tersebut menunjukkan bahwa pelaksanaan fungsi pengawasan KP3 lebih berorientasi pada koordinasi antarlembaga daripada pelaksanaan kewenangan pengawasan secara langsung.Penelitian ini menemukan bahwa efektivitas pengawasan pupuk bersubsidi tidak hanya dipengaruhi oleh aspek implementasi kebijakan, tetapi juga oleh desain kelembagaan KP3 yang belum memadai.Ketidakjelasan kedudukan hukum, keterbatasan kewenangan yang bersifat koordinatif, serta belum optimalnya mekanisme akuntabilitas menyebabkan pelaksanaan fungsi pengawasan sangat bergantung pada koordinasi dan komitmen masing-masing instansi.Kondisi tersebut berdampak pada belum terwujudnya sistem pengawasan yang terintegrasi serta belum adanya pembagian jelas dalam penyelenggaraan tanggung jawab kelembagaan yang memengaruhi efektivitas pengawasan pupuk bersubsidi.Berdasarkan temuan tersebut, rekonstruksi desain kelembagaan KP3 perlu diarahkan pada penguatan kapasitas kelembagaan tanpa mengubah karakter KP3 sebagai forum koordinasi dalam sistem penyelenggaraan pemerintahan.Penguatan tersebut meliputi penegasan kedudukan hukum, fungsi, dan hubungan kelembagaan dengan pemerintah pusat maupun pemerintah daerah, didukung oleh sekretariat yang permanen, penyediaan sumber daya dan anggaran operasional yang memadai, pengembangan sistem pelaporan dan pertukaran data yang terintegrasi, serta mekanisme koordinasi dan tindak lanjut rekomendasi yang lebih efektif.Rekonstruksi tersebut diharapkan mampu memperjelas pembagian kewenangan dan akuntabilitas antarlembaga sehingga pengawasan pupuk bersubsidi dapat diselenggarakan secara lebih efektif, akuntabel, dan transparan dalam mendukung terwujudnya ketahanan pangan nasional.
Untuk meningkatkan efektivitas pengawasan pupuk bersubsidi, diperlukan rekonstruksi desain kelembagaan KP3 yang lebih ideal. Pertama, perlu dilakukan penguatan dasar hukum dan kewenangan KP3 melalui pelembagaan berbasis Peraturan Daerah, sehingga KP3 memiliki mandat dan otoritas hukum formal yang jelas untuk melakukan pengawasan tata niaga pupuk bersubsidi secara berkelanjutan, independen, dan objektif. Kedua, penting untuk membentuk Sekretariat Tetap yang mandiri dan fungsional di setiap tingkatan wilayah, agar KP3 memiliki pos anggaran operasional mandiri dan tidak bergantung pada dinas teknis. Ketiga, perlu dibangun sistem pelaporan nasional yang terintegrasi secara digital, sehingga laporan temuan penyelewengan di tingkat kabupaten/kota dapat langsung memicu alarm penindakan dari pusat. Keempat, KP3 harus direposisi sebagai lengan operasional pengawasan sarana produksi di bawah koordinasi strategis Badan Pangan Nasional guna menjamin ketahanan pangan nasional. Kelima, KP3 harus diintegrasikan dengan pangkalan data digital komprehensif, sehingga dapat melakukan pengawasan berbasis presisi digital dan memantau langsung pergerakan pupuk dari gudang produsen hingga ke kios pengecer resmi yang ditebus oleh petani. Keenam, KP3 perlu diberikan kewenangan audit distribusi secara mandiri dan kewenangan rekomendasi wajib ditindaklanjuti, sehingga rekomendasi KP3 menjadi keputusan administrasi yang bersifat final and binding bagi instansi penerima. Ketujuh, jika instansi teknis di daerah atau produsen sengaja lalai dan tidak menindaklanjuti rekomendasi wajib dari KP3, maka hal itu dikategorikan sebagai pelanggaran hukum administrasi dan KP3 berhak meneruskan kelalaian tersebut kepada Ombudsman Republik Indonesia atau Kementerian Dalam Negeri untuk dijatuhkan sanksi disiplin kepada pejabat daerah yang bertanggung jawab.
| File size | 351.58 KB |
| Pages | 31 |
| DMCA | Report |
Related /
UNTANUNTAN Hasil ini dapat disimpulkan bahwa variabel Pengetahuan Akuntansi tidak mempunyai pengaruh positif secara signifikan terhadap Penggunaan Informasi Akuntansi.Hasil ini dapat disimpulkan bahwa variabel Pengetahuan Akuntansi tidak mempunyai pengaruh positif secara signifikan terhadap Penggunaan Informasi Akuntansi.
UADUAD Hasil menunjukkan penurunan skor kecemasan rata-rata dari 3,31 (SD = 0,37) menjadi 3,03 (SD = 0,38). Penurunan ini signifikan secara statistik (p < 0,001)Hasil menunjukkan penurunan skor kecemasan rata-rata dari 3,31 (SD = 0,37) menjadi 3,03 (SD = 0,38). Penurunan ini signifikan secara statistik (p < 0,001)
UNTANUNTAN Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh debt to asset ratio, gross profit margin dan operating profit margin terhadap laporan berkelanjutanTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh debt to asset ratio, gross profit margin dan operating profit margin terhadap laporan berkelanjutan
UADUAD Program pembelajaran sosial dan emosional (SEL) semakin diakui perannya dalam mendorong perkembangan holistik siswa. Artikel ini mengevaluasi manfaat SELProgram pembelajaran sosial dan emosional (SEL) semakin diakui perannya dalam mendorong perkembangan holistik siswa. Artikel ini mengevaluasi manfaat SEL
URINDOURINDO Studi ini menunjukkan bahwa maladministrasi dalam distribusi pupuk bersubsidi di Indonesia bukan sekadar persoalan teknis, melainkan cerminan dari persoalanStudi ini menunjukkan bahwa maladministrasi dalam distribusi pupuk bersubsidi di Indonesia bukan sekadar persoalan teknis, melainkan cerminan dari persoalan
ASIAASIA Tujuannya adalah memberdayakan Gapoktan agar petani dapat lebih mudah mengakses input pertanian penting. Metode yang digunakan adalah studi kasus kualitatifTujuannya adalah memberdayakan Gapoktan agar petani dapat lebih mudah mengakses input pertanian penting. Metode yang digunakan adalah studi kasus kualitatif
UNIK KEDIRIUNIK KEDIRI Penerapan strategi peramalan penjualan penting sekali dilakukan pada perusahaan. Namun masih banyak perusahaan yang masih belum menerapkan strategi ini,Penerapan strategi peramalan penjualan penting sekali dilakukan pada perusahaan. Namun masih banyak perusahaan yang masih belum menerapkan strategi ini,
UMPRUMPR BUMDes Hanjak Maju memiliki unit usaha TBS kelapa sawit, gas 3 kg maupun pupuk. Jumlah Penerimaan PADes Hanjak Maju dengan rata-rata produksi TBS per bulanBUMDes Hanjak Maju memiliki unit usaha TBS kelapa sawit, gas 3 kg maupun pupuk. Jumlah Penerimaan PADes Hanjak Maju dengan rata-rata produksi TBS per bulan
Useful /
UNTANUNTAN Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh kriteria Good Corporate Governance (GCG) terhadap pengungkapan Corporate Social ResponsibilityTujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh kriteria Good Corporate Governance (GCG) terhadap pengungkapan Corporate Social Responsibility
UNTANUNTAN Elemen good corporate governance seperti ukuran dewan komisaris, komisaris independen, dan kualitas audit tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap nilaiElemen good corporate governance seperti ukuran dewan komisaris, komisaris independen, dan kualitas audit tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap nilai
USIUSI Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis dampak pendamping penyuluh swasta terhadap peningkatan sumber daya petani sawit swadayaTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis dampak pendamping penyuluh swasta terhadap peningkatan sumber daya petani sawit swadaya
UMCUMC Studi ini mengeksplorasi bagaimana praktik doa tidak hanya sebagai aksi religius, tetapi juga sebagai elemen yang memperkuat identitas dan solidaritasStudi ini mengeksplorasi bagaimana praktik doa tidak hanya sebagai aksi religius, tetapi juga sebagai elemen yang memperkuat identitas dan solidaritas