UKiPUKiP

EIRENE : Jurnal Ilmiah TeologiEIRENE : Jurnal Ilmiah Teologi

Meningkatkan keaktifan pemuda dalam ibadah adalah tugas yang harus dilaksanakan oleh gereja melalui para hamba Tuhan atau pelayan, agar pemuda aktif mengambil bagian dalam ibadah. Namun, kenyataannya, pemuda di Rayon Filadelfia Jemaat GKI Maranatha Kota Sorong pada beberapa tahun terakhir ini kurang aktif dalam persekutuan ibadah pemuda. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tingkat keaktifan pemuda dalam ibadah, faktor penyebab pemuda kurang aktif dalam ibadah, dan peranan gereja atau hamba Tuhan dalam meningkatkan keaktifan pemuda dalam ibadah. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan sampel 40 responden, menggunakan teknik observasi, studi pustaka, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemuda perlu memahami ibadah sebagai sarana perjumpaan dengan Tuhan dan mengucap syukur kepada-Nya atas kasih dan segala berkat yang mengalir dalam hidup ini, serta pemuda perlu meningkatkan kehadirannya dalam ibadah. Gereja atau hamba Tuhan perlu berperan secara maksimal dalam meningkatkan keaktifan pemuda dalam ibadah melalui program pengajaran Alkitab dan pembinaan berbasis pertumbuhan rohani pemuda berupa reet, wisata rohani, ibadah pantai, dan program inovatif pemuda dalam kearifan lokal.

Dari keseluruhan uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa tingkat kehadiran pemuda dalam ibadah di Rayon Filadelfia Jemaat GKI Maranatha Kota Sorong masih kurang dari yang diharapkan, yaitu hanya sedikit pemuda yang selalu aktif dalam ibadah.Kurang keterlibatan atau keaktifan pemuda dalam persekutuan ibadah disebabkan oleh berbagai faktor, seperti pekerjaan, perkuliahan, kebosanan karena pelayanan monoton, pengaruh teknologi, pergaulan lingkungan yang kurang baik, kurangnya pemahaman tentang pentingnya ibadah, dan kemalasan.Gereja, melalui hamba Tuhan atau pelayan, telah berperan dalam pembinaan dan pengajaran rohani bagi pemuda melalui retret, ibadah pantai, dan wisata rohani untuk mendorong mereka aktif dalam persekutuan ibadah dan pelayanan di unsur pemuda dan jemaat.

Untuk meningkatkan keaktifan pemuda dalam ibadah, pemuda perlu memahami ibadah sebagai sarana perjumpaan dengan Tuhan dan mengucap syukur kepada-Nya. Pemuda juga perlu menyadari bahwa hidupnya bersumber dari Tuhan dan wajib beribadah kepada-Nya. Badan Pelayan Pemuda harus bekerja sama dengan semua anggota pemuda untuk menyepakati waktu ibadah yang tepat dan relevan dengan kebutuhan pemuda. Gereja, melalui para hamba Tuhan atau pelayan, perlu berperan secara aktif dan maksimal dalam pengajaran Alkitab dan pembinaan rohani melalui berbagai kegiatan berbasis pertumbuhan rohani pemuda, seperti reet-reet, wisata rohani, cerdas cermat Alkitab dan sejarah, seminar teologis, dan kegiatan pengembangan kearifan lokal pemuda. Dengan demikian, pemuda akan semakin bermotivasi untuk aktif dalam persekutuan pemuda dan jemaat.

  1. KAJIAN ETIKA KRISTEN TERHADAP ETOS KERJA KARYAWAN SAGA RETAILINDO KOTA SORONG | EIRENE : Jurnal Ilmiah... doi.org/10.56942/ejit.v6i1.10KAJIAN ETIKA KRISTEN TERHADAP ETOS KERJA KARYAWAN SAGA RETAILINDO KOTA SORONG EIRENE Jurnal Ilmiah doi 10 56942 ejit v6i1 10
  2. Pengaruh Saat Teduh dan Ibadah Terhadap Pengambilan Keputusan Dalam Memilih Pasangan Hidup | Fidei: Jurnal... doi.org/10.34081/fidei.v2i2.52Pengaruh Saat Teduh dan Ibadah Terhadap Pengambilan Keputusan Dalam Memilih Pasangan Hidup Fidei Jurnal doi 10 34081 fidei v2i2 52
Read online
File size500.97 KB
Pages20
DMCAReport

Related /

ads-block-test