UKiPUKiP
EIRENE : Jurnal Ilmiah TeologiEIRENE : Jurnal Ilmiah TeologiTulisan ini menganalisis tantangan etis dan eksistensial yang muncul dari akselerasi Kecerdasan Buatan (AI) melalui perspektif filsafat ilmu dan teologi Katolik. Fokus utama penelitian ini adalah risiko reduksionisme digital yang berpotensi mereduksi martabat manusia sebagai Imago Dei. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur integratif terhadap dokumen Antiqua et Nova (2025) dan Christus Vivit (2019), serta pemikiran Hubert Dreyfus dan Nick Bostrom. Hasil penelitian menunjukkan adanya kesenjangan ontologis yang mendasar antara kecerdasan manusia dan AI. Kritik Dreyfus menegaskan keterbatasan AI dalam mereplikasi intuisi berbasis perwujudan tubuh (embodiment) serta ketidakmampuannya menyelesaikan frame problem. Di sisi lain, Bostrom menyoroti risiko superintelligence yang muncul dari persoalan penyelarasan nilai (alignment problem). Secara aksiologis, perbedaan ini tercermin dalam distingsi antara mêtis sebagai kecerdasan fungsional AI dan noûs sebagai intelek kontemplatif manusia. Penelitian ini menawarkan konsep Techno-Humanitarian Balance sebagai kerangka normatif untuk menempatkan AI secara proporsional di bawah otoritas moral manusia. Kerangka ini penting untuk mencegah degradasi identitas manusia menjadi entitas algoritmik serta memastikan bahwa teknologi tetap berfungsi sebagai sarana yang melayani kemanusiaan.
Penelitian ini menegaskan bahwa akselerasi Kecerdasan Buatan (AI) tidak dapat dipahami semata sebagai perkembangan teknologis, melainkan sebagai persoalan filosofis dan teologis yang menyentuh hakikat kemanusiaan.Temuan utama menunjukkan adanya kesenjangan ontologis yang tidak dapat direduksi antara kecerdasan manusia dan mesin.AI beroperasi dalam kerangka kecerdasan fungsional (mêtis) yang berbasis kalkulasi dan optimasi data, sedangkan manusia memiliki intelek kontemplatif (noûs) yang memungkinkan pemahaman makna, intuisi, serta pertimbangan moral.Kontribusi utama penelitian ini terletak pada perumusan konsep Techno-Humanitarian Balance sebagai kerangka normatif yang menolak dua posisi ekstrem, yaitu dominasi teknosentrisme dan penolakan total terhadap teknologi.Konsep ini menegaskan bahwa AI harus ditempatkan sebagai instrumen yang berada di bawah otoritas moral manusia, bukan sebagai agen otonom yang menentukan arah kehidupan manusia.Implikasi penelitian ini menuntut pergeseran paradigma menuju pendekatan human-centered yang tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga normatif dan reflektif.Pengembangan AI harus disertai dengan kerangka etika yang memastikan bahwa keputusan yang berdampak pada kehidupan manusia tetap berada dalam kendali moral manusia.
Penelitian lanjutan dapat fokus pada pengembangan kerangka etika AI yang lebih inklusif dengan melibatkan berbagai perspektif budaya dan agama, sehingga menciptakan norma global yang lebih luas. Selain itu, penting untuk mengeksplorasi cara mengintegrasikan kebijaksanaan hati (noûs) dalam desain sistem AI, seperti melalui pengembangan algoritma yang mampu memahami konteks emosional dan moral manusia. Terakhir, penelitian juga perlu mengevaluasi dampak jangka panjang dari penggunaan AI dalam pendidikan, khususnya dalam mencegah pengurangan kemampuan berpikir kritis dan reflektif generasi muda. Ketiga arah ini dapat membantu menjaga keseimbangan antara inovasi teknologi dan nilai kemanusiaan.
| File size | 419.57 KB |
| Pages | 14 |
| DMCA | Report |
Related /
UnmulUnmul Berdasarkan pengambilan data di lapangan serta analisis data laju infiltrasi dengan metode perhitungan laju infiltrasi metode aktual dan metode horton,Berdasarkan pengambilan data di lapangan serta analisis data laju infiltrasi dengan metode perhitungan laju infiltrasi metode aktual dan metode horton,
CALAMUSCALAMUS Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) telah memberikan dampak signifikan terhadap dunia pendidikan, salah satunya melalui integrasi kurikulumPerkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) telah memberikan dampak signifikan terhadap dunia pendidikan, salah satunya melalui integrasi kurikulum
UnmulUnmul Untuk menghindari multikolinearitas, dilakukan pengujian korelasi Pearson untuk variabel kuantitatif dan Cramers V untuk variabel kategorikal; hasil menunjukkanUntuk menghindari multikolinearitas, dilakukan pengujian korelasi Pearson untuk variabel kuantitatif dan Cramers V untuk variabel kategorikal; hasil menunjukkan
UNISMUH PALUUNISMUH PALU Namun, implementasinya harus tetap berada dalam kerangka hukum yang menjamin kepastian hukum, akuntabilitas, dan perlindungan kepentingan publik. SebagaiNamun, implementasinya harus tetap berada dalam kerangka hukum yang menjamin kepastian hukum, akuntabilitas, dan perlindungan kepentingan publik. Sebagai
CALAMUSCALAMUS Selain berfungsi secara teknis, proses editing menggunakan CapCut juga melibatkan pertimbangan kreatif, mulai dari pemilihan aset visual hingga penyesuaianSelain berfungsi secara teknis, proses editing menggunakan CapCut juga melibatkan pertimbangan kreatif, mulai dari pemilihan aset visual hingga penyesuaian
UKiPUKiP Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemuda perlu memahami ibadah sebagai sarana perjumpaan dengan Tuhan dan mengucap syukur kepada-Nya atas kasih dan segalaHasil penelitian menunjukkan bahwa pemuda perlu memahami ibadah sebagai sarana perjumpaan dengan Tuhan dan mengucap syukur kepada-Nya atas kasih dan segala
STKIPKUSUMANEGARASTKIPKUSUMANEGARA Lembaga Kebudayaan Betawi (LKB) berjuang untuk melestarikan dan mengembangkan budaya Betawi di tengah tantangan globalisasi dan keterbatasan teknologiLembaga Kebudayaan Betawi (LKB) berjuang untuk melestarikan dan mengembangkan budaya Betawi di tengah tantangan globalisasi dan keterbatasan teknologi
UntikaUntika Etika AI mencakup prinsip moral yang mengatur perilaku manusia dalam pengembangan, produksi, dan penggunaan teknologi AI, termasuk pertimbangan privasiEtika AI mencakup prinsip moral yang mengatur perilaku manusia dalam pengembangan, produksi, dan penggunaan teknologi AI, termasuk pertimbangan privasi
Useful /
UKiPUKiP Ketiga, jabatan Raja menginspirasi kepemimpinan yang melayani dan penegakkan syalom Allah di berbagai bidang kehidupan. Doktrin Munus Triplex atau TigaKetiga, jabatan Raja menginspirasi kepemimpinan yang melayani dan penegakkan syalom Allah di berbagai bidang kehidupan. Doktrin Munus Triplex atau Tiga
TEKNOLABJOURNALTEKNOLABJOURNAL Terapi standar biasanya mencakup regimen berbasis pyrimethamine, tetapi ketersediaan obat dapat membatasi pengobatan di lingkungan berdaya beli terbatas.Terapi standar biasanya mencakup regimen berbasis pyrimethamine, tetapi ketersediaan obat dapat membatasi pengobatan di lingkungan berdaya beli terbatas.
UKiPUKiP Umat dapat mengekspresikan dan menemukan dimensi religiusitas dari ruang virtual, bahkan mereka dapat terkoneksi dan berinteraksi dengan orang-orang KristenUmat dapat mengekspresikan dan menemukan dimensi religiusitas dari ruang virtual, bahkan mereka dapat terkoneksi dan berinteraksi dengan orang-orang Kristen
UKiPUKiP Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna teologis panggilan dan janji Allah kepada Abram dalam Kejadian 12:1–3 melalui pendekatan eksegesisPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna teologis panggilan dan janji Allah kepada Abram dalam Kejadian 12:1–3 melalui pendekatan eksegesis