UnmulUnmul

JURNAL TEKNIK GEOLOGI : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan TeknologiJURNAL TEKNIK GEOLOGI : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi

Ketersediaan dan keberlanjutan pada sumber daya air tanah merupakan salah satu isu yang sangat krusial di tengah meningkatnya kebutuhan air yang diakibatkan beberapa faktor seperti pertumbuhan populasi, aktivitas industri, serta pembangunan infrastruktur berskala besar, seperti yang sedang berlangsung di Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur yang juga sebagai salah satu kota penyangga dari Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur laju infiltrasi pada berbagai lokasi sekitar di formasi Balikpapan dan formasi Pulau Balang. Melalui pengukuran laju infiltrasi, penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi mengenai tingkat permeabilitas serta potensi resapan air tanah di wilayah tersebut. Metode penelitian akan dilakukan melalui pendekatan lapangan dengan menerapkan metode infiltrasi menggunakan alat double ring infiltrometer yang berperan dalam mengukur laju infiltrasi di beberapa titik pengambilan data di Formasi Balikpapan dan Formasi Pulau Balang. Pengukuran dengan metode infiltrasi ini dilengkapi dengan pengambilan data singkapan di sekitar daerah penelitian. Data infiltrasi yang diperoleh kemudian akan dianalisis secara kuantitatif untuk menilai tingkat permeabilitas dan kapasitas resapan pada lokasi penelitian yang berada pada Formasi Balikpapan dan Formasi Pulau Balang. Hasil dari penelitian diharapkan menjadi suatu representatif dan menghasilkan informasi dalam mengenai laju infiltrasi, tingkat permeabilitas tanah, serta identifikasi zona dengan potensi resapan tinggi yang dapat dimanfaatkan untuk pengelolaan air tanah.

Berdasarkan pengambilan data di lapangan serta analisis data laju infiltrasi dengan metode perhitungan laju infiltrasi metode aktual dan metode horton, didapatkan kesimpulan bahwa formasi balikpapan dan formasi pulau balang memiliki nilai karakteristik hidrogeologi yang relatif sama.Hasil nilai laju infiltrasi dengan metode aktual dan horton menjadi gambaran bahwa kedua formasi tersebut memiliki kesamaan pada karakteristik hidrogeologinya.Perbedaan kedua formasi pada daerah penelitian tersebut berada pada perbedaan lapisan formasi balikpapan yang lebih heterogen dengan diisi lapisan batupasir dengan sisipan lempung dan batubara sedangkan formasi balikpapan yang hanya diisi batupasir yang masif.

Penelitian lanjutan dapat fokus pada analisis dampak perubahan penggunaan lahan terhadap laju infiltrasi di Formasi Balikpapan dan Formasi Pulau Balang, terutama di kawasan perkotaan yang mengalami perkembangan pesat. Selain itu, perlu dilakukan studi perbandingan antara metode infiltrasi aktual dan model Horton dalam mengevaluasi kapasitas resapan air tanah di berbagai jenis batuan. Kedua penelitian ini dapat memberikan wawasan lebih mendalam tentang dinamika hidrogeologi wilayah tersebut, serta membantu pengelolaan sumber daya air tanah secara berkelanjutan. Selain itu, penelitian tentang interaksi antara Formasi Balikpapan dan Formasi Pulau Balang dengan sistem aliran air bawah permukaan dapat dikembangkan untuk memahami pola distribusi air tanah secara lebih akurat.

Read online
File size1.06 MB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test