UMSUMS

Forum GeografiForum Geografi

Luas lahan kritis yang makin meningkat mengancam keseimbangan hidrologi dalam DAS. Salah satu DAS yang memiliki lahan kritis dan memerlukan prioritas penanganan adalah DAS Comal. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi karakteristik fisik DAS Comal yang berpengaruh dalam penentuan koefisien aliran serta menghitung koefisien aliran dengan mempertimbangkan parameter karakteristik fisik DAS. Metode penelitian yang digunakan untuk mengetahui karakteristik fisik DAS menggunakan metode Cook. Unit analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah satuan lahan. Penentuan debit banjir dilakukan menggunakan metode rasional. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai koefisien DAS Comal yaitu 61,63% yang termasuk kategori tinggi. Nilai koefisien aliran dan perhitungan debit pada masing-masing sub DAS yaitu Comal hilir 52,65% dengan debit sebesar 505,68 m3/dtk, Genteng 65,04% dengan debit sebesar 542,44 m3/dtk, Lomeneng 64,00% dengan debit sebesar 194,23 m3/dtk, Srengseng 64,10% dengan debit sebesar 270,46 m3/dtk, dan Wakung hulu 62,34% dengan debit sebesar 686,64 m3/dtk. Pengendalian banjir di DAS Comal diprioritaskan pada peningkatan laju infiltrasi, pengelolaan kemiringan lereng, peningkatan tutupan vegetasi dan pengelolaan kerapatan aliran.

Beberapa karakteristik fisik DAS Comal yang dianalisis terdiri dari kemiringan lereng, infiltrasi, tutupan vegetasi, dan kerapatan aliran.Dari 5 sub DAS di DAS Comal, 2 sub DAS memiliki kemiringan lereng > 30%, 2 sub DAS memiliki kemiringan lereng 0-30%, dan 2 sub DAS memiliki kemiringan lereng 0-5%.Tutupan vegetasi dominan di DAS Comal adalah >80%, kerapatan aliran dominan dikategorikan dalam kelas >5mill/mill2, dan laju infiltrasi dominan dapat dianggap sebagai lambat.Koefisien aliran DAS Comal adalah 61,63% atau kategori tinggi.Nilai koefisien aliran dan perhitungan debit masing-masing sub DAS adalah, masing-masing Comal Hilir 52,65% dengan debit puncak 505,68 m3/sec, Genteng 65,04% dengan debit puncak 542,44 m3/sec, Lomeneng 64,00% dengan debit puncak 194,23 m3/sec, Srengseng 64,10% dengan debit puncak 270,46 m3/sec, dan Wakung Hulu 62,34% dengan debit puncak 686,64 m3/sec.Prioritas pengendalian banjir DAS Comal adalah peningkatan laju infiltrasi, pengelolaan kemiringan lereng, peningkatan tutupan vegetasi, dan pengelolaan kerapatan aliran.

Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi lebih mendalam tentang pengaruh karakteristik fisik DAS, seperti kemiringan lereng, tutupan vegetasi, dan kerapatan aliran, terhadap laju infiltrasi dan debit banjir. Selain itu, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi strategi pengelolaan lahan yang efektif untuk mengurangi dampak banjir, seperti penerapan teknik konservasi tanah dan air, penggunaan sistem agroforestri, dan pengelolaan drainase. Penelitian juga dapat dilakukan untuk menganalisis dampak perubahan iklim terhadap karakteristik fisik DAS dan strategi mitigasi yang dapat diterapkan.

Read online
File size1.67 MB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test