LITPAMLITPAM

Journal of Language and Literature StudiesJournal of Language and Literature Studies

Sangat menarik untuk melakukan studi tentang tindak tutur direktif karena sangat umum dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam percakapan. Terkadang komunikasi gagal hanya karena pendengar tidak memahami apa yang dikatakan pembicara. Akibatnya, pesan yang dimaksud tidak dapat dikirim secara efektif dan beberapa perbedaan ditemukan dalam penggunaan tindak tutur. Fokus dari penelitian ini adalah untuk menganalisis penggunaan tindak tutur direktif dalam film “The Blind Side oleh Michael Lewis. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengidentifikasi jenis-jenis tindak tutur direktif yang digunakan oleh para tokoh dalam film “The Blind Side oleh Michael Lewis, dan (2) menentukan faktor-faktor yang memengaruhi penggunaan setiap jenis tindak tutur direktif oleh para tokoh. Penelitian ini bersifat kualitatif, menggunakan teknik deskriptif. Sumber data meliputi sumber primer seperti video dan naskah, dan sumber sekunder seperti artikel, jurnal, dan studi yang relevan. Para peneliti menggunakan teknik dokumentasi, observasi, dan studi pustaka dalam pengumpulan data untuk menarik kesimpulan setelah analisis. Teori Searle dan Hymes digunakan untuk menganalisis data. Dari hasil observasi dan studi pustaka, diperoleh hasil (1) lima jenis tindak tutur direktif ditemukan digunakan oleh para tokoh dalam film, yaitu perintah, permintaan, undangan, larangan, dan saran, dan (2) terdapat faktor-faktor yang memengaruhi penggunaan setiap jenis tindak tutur direktif oleh para tokoh, termasuk jenis kelamin, usia, ras/warna kulit, dan status sosial/pekerjaan, dengan ras/warna kulit menjadi faktor yang paling dominan memengaruhi mereka.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa semua jenis tindak tutur direktif menurut teori Searle ditemukan digunakan oleh karakter dalam film dengan 155 data.Perintah adalah yang paling sering digunakan dengan 56 data, 49 data untuk permintaan, enam data untuk undangan, 22 data untuk larangan, dan 22 data untuk saran.Faktor-faktor yang berbeda memengaruhi penggunaan setiap jenis tindak tutur direktif oleh karakter.Perbedaan dalam penggunaan setiap jenis tindak tutur direktif dipengaruhi oleh status sosial/pekerjaan, usia, jenis kelamin, dan ras/warna kulit dari setiap karakter dalam film ini.Kesimpulannya, faktor yang paling berpengaruh dalam penggunaan setiap jenis tindak tutur direktif dalam film “The Blind Side oleh Michael Lewis adalah ras/warna kulit.

Penelitian ini berfokus pada tindak tutur direktif dalam satu film saja. Penelitian selanjutnya bisa memperluas cakupan dengan menganalisis berbagai film lain untuk mendapatkan pemahaman yang lebih komprehensif tentang tindak tutur direktif. Selain itu, penelitian mendatang bisa mengeksplorasi jenis-jenis tindak tutur lainnya, tidak hanya direktif, untuk memahami dinamika komunikasi secara lebih utuh dan menghindari potensi kesalahpahaman dalam berinteraksi. Studi lanjutan juga dapat fokus pada bagaimana faktor budaya dan konteks sosial yang lebih luas memengaruhi penggunaan tindak tutur dalam film. Misalnya, bagaimana perbedaan budaya antara karakter memengaruhi interpretasi dan respons terhadap tindak tutur direktif. Akhirnya, penelitian lebih lanjut dapat melakukan analisis kuantitatif untuk mengukur frekuensi dan distribusi berbagai jenis tindak tutur dalam film, memberikan data empiris yang lebih kuat untuk mendukung temuan kualitatif.

  1. Speech Acts Analysis of Spiderman No Way Home Movie as A Medium of Learning Material | Dewi | TLEMC (Teaching... jurnal.unsil.ac.id/index.php/tlemc/article/view/7662Speech Acts Analysis of Spiderman No Way Home Movie as A Medium of Learning Material Dewi TLEMC Teaching jurnal unsil ac index php tlemc article view 7662
  2. An An Analysis of Directive Speech Acts Used in “The Blind Side” Movie by Michael Lewis |... doi.org/10.36312/jolls.v4i3.1942An An Analysis of Directive Speech Acts Used in AuThe Blind SideAy Movie by Michael Lewis doi 10 36312 jolls v4i3 1942
  3. Directive Speech Act Politeness in a Pediksaan Ritual: A Sociopragmatic Study | Journal of Language Teaching... doi.org/10.17507/jltr.1502.33Directive Speech Act Politeness in a Pediksaan Ritual A Sociopragmatic Study Journal of Language Teaching doi 10 17507 jltr 1502 33
  1. #studi pustaka#studi pustaka
  2. #teknik analisis data#teknik analisis data
Read online
File size363.6 KB
Pages13
Short Linkhttps://juris.id/p-2KL
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test