UNMUNM

RETORIKA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan PengajarannyaRETORIKA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya

Penelitian ini bertujuan (1) mendeskripsikan kemampuan anak penderita autis dalam memahami (komprehensi) tindak tutur direktif, dan (2) mendeskripsikan kemampuan anak penderita autis dalam bertindak tutur direktif (produksi). Penelitian ini merupakan penelitian studi kasus dengan analisis deskriptif kualitatif. Lokasi penelitian di Sekolah Autis Bunda. Sumber data adalah anak penderita autis yang berjumlah tiga orang anak ditambah seorang pembimbing sebagai informan kunci. Durasi penelitian selama dua bulan, yakni Februari hingga April tahun 2014. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) kemampuan anak penderita autis dalam menerima tindak tutur direktif hampir keseluruhan bentuk tanggapan dilakukan secara nonverbal, khususnya bagi anak penderita autis yang berciri sedang (AAS) dan berat (AAB). Adapun yang berbentuk tanggapan berupa verbal hanya bisa dilakukan oleh anak penderita autis yang berciri autis ringan (AAR). (2) kemampuan anak penderita autis dalam merespons tindak tutur direktif, yakni AAR memiliki kemampuan yang baik dan mampu merespons seperdua dari kategori yang ada; AAS memiliki kemampuan yang cukup baik dan mampu merespons beberapa kategori dari kategori yang ada, akan tetapi tidak lebih banyak dibandingkan AAR; kemampuan AAB dalam merespons TTD tergolong rendah dan terbatas. Dari kategori yang ada, AAB hanya mampu memproduksi TTD pada satu wujud kategori saja.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa (1) kemampuan anak penderita autis dalam menerima tindak tutur direktif sebagian besar ditunjukkan melalui respons nonverbal, terutama pada anak dengan ciri sedang (AAS) dan berat (AAB), sementara respons verbal lebih sering muncul pada anak dengan ciri ringan (AAR).(2) Kemampuan merespons tindak tutur direktif bervariasi, dengan AAR menunjukkan kemampuan terbaik, diikuti oleh AAS, dan AAB memiliki kemampuan yang paling terbatas.AAB hanya mampu memproduksi TTD dalam satu kategori saja.

Berdasarkan temuan penelitian ini, beberapa arah penelitian lanjutan dapat dieksplorasi. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengidentifikasi strategi intervensi yang efektif untuk meningkatkan kemampuan pemahaman dan produksi tindak tutur direktif pada anak-anak autis dengan berbagai tingkat keparahan. Penelitian ini dapat berfokus pada pengembangan program pelatihan pragmatik yang disesuaikan dengan kebutuhan individu anak. Kedua, penting untuk meneliti bagaimana faktor-faktor lingkungan, seperti interaksi sosial dengan teman sebaya dan orang tua, memengaruhi perkembangan kemampuan pragmatik anak autis. Studi longitudinal dapat dilakukan untuk melacak perubahan dalam kemampuan pragmatik anak seiring dengan perubahan dalam lingkungan sosial mereka. Ketiga, penelitian dapat menggali lebih dalam mengenai perbedaan neurobiologis yang mendasari kesulitan dalam memahami dan menggunakan tindak tutur direktif pada anak autis. Dengan memahami mekanisme otak yang terlibat, kita dapat mengembangkan intervensi yang lebih tepat sasaran dan efektif untuk membantu anak-anak ini meningkatkan kemampuan komunikasi mereka. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan kualitas hidup anak-anak penderita autis dan membantu mereka berpartisipasi secara lebih aktif dalam masyarakat.

Read online
File size251.52 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test