UKiPUKiP

EIRENE : Jurnal Ilmiah TeologiEIRENE : Jurnal Ilmiah Teologi

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji doktrin Trinitas sebagai paradigma relasional dalam menjawab krisis intoleransi di Indonesia. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan metode studi kepustakaan, yang mengintegrasikan analisis historis-dogmatis, linguistik-teologis, dan kontekstual-sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Trinitas tidak hanya merupakan formulasi iman yang bersifat metafisis, tetapi juga mengandung dimensi relasional yang kuat melalui konsep communio dan perichoresis. Pendekatan klasik yang menekankan substansi dinilai penting untuk menjaga ortodoksi, namun kurang memadai dalam menjawab konteks sosial, sementara pendekatan relasional menawarkan relevansi yang lebih kontekstual dan aplikatif.

Penelitian ini menegaskan bahwa doktrin Trinitas tidak dapat dipahami hanya sebagai formulasi iman yang bersifat dogmatis dan metafisis, tetapi harus dibaca sebagai paradigma relasional yang memiliki implikasi langsung bagi kehidupan manusia.Trinitas sebagai kesatuan dalam tiga Pribadi—Bapa, Putra, dan Roh Kudus—menunjukkan bahwa kehidupan ilahi berakar pada persekutuan kasih yang dinamis, sehingga relasi menjadi kategori fundamental dalam memahami Allah dan manusia sebagai imago Dei.Dalam hal ini, pendekatan klasik yang menekankan dimensi ontologis tetap penting untuk menjaga ortodoksi, tetapi tidak cukup untuk menjawab tantangan relasional dalam konteks kontemporer.Oleh karena itu, diperlukan pembacaan yang lebih relasional agar Trinitas dapat berfungsi sebagai paradigma hidup yang kontekstual.

Saran penelitian lanjutan yang baru dapat difokuskan pada pengembangan model relasi sosial yang kontekstual dan aplikatif. Penelitian ini telah mengembangkan konsep Perikhoresis Sosial sebagai model relasi yang berakar pada dinamika Trinitas dan dirumuskan melalui prinsip kesetaraan, keterbukaan, dan kooperasi. Namun, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk menguji model ini dalam konteks empiris yang lebih luas, terutama dalam menghadapi struktur sosial yang kompleks dan relasi kuasa yang tidak setara. Selain itu, penelitian lanjutan juga dapat mengeksplorasi implikasi antropologis dan eklesiologis dari paradigma communio, serta peran keluarga sebagai Ecclesia Domestica dalam menginternalisasi nilai-nilai relasional. Dengan demikian, penelitian lanjutan dapat memberikan kontribusi yang lebih praktis bagi masyarakat dalam membangun kehidupan sosial yang inklusif, dialogis, dan berkelanjutan dalam masyarakat plural Indonesia.

Read online
File size405.75 KB
Pages17
DMCAReport

Related /

ads-block-test