CALAMUSCALAMUS

EDUTIKEDUTIK

Perubahan garis pantai merupakan fenomena dinamis yang dipengaruhi oleh faktor alami maupun aktivitas manusia dan dapat berdampak terhadap kondisi lingkungan serta pemanfaatan wilayah pesisir. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan garis pantai di Teluk Manado, Sulawesi Utara, selama periode 2015–2025 menggunakan metode Net Shoreline Movement (NSM) yang diintegrasikan dengan Digital Shoreline Analysis System (DSAS). Data yang digunakan berupa citra satelit Landsat 8 dan Landsat 9 tahun 2015, 2020, dan 2025 yang diperoleh dari United States Geological Survey (USGS). Tahapan penelitian meliputi pengolahan citra satelit, digitasi garis pantai, pembuatan baseline dan transek, serta analisis perubahan garis pantai menggunakan metode NSM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Teluk Manado mengalami perubahan garis pantai yang cukup signifikan dengan pola abrasi dan akresi yang bervariasi pada setiap segmen pantai. Nilai abrasi maksimum yang diperoleh mencapai -143,56 meter, sedangkan nilai akresi maksimum mencapai 95,05 meter. Sebaran abrasi lebih dominan dibandingkan akresi dan umumnya ditemukan pada kawasan pantai yang langsung berhadapan dengan Laut Sulawesi, sementara akresi banyak terjadi pada kawasan yang dipengaruhi oleh proses sedimentasi dan aktivitas reklamasi pantai. Hasil analisis menunjukkan bahwa metode NSM mampu mengidentifikasi perubahan garis pantai secara efektif dan memberikan informasi spasial mengenai pola abrasi dan akresi di Teluk Manado. Informasi tersebut dapat dimanfaatkan sebagai dasar dalam pengelolaan wilayah pesisir, mitigasi abrasi, serta perencanaan pembangunan kawasan pantai yang berkelanjutan.

Teluk Manado mengalami perubahan garis pantai yang signifikan selama 2015–2025, dengan dominasi abrasi.Metode NSM efektif dalam mengidentifikasi pola perubahan garis pantai.Hasil ini penting untuk pengelolaan wilayah pesisir dan mitigasi abrasi.

Penelitian lanjutan dapat mengembangkan penggunaan citra satelit beresolusi tinggi untuk meningkatkan akurasi analisis perubahan garis pantai. Selain itu, penelitian perlu memadukan data hidrodinamika seperti gelombang, arus, dan transport sedimen untuk memahami faktor penyebab abrasi secara lebih mendalam. Terakhir, studi tentang dampak jangka panjang aktivitas reklamasi pantai terhadap dinamika sedimentasi dan stabilitas pesisir perlu dilakukan untuk mendukung kebijakan pengelolaan wilayah pesisir yang berkelanjutan.

Read online
File size1.49 MB
Pages16
DMCAReport

Related /

ads-block-test