UnmulUnmul

JURNAL TEKNIK GEOLOGI : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan TeknologiJURNAL TEKNIK GEOLOGI : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi

Pembangunan Ibu Kota Negara Nusantara (IKN) dihadapkan pada tantangan geoteknik yang signifikan, terutama longsor di jalan akses krusial kawasan Mentawir. Penelitian ini mengintegrasikan data resistivitas geolistrik, Uji SPT (NSPT), analisis laboratorium, dan pemodelan Elemen Hingga (FEM) untuk mengkarakterisasi kondisi bawah permukaan dan menilai stabilitas lereng. Hasil penting menunjukkan korelasi invers yang kuat (R² = 0,89) antara resistivitas dan nilai NSPT, yang memungkinkan identifikasi lapisan lempung jenuh lemah (ρ < 20 Ωm, N < 10) sebagai bidang gelincir potensial. Simulasi FEM yang dikalibrasi dengan data terpadu ini mengungkapkan Faktor Keamanan kritis (1,1–1,3) dalam kondisi jenuh, memprediksi longsor rotasional pada kedalaman 4–6 m. Investigasi mengonfirmasi bahwa longsor dipicu oleh kombinasi heterogenitas geologi, drainase yang buruk, dan modifikasi lereng antropogenik. Studi ini memvalidasi pendekatan terpadu sebagai kerangka kerja yang andal dan hemat biaya, mengurangi biaya investigasi sebesar 30%, untuk penilaian bahaya longsor di wilayah tropis. Penelitian ini memberikan wawasan krusial berbasis data untuk memastikan ketahanan dan keberlanjutan pengembangan infrastruktur vital dalam proyek IKN.

Studi ini berhasil menunjukkan efektivitas pendekatan terpadu geoteknik-geofisika untuk analisis longsor di kawasan IKN Mentawir, memberikan kerangka kerja komprehensif untuk mitigasi bencana.Investigasi mengonfirmasi bahwa tanah lempung dengan kekuatan geser rendah adalah penyebab utama ketidakstabilan.Korelasi kuat (R² = 0,89) antara resistivitas geolistrik dan nilai NSPT memungkinkan identifikasi lapisan lemah jenuh yang menjadi bidang gelincir potensial.Pemodelan FEM memvalidasi temuan ini, menunjukkan penurunan Faktor Keamanan hingga tingkat kritis (1,1–1,3) dalam kondisi jenuh akibat hujan, dengan bidang kegagalan yang selaras dengan zona lemah yang diidentifikasi.Sifat multi-faktor longsor, melibatkan faktor geologi, hidrologi, dan antropogenik, telah dijelaskan secara jelas.Oleh karena itu, disarankan untuk menerapkan drainase bawah permukaan dan menggunakan survei geolistrik untuk investigasi awal guna meningkatkan efektivitas biaya dan akurasi.Pendekatan terpadu ini sangat penting untuk membangun infrastruktur yang tahan di geologi tropis Kalimantan, memastikan keselamatan jangka panjang kota baru.

1. Penelitian lanjutan dapat fokus pada pengembangan sistem drainase bawah permukaan yang lebih efektif untuk daerah rawan longsor, terutama dengan mempertimbangkan variasi geologi dan hidrologi spesifik di Kalimantan. 2. Menggunakan teknologi pemodelan berbasis AI atau machine learning untuk memprediksi risiko longsor secara real-time berdasarkan data geofisika dan geoteknik terpadu. 3. Mempelajari dampak perubahan iklim terhadap pola curah hujan dan frekuensi longsor di wilayah IKN, khususnya dengan memperkirakan skenario perubahan iklim masa depan. Ketiga saran ini dapat memperluas pemahaman tentang mekanisme longsor, meningkatkan akurasi prediksi, serta mendukung pengambilan keputusan berbasis data untuk pengembangan infrastruktur berkelanjutan di kawasan tropis.

Read online
File size1.27 MB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test