PDSIPDSI

Bulletin of Informatics and Data ScienceBulletin of Informatics and Data Science

Penempatan lokasi minimarket merupakan salah satu modal utama bagi bisnis untuk maju dan berkembang. Dalam menentukan lokasi minimarket, berbagai pertimbangan harus diambil agar tidak fatal terhadap keberlangsungan bisnis. Masalah yang terjadi pada perusahaan dalam memilih penempatan lokasi minimarket, yaitu berbagai lokasi yang dipilih, masing-masing lokasi memiliki kelebihan dan kekurangan, yang masing-masing dapat mempengaruhi analisis hasil dan membutuhkan waktu lama untuk mengambil keputusan. Sehingga diperlukan sistem yang dapat memberikan solusi atas permasalahan tersebut. Pada kasus ini dihasilkan sistem yang bermanfaat untuk menentukan penempatan lokasi minimarket menggunakan metode ROC sebagai pembobotannya dan metode OCRA sebagai generator keputusan. Sistem ini dapat memberikan solusi dalam menentukan lokasi minimarket dari berbagai lokasi yang ada. Hasil dari setiap alternatif lebih objektif dan definitif dalam menentukan lokasi minimarket secara terkomputerisasi. Untuk itu diperlukan kriteria pendukung untuk menggunakan sistem pendukung keputusan. Penentuan nilai bobot penting kriteria yang bertentangan dihasilkan melalui metode pembobotan, yaitu ROC atau Rank Order Centroid. Metode OCRA atau Operational Competitiveness Rating Analysis adalah metode yang dapat menghitung dan menghasilkan peringkat secara efisien sehingga keputusan yang dihasilkan akurat. Hasil yang diperoleh dari pemanfaatan sistem ini menentukan lokasi minimarket menggunakan metode OCRA dan pembobotan ROC serta berbagai kriteria yang bertentangan yang ditentukan oleh perusahaan dan manajemen pengembangan di Lubuk Pakam menghasilkan nilai preferensi tertinggi sebesar 0,673 sebagai lokasi yang cocok untuk digunakan sebagai minimarket.

Penelitian ini dilakukan dengan menentukan minimarket, dapat disimpulkan bahwa semakin banyak faktor yang mempengaruhi pertimbangan dalam pengambilan keputusan, semakin sulit menentukan keputusan dari permasalahan ini.Faktor-faktor yang dipertimbangkan dalam pemilihan lokasi minimarket menggunakan metode ROC dan OCRA meliputi biaya sewa bangunan, tingkat daya beli, jarak dengan pesaing bisnis yang sama, luas lahan, jumlah penduduk, ekonomi penduduk, lokasi strategis (berada di sekitar pusat aktivitas perdagangan atau kantor) dan banyak kriteria lainnya.Penerapan sistem pemilihan lokasi minimarket menggunakan ROC dan OCRA dari beberapa kriteria yang telah ditetapkan sebesar 0,673, sebagai lokasi yang cocok untuk membuat minimarket.Proses penempatan lokasi minimarket dengan menerapkan metode ROC dan OCRA dimulai dengan menentukan kriteria bobot untuk setiap sub-kriteria dan sistem pendukung keputusan ini mampu menampilkan nilai preferensi total terbesar sebagai pertimbangan dalam pengambilan keputusan.Diharapkan penelitian ini dapat menjadi referensi untuk penelitian lebih lanjut dan memudahkan proses pemilihan lokasi minimarket.

Berdasarkan hasil penelitian, saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan adalah: (1) Mengembangkan sistem pendukung keputusan yang lebih canggih dengan menggabungkan berbagai metode dan teknik analisis data, seperti metode ROC dan OCRA, untuk meningkatkan akurasi dan efisiensi dalam menentukan lokasi minimarket. (2) Melakukan studi komparatif antara metode ROC dan OCRA dengan metode-metode lain yang serupa, seperti SAW dan MAUT, untuk mengevaluasi keunggulan dan kelemahan masing-masing metode dalam konteks penentuan lokasi minimarket. (3) Menganalisis dampak sosial dan ekonomi dari penempatan lokasi minimarket, termasuk dampak terhadap masyarakat setempat, daya beli konsumen, dan persaingan bisnis, serta mengintegrasikan hasil analisis ini ke dalam sistem pendukung keputusan untuk mempertimbangkan aspek-aspek non-teknis dalam pengambilan keputusan.

Read online
File size358.34 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test