RAHARJARAHARJA

CCIT (Creative Communication and Innovative Technology) JournalCCIT (Creative Communication and Innovative Technology) Journal

Kecamatan Batuceper merupakan instansi pemerintahan yang sistem absensi pegawainya masih berjalan secara manual. Dimana dalam penerapan sistem absensi ini terdapat beberapa hal yang menjadi kendala. Adapun kendala yang terjadi yaitu dalam hal keefektifan, efisiensi waktu dan proses pengabsenan. Bentuk laporan absensi yang ada saat ini masih berupa tulisan yang dapat menyulitkan dalam proses pencarian data, dan kemungkinan terjadinya data absensi yang hilang. Dengan alasan di atas maka penulis mencoba untuk memberikan alternatif pemecahan masalah dengan membuat suatu aplikasi sistem absensi yang akan mencatat daftar kehadiran pegawai, waktu kedatangan, waktu pulang, yang akan dibuat secara sistematis dan terkomputerisasi. Sistem ini menghilangkan proses pencatatan kehadiran pegawai yang selama ini masih berjalan secara manual, yaitu dengan mengurangi tingkat kesalahan dengan cara menginputkan nomor induk pegawai dalam proses absensi tersebut. Pada penulisan ini juga akan diterangkan tahapan pengerjaan, mulai dari proses analisa, perencanaan, perancangan dengan menggunakan bahasa pemograman PHP (Hypertext Prepocessor) dan database MySQL, hingga tahapan pengimplementasian dengan menggunakan metode spiral dengan notasi perekayasaan dan pendekatan berorientasi objek, UML (Unified Modelling Languange), dengan tujuan untuk mengetahui data apa saja yang menjadi masukan dan keluaran pada sistem yang berjalan. Dengan adanya sistem informasi absensi ini diharapkan dapat meminimalkan kendala-kendala yang terjadi pada sistem sebelumnya.

Sistem informasi absensi pada Kecamatan Batu Ceper merupakan implementasi penggunaan sistem informasi yang khusus di desain dan diterapkan guna meningkatkan kedisiplinan pegawai untuk dapat lebih menghargai waktu dalam proses perkuliahan.Selain itu sistem yang telah dirancang ini mampu memberikan kemudahan dalam hal pelaporan terutama oleh bagian Umum dan Kepegawaian sehingga sesegera mungkin mengambil tindakan yang dianggap perlu dalam melakukan pembinaan terhadap pegawai yang dianggap melanggar tata tertib dan kedisiplinan dalam bekerja.

Untuk pengembangan selanjutnya, penelitian dapat difokuskan pada integrasi teknologi biometrik seperti sidik jari atau facial recognition agar proses absensi lebih akurat dan sulit dipalsukan. Selanjutnya, analisis data absensi yang dihasilkan dapat dipelajari melalui teknik data mining untuk mengidentifikasi pola ketidakhadiran dan keterlambatan, sehingga dapat diterapkan kebijakan disiplin yang lebih tepat sasaran. Akhirnya, pengembangan aplikasi mobile berbasis Android atau iOS dapat memperluas akses dan real-time monitoring absensi, memungkinkan pegawai dan pihak kepegawaian untuk memantau kehadiran secara jarak jauh serta meningkatkan responsifitas sistem.

Read online
File size251.22 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test