UNMER MADIUNUNMER MADIUN

JURNAL DAYA-MASJURNAL DAYA-MAS

Dengan datangnya musim penghujan pada Oktober 2018 hingga April 2019, kesadaran akan munculnya Demam Berdarah Dengue (DBD) perlu ditingkatkan. Beberapa metode pencegahan telah dilakukan, termasuk meningkatkan kebersihan lingkungan dan penyemprotan nyamuk (fogging). Namun, metode ini dianggap tidak efektif dalam memutus rantai perkembangan nyamuk Aedes Aegypti yang menjadi vektor DBD. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan pengendalian populasi nyamuk dan perlindungan terhadap gigitan nyamuk. Penelitian ini menggunakan metode komparatif terhadap data DBD di Kabupaten Jombang pada tahun 2015, 2016, dan 2017, yang dikorelasikan dengan curah hujan rata-rata. Berdasarkan observasi, kasus DBD berulang setiap tahun. Dinas Kesehatan perlu sosialisasi tentang DBD, gejalanya, cara pengobatan, dan pencegahan. Masyarakat perlu meningkatkan kebersihan lingkungan dan waspada terhadap genangan air selama musim hujan. Kehadiran kader Jumantik sangat penting.

Korelasi DBD dengan curah hujan tidak signifikan.Kebersihan lingkungan dan kedisiplinan lebih menjadi faktor utama.Kapan saja dan terutama setiap datang musim penghujan semua warga harus waspada kasus DBD.Langkah yang kompak dari dinas terkait dan semua lapisan masyarakat mutlak harus terjalin.Alasannya karena pencegahannya sangat erat keterkaitan dengan kebersihan lingkungan secara menyeluruh pada sebuah wilayah meliputi rumah, perkantoran, sekolah, dan area publik yang lain.

Penelitian lanjutan perlu mengkaji efektivitas metode Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dalam berbagai wilayah dengan karakteristik lingkungan berbeda. Selain itu, penelitian tentang peran pendidikan masyarakat dalam meningkatkan kesadaran pencegahan DBD selama musim penghujan sangat diperlukan. Terakhir, studi tentang dampak perubahan iklim terhadap pola penyebaran DBD dapat memberikan wawasan baru untuk strategi pencegahan yang lebih berkelanjutan.

Read online
File size400.41 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test