UNSRIUNSRI

Jurnal EmpirikaJurnal Empirika

Kesepian dan isolasi sosial merupakan persoalan yang banyak dialami lansia akibat menurunnya interaksi sosial, perubahan struktur keluarga, serta berkurangnya peran sosial di usia tua. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana lansia di Rumah Lansia Bakti Kasih Siti Anna merekonstruksi makna kesepian dan isolasi sosial melalui pengalaman dukungan sosial dengan perspektif interaksionisme simbolik. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus eksploratif. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi partisipan, dan dokumentasi terhadap sepuluh lansia serta empat pengurus rumah lansia. Analisis data dilakukan secara tematik dengan menekankan proses interpretasi simbolik dalam interaksi sehari-hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesepian dimaknai bukan sekadar kondisi fisik ketika seseorang berada sendiri, melainkan sebagai hilangnya perhatian, pengakuan, dan relasi emosional yang bermakna. Isolasi sosial dipahami sebagai bentuk perlindungan diri akibat perasaan tidak diterima dalam lingkungan sosial. Dukungan sosial dari pengasuh, sesama lansia, dan kegiatan bersama berperan penting dalam membangun kembali rasa dihargai, identitas sosial, dan keterhubungan emosional. Simbol-simbol sederhana seperti sapaan, perhatian, sentuhan, dan percakapan menjadi sarana penting dalam proses rekonstruksi makna kesepian. Penelitian ini menegaskan bahwa makna kesepian dan isolasi sosial bersifat dinamis serta dapat berubah melalui interaksi sosial yang positif dan dukungan emosional yang berkelanjutan. Temuan ini memperkuat perspektif interaksionisme simbolik bahwa makna sosial terbentuk melalui proses interpretasi dan interaksi antarindividu.

Kesepian dan isolasi sosial di kalangan lansia di Rumah Lansia Bakti Kasih Siti Anna tidak hanya disebabkan oleh jarak fisik dari keluarga, tetapi juga oleh hilangnya makna sosial dan emosional dalam hubungan mereka.Lansia mengalami penurunan identitas sosial akibat kurangnya interaksi dan partisipasi sosial, yang memperkuat perasaan terasing.Dukungan sosial dari pengasuh, sesama lansia, dan kegiatan bersama berperan penting dalam merekonstruksi rasa dihargai dan keterhubungan emosional.Makna kesepian dan isolasi sosial bersifat dinamis, dapat berubah melalui interaksi sosial yang positif dan dukungan emosional yang berkelanjutan.

Penelitian lanjutan dapat mengkaji bagaimana jenis dukungan sosial yang berbeda (misalnya, dukungan emosional vs. informasional) memengaruhi proses rekonstruksi makna kesepian pada lansia. Selain itu, studi longitudinal dapat dilakukan untuk mengeksplorasi perubahan dinamika makna kesepian seiring waktu dan pengaruhnya terhadap kesejahteraan sosial. Kedua, penelitian dapat mengembangkan pendekatan budaya untuk memahami bagaimana nilai-nilai lokal memengaruhi interpretasi simbol-simbol sosial dalam konteks isolasi sosial. Ketiga, penelitian dapat mengevaluasi efektivitas program aktivitas komunitas dalam memperkuat identitas sosial lansia melalui interaksi simbolik, seperti kegiatan seni atau keagamaan. Saran-saran ini bertujuan untuk memperluas pemahaman tentang mekanisme rekonstruksi makna sosial dan memberikan dasar untuk pengembangan intervensi yang lebih efektif.

Read online
File size349.31 KB
Pages15
DMCAReport

Related /

ads-block-test