UNSRIUNSRI

Jurnal EmpirikaJurnal Empirika

Penelitian ini membahas perkembangan teknologi digital yang telah mengubah struktur sosial dan cara individu membangun identitas diri, khususnya pada Generasi Z. Kajian ini bertujuan untuk memahami bagaimana Generasi Z melakukan konstruksi dan negosiasi identitas di era digital dengan menggunakan teori modernitas refleksif dari Anthony Giddens sebagai kerangka analisis. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif melalui kajian pustaka (literature review) yang berfokus pada literatur terkait konsep refleksivitas, modernitas, dan identitas digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa identitas Generasi Z bersifat cair dan terus berubah, terbentuk melalui praktik reflektif sehari-hari di dunia maya seperti membagikan konten, berinteraksi secara daring, dan membangun citra diri (self-branding). Negosiasi antara keaslian diri dan tuntutan sosial digital terlihat dalam cara Generasi Z menampilkan diri serta mengelola persepsi publik terhadap eksistensinya. Media sosial berfungsi tidak hanya sebagai sarana ekspresi, tetapi juga sebagai ruang refleksi nilai-nilai pribadi dan pembentukan makna diri. Kesimpulan menunjukkan bahwa identitas digital Generasi Z merupakan hasil dari proses reflektif yang dinamis dan responsif terhadap perubahan teknologi serta lingkungan sosial modern. Kajian ini berkontribusi mengisi celah dalam literatur tentang bagaimana kerangka modernitas refleksif Giddens dapat diterapkan untuk memahami pembentukan identitas digital dalam konteks Indonesia.

Era digital telah membawa perubahan mendalam terhadap cara Generasi Z memahami dan membentuk identitas dirinya.Identitas kini muncul sebagai hasil dari proses refleksi dan negosiasi yang berlangsung secara berkelanjutan antara dunia nyata dan ruang digital.Mengacu pada gagasan modernitas refleksif yang dikemukakan oleh Giddens (1991) Generasi Z menghadapi tantangan untuk secara aktif membangun kembali makna eksistensinya di tengah dinamika sosial dan kemajuan teknologi yang terus berkembang begitu cepat.Media sosial kini menjadi ruang utama bagi Generasi Z untuk melakukan refleksi diri.Melalui aktivitas daring seperti berbagi pengalaman, menyampaikan pendapat, dan mengekspresikan pandangan hidup, mereka membentuk representasi diri yang bersifat dinamis dan terus berubah, sebagai hasil dialog antara keinginan personal dan harapan sosial yang berkembang di dalam komunitas digital.Namun, di balik kebebasan berekspresi tersebut, terdapat tekanan sosial baru yang bersumber dari tuntutan popularitas dan kebutuhan akan pengakuan, yang kerap menimbulkan kegelisahan identitas.Bauman (2000) menjelaskan bahwa ketidakstabilan identitas adalah ciri khas modernitas cair yang tidak dapat dihindari.Oleh karena itu, pencarian jati diri di era digital bukan hanya proses kreatif untuk menegaskan eksistensi, tetapi juga perjuangan reflektif untuk mempertahankan keaslian diri di tengah tekanan budaya digital dan algoritma popularitas.Dari perspektif sosiologi modern, identitas Generasi Z bersifat cair dan reflektif, terbentuk melalui interaksi antara individu, budaya digital, serta struktur sosial global yang senantiasa berubah.Kajian ini menegaskan bahwa pencarian jati diri Generasi Z di ruang digital menggambarkan dinamika antara kebebasan dan keterikatan, antara refleksi diri dan pengaruh sosial.Tantangan terbesar generasi ini bukan hanya bagaimana menampilkan diri di media sosial, tetapi bagaimana menjaga konsistensi identitas di tengah arus perubahan yang cepat.

Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan studi empiris, khususnya etnografi digital, untuk mengamati secara langsung bagaimana proses refleksivitas identitas berlangsung dalam kehidupan sehari-hari Generasi Z Indonesia. Selain itu, perlu dipertimbangkan untuk mengintegrasikan literasi digital yang berdimensi kritis-reflektif agar Generasi Z mampu mengelola identitas digitalnya secara sadar dan bertanggung jawab. Terakhir, regulasi platform digital yang melindungi ruang ekspresi diri Generasi Z dari eksploitasi algoritmik juga menjadi hal yang penting untuk dipertimbangkan.

  1. JSW (Jurnal Sosiologi Walisongo). mobilitas strategi pemuda yogyakarta transisi dunia jsw jurnal sosiologi... doi.org/10.21580/jsw.2020.4.1.5312JSW Jurnal Sosiologi Walisongo mobilitas strategi pemuda yogyakarta transisi dunia jsw jurnal sosiologi doi 10 21580 jsw 2020 4 1 5312
  2. Pengaruh Media Sosial Terhadap Pembentukan Identitas Diri pada Generasi Z | MARAS : Jurnal Penelitian... doi.org/10.60126/maras.v2i4.634Pengaruh Media Sosial Terhadap Pembentukan Identitas Diri pada Generasi Z MARAS Jurnal Penelitian doi 10 60126 maras v2i4 634
  3. GAYA HIDUP KONSUMSI FASHION MAHASISWA UNIVERSITAS SRIWIJAYA ASAL KABUPATEN MUARA ENIM | Jurnal Empirika.... doi.org/10.47753/je.v8i2.142GAYA HIDUP KONSUMSI FASHION MAHASISWA UNIVERSITAS SRIWIJAYA ASAL KABUPATEN MUARA ENIM Jurnal Empirika doi 10 47753 je v8i2 142
  4. Client Challenge. client challenge javascript disabled browser please enable proceed required part site... doi.org/10.2307/3089803Client Challenge client challenge javascript disabled browser please enable proceed required part site doi 10 2307 3089803
Read online
File size409.56 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test