IPM2KPEIPM2KPE

Jurnal Kesmas AsclepiusJurnal Kesmas Asclepius

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan kontrol kadar gula darah pada penderita diabetes mellitus berdasarkan jenis pemanis yang dikonsumsi, yaitu gula aren dan gula rafinasi. Penelitian menggunakan metode observasional analitik komparatif dengan pendekatan cross-sectional. Responden dalam penelitian ini adalah penderita diabetes mellitus yang mengonsumsi gula aren atau gula rafinasi sebagai pemanis utama. Data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuesioner dan Food Frequency Questionnaire (FFQ), serta pengukuran kadar Gula Darah Puasa (GDP) dan Gula Darah Dua Jam Postprandial (GD2PP) menggunakan glukometer. Data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Independent t-test atau Mann–Whitney U test sesuai distribusi data dengan tingkat signifikansi 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden yang mengonsumsi gula aren memiliki rerata kadar gula darah puasa dan gula darah dua jam postprandial yang lebih rendah dibandingkan responden yang mengonsumsi gula rafinasi. Analisis statistik menunjukkan adanya perbedaan yang bermakna antara jenis pemanis yang dikonsumsi dengan kontrol kadar gula darah (p < 0,05). Disimpulkan bahwa konsumsi gula aren berhubungan dengan kontrol kadar gula darah yang lebih baik dibandingkan konsumsi gula rafinasi pada penderita diabetes mellitus. Gula aren berpotensi menjadi alternatif pemanis alami yang lebih baik, namun penggunaannya tetap perlu memperhatikan jumlah konsumsi dan prinsip diet diabetes yang seimbang.

Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan kontrol kadar gula darah antara kelompok penderita diabetes mellitus yang mengonsumsi gula aren dan kelompok yang mengonsumsi gula rafinasi.Kelompok gula aren menunjukkan kadar Gula Darah Puasa (GDP) dan Gula Darah Dua Jam Postprandial (GD2PP) yang lebih rendah serta cenderung lebih stabil dibandingkan kelompok gula rafinasi, dengan hasil analisis menunjukkan perbedaan yang bermakna secara statistik (p < 0,05).Dengan demikian, gula aren dapat dipertimbangkan sebagai salah satu alternatif pemanis dalam pola makan penderita diabetes mellitus apabila dikonsumsi dalam jumlah yang sesuai, namun tetap perlu dibatasi karena gula aren masih mengandung gula dan karbohidrat sederhana.

Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan studi dengan sampel yang lebih besar dan desain penelitian yang lebih kuat, serta mengendalikan faktor-faktor lain yang dapat memengaruhi kadar gula darah. Selain itu, dapat dilakukan penelitian untuk mengukur efek jangka panjang konsumsi gula aren pada kontrol gula darah, serta mengkaji lebih lanjut pengaruh gula aren terhadap sensitivitas insulin dan resistensi insulin pada penderita diabetes mellitus. Penelitian juga dapat dilakukan untuk mengeksplorasi potensi gula aren sebagai alternatif pemanis alami yang lebih baik, dengan mempertimbangkan jumlah konsumsi dan prinsip diet diabetes yang seimbang.

Read online
File size301.53 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test