UKINSTITUTEUKINSTITUTE

Nusantara Journal of Behavioral and Social ScienceNusantara Journal of Behavioral and Social Science

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara stres kerja dan work-life balance pada karyawan Generasi Z. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada meningkatnya pentingnya work-life balance bagi generasi Z di tengah tuntutan kerja yang semakin kompleks dan berpotensi menimbulkan stres kerja. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kuantitatif dengan desain survei korelasional yang melibatkan 218 karyawan generasi Z berusia 18-28 tahun. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara stres kerja dan work-life balance (r = 0,695 ; p < 0,05) dengan kekuatan hubungan yang sangat kuat dan arah positif. Temuan ini menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara stres kerja dan work-life balance pada karyawan Gen Z. Namun, temuan tersebut perlu diinterpretasikan secara hati-hati karena penelitian ini tidak secara langsung mengukur apakah stres kerja yang diamati merefleksikan eustress atau distress.

Penelitian ini menemukan adanya hubungan positif yang signifikan antara stres kerja dan work-life balance pada karyawan Generasi Z.Hasil menunjukkan bahwa tingkat stres kerja yang tinggi tidak selalu menghasilkan efek negatif, karena individu masih dapat merasakan kontribusi positif antara pekerjaan dan kehidupan pribadi, terutama pada aspek peningkatan (enhancement).Temuan ini menunjukkan bahwa organisasi perlu memperhatikan faktor-faktor yang dapat membantu karyawan mengelola stres kerja, seperti fleksibilitas kerja, dukungan sosial, dan kebijakan yang mendukung work-life balance.Dengan dukungan tersebut, karyawan dapat mempertahankan keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi bahkan ketika menghadapi tekanan kerja yang tinggi.Selain itu, individu juga perlu mengembangkan keterampilan manajemen waktu dan strategi penanganan stres yang efektif untuk mengelola stres secara adaptif.Penelitian ini memiliki beberapa keterbatasan, seperti mayoritas responden memiliki pengalaman kerja yang relatif serupa, berkisar antara 1-3 tahun, yang membatasi variasi pengalaman kerja.Penggunaan metode pengumpulan data cross-sectional juga membatasi kemampuan penelitian untuk menangkap pengaruh dinamis pengalaman kerja terhadap kedua variabel.Untuk penelitian selanjutnya, disarankan untuk memperluas cakupan responden, terutama dalam hal variasi pengalaman kerja.Dengan melibatkan responden dengan rentang pengalaman kerja yang lebih luas, diharapkan penelitian dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang peran pengalaman kerja dalam mempengaruhi kemampuan individu untuk mengelola stres dan mempertahankan work-life balance.

Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk memperluas cakupan responden, terutama dalam hal variasi pengalaman kerja. Dengan melibatkan responden dengan rentang pengalaman kerja yang lebih luas, diharapkan penelitian dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang peran pengalaman kerja dalam mempengaruhi kemampuan individu untuk mengelola stres dan mempertahankan work-life balance. Selain itu, penelitian selanjutnya dapat mempertimbangkan untuk memasukkan variabel tambahan seperti dukungan sosial, beban kerja, dan faktor organisasi untuk memberikan pemahaman yang lebih menyeluruh tentang faktor-faktor yang mempengaruhi work-life balance dan stres kerja. Dengan demikian, penelitian selanjutnya diharapkan dapat menghasilkan temuan yang lebih mendalam dan akurat dalam menjelaskan dinamika kedua variabel tersebut. Selain itu, penelitian selanjutnya dapat fokus pada pengembangan strategi intervensi yang efektif untuk membantu karyawan mengelola stres kerja dan meningkatkan work-life balance. Strategi intervensi dapat mencakup pelatihan manajemen waktu, pengembangan strategi penanganan stres yang efektif, dan implementasi kebijakan organisasi yang mendukung work-life balance. Dengan demikian, penelitian dapat memberikan kontribusi praktis dalam meningkatkan kesejahteraan karyawan dan produktivitas organisasi.

  1. HUMANITAS. model peranan work life balance stres kepuasan karyawan humanitas indonesian journal authors... doi.org/10.26555/humanitas.v13i2.6063HUMANITAS model peranan work life balance stres kepuasan karyawan humanitas indonesian journal authors doi 10 26555 humanitas v13i2 6063
  2. RELIABILITAS DAN VALIDITAS KONSTRUK WORK LIFE BALANCE DI INDONESIA | Jurnal Penelitian dan Pengukuran... journal.unj.ac.id/unj/index.php/jppp/article/view/12652RELIABILITAS DAN VALIDITAS KONSTRUK WORK LIFE BALANCE DI INDONESIA Jurnal Penelitian dan Pengukuran journal unj ac unj index php jppp article view 12652
  3. Jurnal Psikologi Teori dan Terapan. validating job stress scale indonesian police cfa study jurnal psikologi... doi.org/10.26740/jptt.v16n01.p69-76Jurnal Psikologi Teori dan Terapan validating job stress scale indonesian police cfa study jurnal psikologi doi 10 26740 jptt v16n01 p69 76
Read online
File size228 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test