STAI MUSADDADIYAHSTAI MUSADDADIYAH

Jurnal Hukum Ekonomi SyariahJurnal Hukum Ekonomi Syariah

Pondok Pesantren Nurul Hidayah Karangtengah Garut adalah salah satu pesantren yang berbasis enterpreneur (wirausaha), tidak hanya bergerak dibidang pendidikan agama saja akan tetapi santri juga diajarkan untuk berwirausaha, yang tujuannya adalah agar setelah santri keluar dari pondok pesantren dapat mandiri dan memiliki keterampilan. Dalam praktiknya Pondok Pesantren Nurul Hidayah Karangtengah Garut selalu meningkatkan kemampuan seluruh santrinya, agar bukan hanya secara materi saja mereka memahaminya dan menguasainya akan tetapi lebih jauh mereka secara praktik maupun pengaplikasiannya. Adapun permasalahan yang dibahas adalah upaya pemberdayaan Santri berbasis wirausaha di pondok pesantren Nurul Hidayah. Dalam penelitian ini penulis menggunakan penelitian lapangan dalam pengumpulan data pada metode ini dilakukan melalui interview, observasi, dokumentasi, untuk mendapatkan data tentang kewirausahaan Pondok Pesantren Nurul Hidayah pemberdayaan terkumpul maka penulis menganalisis data tersebut dengan analisis data yang menggunakan metode berfikir secara deduktif. Hasil dari penelitian yang dilakukan menunjukkan tiga upaya pemberdayaan yang dilakukan di Pondok Pesantren Nurul Hidayah Karangtengah Garut, Pertama, dengan menciptakan nuansa atau suasana yang dapat memunculkan bakat atau potensi para santri. Kedua, dengan memperkuat bakat dan potensi yang dimiliki oleh para santri dalam berwirausaha. Ketiga, dengan meningkatkan minat partisipasi para santri melalui penerapan macam-macam peraturan yang mewajibkan para santri untuk ikut serta dalam kegiatan kewirausahaan pesantren.

Pondok Pesantren Nurul Hidayah melakukan upaya pemberdayaan santri melalui kewirausahaan dengan memotivasi dan mengembangkan potensi santri melalui inovasi.Upaya tersebut diwujudkan melalui penyadaran potensi santri, penanaman jiwa kewirausahaan, pemberian fasilitas, pelatihan, dan partisipasi aktif santri dalam kegiatan wirausaha pesantren.Proses pemberdayaan melibatkan klasifikasi santri berdasarkan minat, pelatihan intensif, praktik langsung, dan evaluasi berkala untuk memastikan keberhasilan program.

Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengkaji dampak jangka panjang dari program kewirausahaan pesantren terhadap kesuksesan ekonomi santri setelah lulus. Hal ini dapat dilakukan dengan melacak alumni dan menganalisis perkembangan bisnis mereka. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan model pelatihan kewirausahaan yang lebih inovatif dan relevan dengan kebutuhan pasar saat ini, dengan mempertimbangkan pemanfaatan teknologi digital dan tren bisnis terkini. Ketiga, penelitian dapat mengeksplorasi peran penting dukungan eksternal, seperti kerjasama dengan lembaga keuangan mikro atau inkubator bisnis, dalam meningkatkan keberhasilan usaha santri. Penelitian ini penting untuk memahami bagaimana pesantren dapat membangun ekosistem kewirausahaan yang berkelanjutan dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat sekitar, serta memperkuat kontribusi pesantren dalam pembangunan ekonomi nasional. Dengan demikian, pesantren tidak hanya menjadi pusat pendidikan agama, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi yang mandiri dan berdaya saing.

Read online
File size432.63 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test