UIN SGDUIN SGD

Religious: Jurnal Studi Agama-Agama dan Lintas BudayaReligious: Jurnal Studi Agama-Agama dan Lintas Budaya

Agama-agama pada dasarnya mengajarkan tentang nilai-nilai kemanusiaan, ilmu yang mengajarkan nilai-nilai tentang kemanusiaan yaitu pluralisme, Pluralisme pada dasarnya kelanjutan dari sikap toleransi moral dan koeksistensi. Jika sikap toleransi itu adalah kebiasaan menghargai perbedaan sekedarnya dipermukaan, sementara koeksistensi ialah menerima keberadaan pihak lain, tetapi tidak mengekang munculnya konflik. Sementara pluralisme ialah spirit untuk saling mengabsahkan kesataraan dan melindungi dan mengembangkan rasa persaudaraan di antara sesama manusia baik sebagai pribadi maupun kelompok. sehingga terjalin kerja sama demi membangun nilai-nilai kemanusiaan universal, dan memberikan kesempatan (opportunity) yang sama kepada pihak lain khususnya hak-hak sipilnya atas nama warga bangsa, maupun warga. Disitu pula mengindikasikan universalitasnya. Islam hadir sebagai agama yang menjungjung tinggi nilai pluralisme, menurut Islam spirit pembebasan menjadi bagian yang terpenting dalam Islam dengan mengutamakan berbuat kebajikan secara koeksistensi damai, dan berkeadilan atau berlomba-lomba dalam kebaikan, (fastabiq-ûl-khayr-ât). Dalam Al-Quran (109:1-6). Dan untuk terjadinya sikap pluralisme maka perlu adanya dialog, yang dimaksudkan adalah membicarakan selain persamaan, juga perbedaannya dalam rangka melacak titik temu antar satu sama lain. Proses dialognya pun dengan cara yang masuk akal dan tetap menjunjung tinggi martabat dan kehormatan masing-masing sebagai wujud pengakuan kemajemukan (kebhinekaan).Menurut Glock dan Stark bahwa tidak mudah mengukur religiusitas seseorang ataupun komunitas (umat) pada setiap agama, sebab perlu pula memperhatikan hal-hal seperti: keanggotaan, kepercayaan pada doktrin agama, etika dan moralitas, pandangan dan cara hidup mereka.

Pluralisme dalam Islam merupakan prinsip dasar yang menekankan toleransi, koeksistensi, dan dialog antar umat beragama.Penelitian ini menunjukkan bahwa pluralisme tidak hanya sebagai sikap menerima perbedaan, tetapi juga sebagai semangat untuk membangun kesetaraan dan keadilan.Selain itu, penelitian menegaskan pentingnya dialog dalam mengatasi konflik dan memperkuat persatuan.Saran penelitian lanjutan mencakup studi tentang dampak dialog antaragama terhadap kohesi sosial, pengaruh ajaran Islam tentang pluralisme terhadap kebijakan sosial modern, serta peran pendidikan agama dalam meningkatkan toleransi.

1) Penelitian tentang dampak dialog antaragama terhadap kohesi sosial di Indonesia, dengan fokus pada peran komunitas lokal dalam memfasilitasi pertemuan antarumat beragama. 2) Analisis bagaimana ajaran Islam tentang pluralisme dapat diintegrasikan ke dalam kebijakan publik untuk mengurangi ketegangan sosial. 3) Studi tentang efektivitas pendidikan agama dalam meningkatkan pemahaman akan keberagaman dan toleransi, khususnya di kalangan generasi muda.

Read online
File size408.52 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test