InstiperInstiper

AGRIFITIA : Journal of Agribusiness PlantationAGRIFITIA : Journal of Agribusiness Plantation

UPTD Balai Benih Ikan Air Tawar (BBIAT) Kutasari, sebagai unit pelaksana teknis DKPP Kabupaten Purbalingga, memiliki peran penting dalam penyediaan benih ikan nila berkualitas. Namun, operasionalnya masih menghadapi sejumlah kendala sehingga diperlukan strategi pengembangan usaha. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor internal dan eksternal usaha pembenihan ikan nila, merumuskan strategi alternatif melalui analisis SWOT, dan menentukan strategi prioritas menggunakan QSPM. Hasil penelitian menunjukkan adanya 7 indikator kekuatan dan 6 indikator kelemahan, serta masing-masing 5 indikator peluang dan ancaman. Skor Matriks IFE (2,92) dan EFE (2,88) menempatkan BBIAT Kutasari pada Sel V Matriks IE dengan strategi Hold and Maintain. Analisis SWOT menghasilkan strategi SO, ST, WO, dan WT. Berdasarkan QSPM, strategi prioritas adalah strategi B (kombinasi WO dan WT) dengan nilai TAS 6,91. Strategi ini menekankan perbaikan manajemen internal, penguatan administrasi, peningkatan fasilitas, penerapan protokol kesehatan ikan, serta optimalisasi pemasaran berbasis digital. Dengan demikian, pengembangan usaha pembenihan ikan nila di BBIAT Kutasari diarahkan pada peningkatan kapasitas internal sekaligus mitigasi ancaman eksternal untuk menjaga keberlanjutan usaha.

Penelitian ini menunjukkan bahwa UPTD BBIAT Kutasari memiliki potensi besar dalam pengembangan usaha pembenihan ikan nila, dengan kekuatan utama berupa ketersediaan sumber air, dukungan pemerintah, dan kualitas teknisi, namun juga menghadapi kelemahan seperti keterbatasan sarana prasarana dan sistem administrasi yang belum optimal.Dari sisi eksternal, peluang yang signifikan adalah tingginya permintaan pasar dan dukungan kebijakan pemerintah, sementara ancaman utama adalah fluktuasi harga pakan, perubahan iklim, serta persaingan antar pembenih.Hasil analisis Matriks IFE (2,92) dan EFE (2,88) menempatkan UPTD BBIAT Kutasari pada Sel V Matriks IE, yaitu strategi Hold and Maintain.Formulasi strategi SWOT menghasilkan alternatif SO, ST, WO, dan WT.Berdasarkan analisis QSPM, strategi prioritas yang terpilih adalah Strategi B (gabungan WO dan WT) dengan nilai TAS 6,91, yang menekankan pada perbaikan manajemen internal dan mitigasi ancaman eksternal.Dengan demikian, strategi pengembangan yang paling relevan adalah peningkatan sistem administrasi, perbaikan fasilitas, penerapan protokol kesehatan ikan, serta penguatan pemasaran berbasis digital untuk memperkuat daya saing UPTD BBIAT Kutasari.

Untuk meningkatkan efisiensi dan mempertahankan posisi yang ada, UPTD BBIAT Kutasari dapat fokus pada pemanfaatan sumber daya yang dimiliki secara lebih efektif, menjaga stabilitas operasional, serta melakukan perbaikan berkelanjutan. Hal ini dapat dilakukan dengan memperkuat sistem pencatatan administrasi dan produksi secara digital, meningkatkan dan merawat fasilitas pembenihan, menerapkan protokol kesehatan ikan, serta mengoptimalkan pemasaran berbasis digital. Selain itu, Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Purbalingga dapat memberikan dukungan dalam bentuk program pelatihan teknis, penyediaan bantuan sarana, dan pendampingan pemasaran digital bagi lembaga maupun mitra pembenih. Peneliti selanjutnya disarankan untuk mengkaji aspek finansial dan kelayakan ekonomi usaha pembenihan ikan nila, serta mengembangkan model kemitraan antara UPTD dengan pembudidaya swasta agar hasil penelitian lebih komprehensif dan aplikatif.

  1. Strategi Pengembangan Usaha Pembenihan Ikan Nila Studi Kasus UPTD Balai Benih Ikan Air Tawar Kutasari... jurnal.instiperjogja.ac.id/index.php/AFT/article/view/2098Strategi Pengembangan Usaha Pembenihan Ikan Nila Studi Kasus UPTD Balai Benih Ikan Air Tawar Kutasari jurnal instiperjogja ac index php AFT article view 2098
Read online
File size317.24 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test