FT UIMFT UIM

Journal Industrial Engineering and Management (JUST-ME)Journal Industrial Engineering and Management (JUST-ME)

UMKM merupakan salah satu sektor penting dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia, termasuk di Kota Bandung. Salah satu tantangan yang dihadapi adalah tingginya tingkat pemborosan produksi, seperti yang terjadi pada UMKM Takomi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengurangi pemborosan dalam proses produksi takoyaki dengan menerapkan metode Lean Six Sigma menggunakan pendekatan DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve, Control). Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif melalui observasi, pencatatan produksi harian, perhitungan DPMO, serta analisis akar masalah dengan diagram fishbone dan teknik 5 Whys. Penelitian menunjukkan rata-rata pemborosan 8 porsi per bulan dengan kerugian Rp 260.000 dalam empat bulan. DPMO tercatat 51.852–84.112, dengan level Sigma 2,90–3,03. Penyebab utama adalah kesalahan takaran adonan dan penggorengan. Solusi berupa SOP, alat ukur, pelatihan, dan pengawasan menurunkan cacat 3% dan Sigma naik ke 3,5–4, membuktikan Lean Six Sigma efektif meningkatkan efisiensi dan daya saing UMKM.

Penelitian ini membuktikan bahwa metode Lean Six Sigma dengan pendekatan DMAIC efektif dalam mengidentifikasi dan mengurangi pemborosan dalam proses produksi takoyaki di UMKM Takomi.Permasalahan utama ditemukan pada proses penakaran adonan yang tidak akurat dan penggorengan yang tidak konsisten, yang mengakibatkan rata-rata 8 porsi produk cacat per bulan dan kerugian hingga Rp 260.Hasil perhitungan Defects Per Million Opportunities (DPMO) berada di kisaran 51.112, dengan tingkat Sigma antara 2,90–3,03, yang menunjukkan performa produksi masih jauh dari standar kualitas (6 Sigma).Untuk mengatasi pemborosan, diterapkan solusi seperti penyusunan SOP, alat bantu presisi, pelatihan karyawan, dan pengawasan rutin.Solusi ini berbasis analisis fishbone dan 5 Whys.Diperkirakan tingkat kecacatan dapat ditekan hingga di bawah 3% dan Sigma meningkat ke level 3,5–4.Secara keseluruhan, Lean Six Sigma memberikan dampak positif dalam meningkatkan kinerja operasional UMKM, mengurangi kerugian, serta memperkuat daya saing produk di pasar.

Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat dikembangkan. Pertama, penelitian dapat dilakukan untuk menguji efektivitas metode Lean Six Sigma dalam mengurangi pemborosan pada sektor UMKM lain, seperti industri makanan olahan atau tekstil, untuk memverifikasi generalisasi hasil. Kedua, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengeksplorasi pengaruh pelatihan karyawan terhadap peningkatan kesadaran dan disiplin dalam menerapkan prosedur standar, sehingga mengurangi kesalahan proses produksi. Ketiga, penelitian dapat mengkaji perbandingan antara metode Lean Six Sigma dengan pendekatan lain seperti Total Quality Management (TQM) dalam mengoptimalkan efisiensi produksi dan kualitas produk. Sementara itu, penelitian juga perlu mempertimbangkan faktor eksternal seperti perubahan permintaan pasar dan keterbatasan sumber daya yang dapat memengaruhi implementasi metode ini. Dengan mengembangkan saran-saran tersebut, penelitian lanjutan dapat memberikan wawasan lebih mendalam untuk meningkatkan keberlanjutan dan skalabilitas solusi pengurangan pemborosan di UMKM.

  1. ANALISIS PENINGKATAN PROSES PENGADAAN BARANG MENGGUNAKAN LEAN PROCUREMENT PROCESS PADA PT.XYZ | Journal... doi.org/10.47398/justme.v6i01.97ANALISIS PENINGKATAN PROSES PENGADAAN BARANG MENGGUNAKAN LEAN PROCUREMENT PROCESS PADA PT XYZ Journal doi 10 47398 justme v6i01 97
  2. PENERAPAN METODE LEAN SIX SIGMA UNTUK MENGURANGI WASTE PADA UMKM TAKOMI | Journal Industrial Engineering... doi.org/10.47398/just-me.v6i02.123PENERAPAN METODE LEAN SIX SIGMA UNTUK MENGURANGI WASTE PADA UMKM TAKOMI Journal Industrial Engineering doi 10 47398 just me v6i02 123
Read online
File size1.22 MB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test