FT UIMFT UIM

Journal Industrial Engineering and Management (JUST-ME)Journal Industrial Engineering and Management (JUST-ME)

Seni membatik dengan ragam motif khas daerah di Indonesia kini mulai tergerus arus modernisasi, padahal membatik merupakan wujud kearifan lokal yang mencerminkan penghormatan terhadap alam dan warisan budaya. Di Kecamatan Sidayu, Gresik, kegiatan membatik bertujuan untuk melestarikan budaya leluhur serta memberdayakan potensi ekonomi masyarakat. Batik tidak hanya menjadi simbol identitas budaya lokal, tetapi juga mencerminkan nilai-nilai tradisional yang diwariskan secara turun-temurun. Motif batik Sidayu terinspirasi dari lingkungan, sejarah, dan nilai religius khas daerah tersebut. Pengembangannya diarahkan untuk menciptakan peluang usaha, lapangan kerja, serta meningkatkan daya saing produk UMKM baik di pasar lokal maupun nasional. Penelitian ini menggunakan pendekatan Quality Function Deployment (QFD) dalam merancang desain motif batik khas Sidayu dengan mempertimbangkan preferensi pasar. Diharapkan, hasil penelitian ini mampu menghasilkan motif batik baru yang tetap mencerminkan budaya lokal dan dapat diterapkan dalam berbagai produk fungsional, seperti pakaian, aksesori, dan souvenir. Dengan demikian, membatik menjadi sarana penting dalam memperkuat identitas daerah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis budaya.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa sejumlah atribut utama dalam desain motif batik khas Sidayu berhasil diidentifikasi.daya tarik visual motif, bentuk motif yang merepresentasikan ciri khas Sidayu, harmoni dan keselarasan dalam perpaduan warna, kombinasi antara motif batik asli Kalimantan Timur dengan elemen modern, tampilan motif yang tidak terlalu padat, penggunaan bentuk flora seperti sulur-sulur, serta ukuran motif yang relatif kecil hingga sedang.Dari semua atribut tersebut, aspek yang paling dianggap penting oleh responden adalah motif yang menarik, dengan rata-rata skor sebesar 4,85.Sementara itu, respon teknis yang menjadi dasar dalam pengembangan desain meliputi pemilihan warna yang tepat, pencapaian keseimbangan visual pada motif, pengaturan proporsi yang sesuai, serta komposisi elemen yang harmonis.Secara keseluruhan, pengembangan desain batik khas Sidayu diarahkan pada integrasi antara unsur-unsur ragam hias tradisional Kalimantan Timur dengan sentuhan modern, guna memperkuat identitas lokal sekaligus meningkatkan daya tarik estetika.

Penelitian lanjutan dapat mengembangkan pendekatan QFD untuk desain motif batik di daerah lain dengan karakteristik budaya unik, sehingga menghasilkan produk yang lebih inklusif. Selain itu, penelitian dapat mengeksplorasi penggunaan bahan alami dan teknologi digital dalam proses pembatikan untuk meningkatkan keberlanjutan dan efisiensi produksi. Terakhir, studi tentang dampak jangka panjang pengembangan motif batik terhadap perekonomian masyarakat lokal serta penguatan identitas budaya melalui pendidikan dan pelatihan keterampilan batik perlu dilakukan untuk memastikan keberlanjutan warisan kearifan lokal.

  1. Penciptaan Motif Batik Tulis Abstrak Gradasi dari Ragam Garis | Suasmiati | Jurnal Pendidikan dan Penciptaan... journal.mahesacenter.org/index.php/jipsi/article/view/142Penciptaan Motif Batik Tulis Abstrak Gradasi dari Ragam Garis Suasmiati Jurnal Pendidikan dan Penciptaan journal mahesacenter index php jipsi article view 142
  2. ANALISIS PERANCANGAN DESAIN PRODUK KEARIFAN LOKAL KECAMATAN SIDAYU GUNA MENINGKATKAN DAYA SAING INDUSTRI... justme.ft-uim.ac.id/index.php/JUSTME/en/article/view/119ANALISIS PERANCANGAN DESAIN PRODUK KEARIFAN LOKAL KECAMATAN SIDAYU GUNA MENINGKATKAN DAYA SAING INDUSTRI justme ft uim ac index php JUSTME en article view 119
  3. Client Challenge. client challenge javascript disabled browser please enable proceed required part site... link.springer.com/10.1007/s11042-025-20620-9Client Challenge client challenge javascript disabled browser please enable proceed required part site link springer 10 1007 s11042 025 20620 9
Read online
File size872.32 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test